Posted on 31 Januari 2011 by Makmur Effendi
Muslim Indonesia punya sejarah luar biasa. Sahabat Rasulullah, pernah pula langsung berdakwah di Nusantara. Melacak sejarah masuknya Islam ke Indonesia bukanlah urusan mudah. Tak banyak jejak yang bisa dilacak. Ada beberapa pertanyaan awal yang bisa diajukan untuk menelusuri kedatangan Islam di Indonesia. Beberapa pertanyaan itu adalah, darimana Islam datang? Siapa yang membawanya dan kapan kedatangannya? [...]
Filed under: Islam, Risalah Islam Indonesia | Ditandai: Risalah Islam Indonesia | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 30 Januari 2011 by Makmur Effendi
Sulit untuk mempercayai suatu yang tidak terlihat dan tidak kepastian (ganjaran Allah), maka sebab itu manusia hari ini rata-rata hidup dengan kepastian yang ada didalam gengaman mereka, misalnya mengambil korupsi saat peluang ada, menaikkan harga atau mengubah kualitas / kuantitas barang yang dijual untuk keuntungan maksimum, minta gaji yang lebih besar hanya karena punya ijazah kelas 1 dan bukan kualitas kerja yang dimiliki dan sebagainya. Hidup sebenarnya penuh dengan kemungkinan dan probabilitas, dan gembira, duka, baik atau buruk kehidupan itu sebenarnya datang dari diri kita sendiri (dengan izin Allah), kita harus mencoba untuk mendapatkannya (nikmat dunia) akan tetapi disebabkan dasar bangunan alam ini yaitu atom penuh dengan ketidakpastian, kemungkinan dan probabilitas, nikmat dunia yang sebenarnya hanyalah dengan mengikuti landasan-landasan hukum yang diizinkan Allah.
Filed under: Hikmah, Kuantum Dan filsafatnya Dalam Kehidupan | Ditandai: Kuantum Dan filsafatnya Dalam Kehidupan, Nasehat Ulama, Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 29 Januari 2011 by Makmur Effendi
Mengapa harus shalat / Shalat? Bunyinya seperti satu pertanyaan yang bodoh, tetapi mengapa banyak dikalangan masyarakat kita mengambil mudah akan hal shalat. Tidak Allah jadikan sesuatu itu tanpa kebaikannya, seperti puasa yang sebelum adanya penelitian ilmiah tentang manfaatnya puasa dari sudut kesehatan, mayoritas menganggap itu adalah perintah Allah dan kita harus melakukannya. Dengan adanya laporan [...]
Filed under: Mengapa perlu Shalat?, Sehat Alamiah, Tuntunan Islam | Ditandai: Aqidah Islam, Mengapa Perlu Shalat?, Nasehat Ulama | 2 Komentar »
Posted on 29 Januari 2011 by Makmur Effendi
إنّ الرّفق ما كان في شيء إلّا زانه وما نُزع من شيء إلّا شانه
“Sesungguhnya, kelemahlembutan itu apabila ada pada sesuatu, ia akan menghiasinya namun apabila tercabut dari sesuatu, ia akan memburukkannya”
Filed under: Aqidah Akhlak, Hikmah, Nasihat Ulama, Syarah Hadits | Ditandai: Aqidah Akhlak, Nasehat Ulama, Syarah Hadits | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 28 Januari 2011 by Makmur Effendi
Dunia ini akan senantiasa indah bagi mereka yang membela Muhammad (saw) , dan akan selalu buruk bagi mereka yang memusuhnya.
Tuhan penguasa Manusia akan tetap memperkuat serta menolongnya dan memenangkan kebenaran AgamaNya yang mengandung kebatilan apapun juga.
Filed under: Aqidah Akhlak, Hikmah, Khalifaurrasyidin | Ditandai: Allah, Apostle of God, Aqidah Akhlak, Bali, Business, Islam, Khalifaurrasyidin, Muhammad, Nabi Musa, Rasulullah, Tarbiyah Islamiyah | 2 Komentar »
Posted on 28 Januari 2011 by Makmur Effendi
Para shahabat dilarang oleh Nabi untuk banyak bertanya, ini dalam rangka saddu dzari’ah artinya menutup pintu yg dapat menjerumuskan kepada kesalahan, karena banyak bertanya membuka pintu setan untuk bertanya yang dilarang.
Filed under: al Hadits, Syarah Hadits | Ditandai: Al Hadits, Syarah Hadits, Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 27 Januari 2011 by Makmur Effendi
Orang Mandailing diriwayatkan berasal dari Munda yaitu sebuah daerah di India Tengah. Mereka telah berpindah-pindah pada abad-ke 6, karena terpukul dengan serangan bangsa Arayan dari Irak yang meluaskan pengaruh mereka. Setelah melintasi Gunung Himalaya mereka menetap sebentar di Mandalay, yaitu ibu negara Burma purba. Besar kemungkinan nama Mandalay itu sendiri datangnya dari perkataan Mandailing yang mengikuti logat Burma.
Filed under: Adat, Sejarah Mandailing, Sejarah Mandailing dan Batak | Ditandai: Sejarah Mandailing, Sejarah Nagari Cubadak, Tambo Pasaman | 1 Komentar »
Posted on 27 Januari 2011 by Makmur Effendi
Perpindahan Raja Sontang ke Cubadak dimulai setelah mendapatkan daerah temuan baru oleh pegawai raja yang bernama Sigadumbang.
Bukit Sontang yang kemudian bernama Cubadak seterusnya Simpang Tonang, Silalang, Lanai Sinuangon dan lainnya.
Karena wilayah baru lebih luas dari wilayah Sontang maka Tengku Raja Sontang pindah ke Cubadak. Maka jadilan Cubadak sebagai perkampungan besar, saat ini dengan jumlah penduduk 14.357 jiwa.
Filed under: Lintasan Sejarah Minangkabau, Sejarah Nagari Cubadak | Ditandai: Adat Minangkabau, Sejarah Nagari Cubadak, Tambo Pasaman | 4 Komentar »
Posted on 27 Januari 2011 by Makmur Effendi
Riwayat pembentukan nagari Talu dari yang diterima turun temurun dan beberapa catatan adalah sebagai berikut :
Sri Maharaja Diraja dan rombongan tiba di Talu dari Pagaruyuang melalui Payakumbuh. Membuat taratak di patomuan Batang Tolu dengan Batang Poman dibawah bukit barisan.
Filed under: Sejarah Nagari Talu, Tambo Pasaman | Ditandai: Adat Minangkabau, Tarbiyah Islamiyah, |Sejarah Nagari Talu | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 27 Januari 2011 by Makmur Effendi
Indak Bataluak tampek tingga, di lautan Koto Pasaman. Bamulo adaik badiri, mulo pusako ka-tatagak dilereng Gunuang Pasaman, iyo di Koto Sibuluan. Sibadaguang ba ampek koto, Sariak balareh limo koto. Koto Tinggi Tabiang Tinggi, Lubuak Basiku Koto Birah.
Filed under: Lintasan Sejarah Minangkabau, Minangkabau, Tambo Pasaman | Ditandai: Adat Minangkabau, Tambo Pasaman | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 26 Januari 2011 by Makmur Effendi
Mohammad Hatta lahir pada tanggal 12 Agustus 1902 di Bukittinggi. Di kota kecil yang indah inilah Bung Hatta dibesarkan di lingkungan keluarga ibunya. Ayahnya, Haji Mohammad Djamil, meninggal ketika Hatta berusia delapan bulan. Dari ibunya, Hatta memiliki enam saudara perempuan. Ia adalah anak laki-laki satu-satunya.
Sejak duduk di MULO di kota Padang, ia telah tertarik pada pergerakan. Sejak tahun 1916, timbul perkumpulan-perkumpulan pemuda seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa. dan Jong Ambon. Hatta masuk ke perkumpulan Jong Sumatranen Bond.
Filed under: Falsafah, Masa Keemasan Kehidupan, Sumatera Barat, Tokoh Minangkabau | Ditandai: Filosof Indonesia, Pahlawan Proklamator RI, Tokoh Minangkabau | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 26 Januari 2011 by Makmur Effendi
tasliman katsiran Pemimpin Utama Perang Paderi Tuanku Imam Bonjol (TIB) (1722-1864), yang diangkat sebagai pahlawan nasional berdasarkam SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973, 6 November 1973, adalah pemimpin utama Perang Paderi di Sumatera Barat (1803-1837) yang gigih melawan Belanda.Selama 62 tahun Indonesia merdeka, nama Tuanku Imam Bonjol hadir di ruang publik bangsa: sebagai nama jalan, [...]
Filed under: Aqidah Akhlak | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 25 Januari 2011 by Makmur Effendi
Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin menekankan pentingnya masalah ini dalam ucapan beliau, “Pada masa awal pertumbuhan anak-anak, yang selalu bersama mereka adalah seorang ibu, maka jika sang ibu memiliki akhlak dan perhatian yang baik (kepada mereka), (tentu) mereka akan tumbuh dan berkembang (dengan) baik dalam asuhannya, dan ini akan memberikan dampak (positif) yang besar bagi perbaikan masyarakat (muslim).
Filed under: Ajaran, Bagaimana Seorang Wanita Menjadi Pendidik yang Baik, Peran Besar Seorang Ibu, Tugas dan Peran Penting Wanita | Ditandai: Peran Besar Seorang Ibu, Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 25 Januari 2011 by Makmur Effendi
Dari Abu Mas’ud al-Badri, dia berkata, “(Suatu hari) aku memukul budakku (yang masih kecil) dengan cemeti, maka aku mendengar suara (teguran) dari belakangku, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Akan tetapi, aku tidak mengenali suara tersebut karena kemarahan (yang sangat). Ketika pemilik suara itu mendekat dariku, maka ternyata dia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau yang berkata, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Maka aku pun melempar cemeti dari tanganku, kemudian beliau bersabda, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Sesungguhnya Allah lebih mampu untuk (menyiksa) kamu daripada kamu terhadap budak ini,’ maka aku pun berkata, ‘Aku tidak akan memukul budak selamanya setelah (hari) ini.‘”[13]
Filed under: Bagaimana Seorang Wanita Menjadi Pendidik yang Baik, Mendidik Anak yang Nakal, Menuju Keluarga Sakinah, Peran Besar Seorang Ibu, Tugas dan Peran Penting Wanita, Tuntunan Islam | Ditandai: Mendidik Anak yang Nakal, Menuju Keluarga Sakinah, Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 25 Januari 2011 by Makmur Effendi
Sebagaimana nama-nama dan sifat-sifat Allah yang bermacam-macam, maka demikian pula, keutamaannya (antara satu nama atau sifat dengan nama atau sifat yang lainnya) berbeda-beda. Sebagaimana hal ini ditunjukkan dalam Al-Qur-an, sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ijma’ (kesepakatan kaum muslimin), dan (sesuai) dengan akal (manusia).”
Filed under: Aqidah Akhlak, Aqidah Islam, Asma Allah yang Paling Agung, Syafaat dari Allah | Ditandai: Aqidah Islam, Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 25 Januari 2011 by Makmur Effendi
بسم الله الرحمن الرحيم Memahami nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah ilmu yang paling agung dan mulia dalam Islam,[1] sekaligus ilmu yang paling besar manfaatnya untuk kebaikan dan kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat. Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata, “Ilmu tentang Allah adalah landasan semua ilmu, sekaligus merupakan landasan pemahaman seorang hamba [...]
Filed under: Aqidah Akhlak, Aqidah Islam, Asma al Husna, Asma Allah yang Paling Agung | Ditandai: Aqidah Islam, Asma al Husna, Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 25 Januari 2011 by Makmur Effendi
“Dan mereka menyembah kepada selain Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak pula kemanfa’atan, dan mereka berkata: “Sembahan-sembahan itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah”. Katakanlah: “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di langit dan tidak (pula) di bumi”? Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka mempersekutukan (itu).” (QS. Yunus: 18).
Filed under: Aqidah Akhlak, Aqidah Islam, Asma Allah yang Paling Agung, Syafaat dari Allah, Syarat-syarat diterimanya Syafaat dari Allah | Ditandai: Aqidah Islam, Syafaat dari Allah, Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 25 Januari 2011 by Makmur Effendi
“Jika Allah menimpakan suatu kesulitan kepadamu, maka tidak ada yang (mampu) menghilangkannya selain Dia sendiri. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagimu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya.” (QS. Yunus: 107)
Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari berkata, “(Arti ayat ini): Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Wahai Muhammad, jika Allah menimpakan kesusahan atau bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali (Allah Subhanahu wa Ta’ala) Rabb-mu (Tuhanmu) yang telah menimpakannya kepadamu, dan bukanlah sembahan-sembahan dan tandingan-tandingan lain (selain Allah Subhanahu wa Ta’ala) yang disembah oleh orang-orang musyrik itu (yang mampu menghilangkannya).”
Filed under: Aqidah Akhlak, Aqidah Islam, Seputar Istighatsah, Syafaat dari Allah | Ditandai: Aqidah Islam, Seputar Istighatsah, Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 25 Januari 2011 by Makmur Effendi
“Maka, apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya (untuk) menerima agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabbnya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Az-Zumar: 22).
Filed under: Al-Fattaah, Aqidah Akhlak, Aqidah Islam, Asma al Husna, Asma Allah yang Paling Agung, Syafaat dari Allah | Ditandai: Al-Fattaah, Aqidah Islam, Asma al Husna, Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 25 Januari 2011 by Makmur Effendi
Antara Tawakal dan Usaha Mencari Rezeki yang Halal بسم الله الرحمن الرحيم Syariat Islam yang agung sangat menganjurkan kaum muslimin untuk melakukan usaha halal yang bermanfaat untuk kehidupan mereka, dengan tetap menekankan kewajiban utama untuk selalu bertawakal (bersandar/berserah diri) dan meminta pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam semua usaha yang mereka lakukan. Allah Subhanahu [...]
Filed under: Mencari Rezeki yang Halal | Ditandai: Aqidah Akhlak, Mencari Rezeki yang Halal, Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 25 Januari 2011 by Makmur Effendi
“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di surga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS. ash-Shaff: 10-12).
Filed under: Perniagaan yang Tidak Akan Merugi | Ditandai: Aqidah Akhlak, Aqidah Islam, Perniagaan yang Tidak Akan Merugi, Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 25 Januari 2011 by Makmur Effendi
“Adapun orang-orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya Nerakalah tempat tinggal(nya). Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabb-nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya Surgalah tempat tinggal(nya).” (QS. an-Naazi’aat: 37-41).
Filed under: Aqidah Akhlak, Aqidah Islam, Perjalanan Menuju Yaumil Akhirat | Ditandai: Aqidah Akhlak, Aqidah Islam, Perjalanan Menuju Yaumil Akhirat, Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 24 Januari 2011 by Makmur Effendi
Pemimpin Utama Perang Paderi Tuanku Imam Bonjol (TIB) (1722-1864), yang diangkat sebagai pahlawan nasional berdasarkam SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973, 6 November 1973, adalah pemimpin utama Perang Paderi di Sumatera Barat (1803-1837) yang gigih melawan Belanda. Selama 62 tahun Indonesia merdeka, nama Tuanku Imam Bonjol hadir di ruang publik bangsa: sebagai nama jalan, nama [...]
Filed under: Alim ulama, Budaya, Kaum, Lintasan Sejarah Minangkabau, Minangkabau, Nagari, Sumatera Barat, Tokoh Minangkabau | Ditandai: Adat Minangkabau, Tokoh Minangkabau | 2 Komentar »
Posted on 24 Januari 2011 by Makmur Effendi
Ahmad Rasyid memperoleh pendidikan dan penanaman nilai-nilai dasar keagamaan dari kedua orang tuanya. Di samping itu, untuk pendidikan umum, ia masuk sekolah Inlandshe School (IS) di tempat yang sama (1902-1909). Di sinilah ia belajar berhitung, geografi, ilmu ukur, dan sebagainya. Setamat dari sekolah ini, ia ditawari untuk studinya di Kweekschool (Sekolah Guru, yang juga biasa disebut Sekolah Raja) di Bukit tinggi dengan beasiswa dan jaminan pangkat guru setelah lulus sekolah tersebut. Namun tawaran tersebut ditolaknya, karena ia lebih tertarik untuk mempelajari agama, di samping saat itu ia sudah dirasuki semangat anti-penjajah Belanda.
Filed under: Adat, Agama, Ajaran, Alim ulama, Falsafah, Islam, Jama'ah, Lintasan Sejarah Minangkabau, Minangkabau, Sumatera Barat, Tokoh Minangkabau | Ditandai: Adat Minangkabau, Tarbiyah Islamiyah, Tokoh Minangkabau | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 24 Januari 2011 by Makmur Effendi
Dalam pidatonya yang lain tanggal 21 Oktober 1927, JDK dengan tegas berucap: “Berbahsa Melajoelah! [S]eandainja ada diantara toean-toean jang […] tidak setoejoe dengan pembitjaraan saja ini saja harap toean toean soedi menegornja dalam bahasa Melajoe.”
Filed under: Lintasan Sejarah Minangkabau, Minangkabau, Tokoh Minangkabau | Ditandai: Adat Minangkabau, Tokoh Minangkabau | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 24 Januari 2011 by Makmur Effendi
Siapakah Kini yang Menyimpan ‘Naskah Tuanku Imam Bonjol’ yang Asli? Sampai sekarang sudah banyak publikasi ilmiah mengenai Perang Paderi, di antaranya studi Muhammad Radjab (1958), Christine Dobbin (1983; terjemahan Indonesianya terbit tahun 1992 dan 2008), dan Rusli Amran (1981, 1985), belum lagi puluhan artikel yang terbit di berbagai jurnal ilmiah terbitan dalam dan luar negeri. [...]
Filed under: Adat, Alim ulama, Budaya, Minangkabau, Nagari, Niniak Mamak, Sumatera Barat | Ditandai: Tarbiyah Islamiyah, Tokoh Minangkabau | 2 Komentar »
Posted on 24 Januari 2011 by Makmur Effendi
Polisi Pertama Bergelar Profesor Doktor Meskipun telah lama pensiun dari dinas kepolisian, Awaloeddin tetap memperhatikan intitusi yang telah membesarkan namanya. Awaloeddin pun kerap memberi masukan atau kritik, diminta atau tidak, kepada para petinggi Polri. Awaloeddin memang salah seorang polisi yang intelek. Ia adalah polisi pertama di Indonesia yang mendapat gelar profesor doktor. Pada 12 [...]
Filed under: Niniak Mamak, Sumatera Barat, Tokoh Minangkabau | Ditandai: Tokoh Minangkabau | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 22 Januari 2011 by Makmur Effendi
Tentukan (usut dan periksa) benarlah dahulu semuanya yang hamba sebut tadi; yang dipakai didalam nagari ini; agar jelas pegangan masing-masing, agar berbeda orang dengan awak; baik jauh maupun dekat.
Filed under: Budaya, Falsafah, Kampuang, Lintasan Sejarah Minangkabau, Minangkabau, Niniak Mamak, Tambo, Tuntunan, Ulama, Ulayat | Ditandai: Adat Minangkabau | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 22 Januari 2011 by Makmur Effendi
Benar bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin. Namun banyak orang menyimpangkan pernyataan ini kepada pemahaman-pemahaman yang salah kaprah.
“Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam adalah rahmat bagi seluruh manusia. Bagi yang beriman dan membenarkan ajaran beliau, akan mendapat kebahagiaan. Bagi yang tidak beriman kepada beliau, diselamatkan dari bencana yang menimpa umat terdahulu berupa ditenggelamkan ke dalam bumi atau ditenggelamkan dengan air”
Filed under: Agama, Ajaran, al Hadits, Al Qur'an, Hikmah, Islam, Jama'ah, Mu'amalah, Tuntunan Islam | Ditandai: Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 22 Januari 2011 by Makmur Effendi
Tauhid merupakan kewajiban utama dan pertama yang diperintahkan Alloh kepada setiap hamba-Nya. Namun, sangat disayangkan kebanyakan kaum muslimin pada zaman sekarang ini tidak mengerti hakekat dan kedudukan tauhid.
“Dan sungguh Kami telah mengutus rosul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Alloh, dan jauhilah Thaghut itu’.” (An-Nahl: 36).
Filed under: Agama, Ajaran, al Hadits, Al Qur'an, Aqidah Akhlak, Tuntunan, Tuntunan Islam | Ditandai: Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 21 Januari 2011 by Makmur Effendi
Pengaturan Penulisan ‹ makmureffendi — WordPress.
Filed under: Aqidah Akhlak | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 20 Januari 2011 by Makmur Effendi
Adab-Adab Makan Seorang Muslim (7) Anjuran makan bersama pada satu piring Di antara etika makan yang diajarkan oleh Nabi adalah anjuran makan bersama-sama pada satu piring. Sesungguhnya hal ini merupakan sebab turunnya keberkahan pada makanan tersebut. Oleh karena itu, semakin banyak jumlah orang yang makan maka keberkahan juga akan semakin bertambah. Dari Jabir bin Abdillah [...]
Filed under: Aqidah Akhlak, Mu'amalah, Tuntunan Islam | Ditandai: Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 20 Januari 2011 by Makmur Effendi
Adab-Adab Makan Seorang Muslim (6) Makan dan minum sambil berdiri Di kota-kota besar undangan pesta sering kali dilakukan dengan fasilitas dan hiburan yang serba mewah. Ketersediaan fasilitas dan hidangan VIP memang mengundang selera, namun kadang ada yang lupa, ketersediaan tempat duduk walaupun lesehan acap kali ditinggalkan. Berkaitan dengan makan dan minum sambil berdiri, kita temukan [...]
Filed under: Aqidah Akhlak, Mu'amalah, Tuntunan Islam | Ditandai: Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 20 Januari 2011 by Makmur Effendi
Setiap makanan yang mubah itu tidak pernah Nabi cela. Sedangkan makanan yang haram tentu Nabi mencela dan melarang untuk menyantapnya.
Filed under: Aqidah Akhlak, Mu'amalah, Sehat Alamiah | Ditandai: Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 20 Januari 2011 by Makmur Effendi
Mengambil makanan yang jatuh Dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika makanan salah satu kalian jatuh maka hendaklah diambil dan disingkirkan kotoran yang melekat padanya, kemudian hendaknya di makan dan jangan dibiarkan untuk setan” Dalam riwayat yang lain dinyatakan, “sesungguhnya setan bersama kalian dalam segala keadaan, sampai-sampai setan bersama kalian pada [...]
Filed under: Aqidah Akhlak, Mu'amalah, Tuntunan Islam | Ditandai: Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 20 Januari 2011 by Makmur Effendi
Imam Nawawi berkata, “Janganlah tergesa-gesa sehingga selesai makan,” merupakan dalil bahwa orang tersebut diperbolehkan menikmati makanan hingga selesai. Ini merupakan pendapat yang benar.
Filed under: Aqidah Akhlak, Mu'amalah, Tuntunan Islam | Ditandai: Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 20 Januari 2011 by Makmur Effendi
Anjuran makan dari pinggir piring Diriwayatkan dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi bersabda, “Jika kalian makan, maka janganlah makan dari bagian tengah piring, akan tetapi hendaknya makan dari pinggir piring. Karena keberkahan makanan itu turun dibagian tengah makanan.” (HR Abu Dawud no. 3772, Ahmad, 2435, Ibnu Majah, 3277 dan Tirmidzi, 1805. Imam Tirmidzi mengatakan, [...]
Filed under: Aqidah Akhlak, Mu'amalah, Tuntunan Islam | Ditandai: Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 20 Januari 2011 by Makmur Effendi
“Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR Bukhari no. 5376 dan Muslim 2022)
Filed under: Aqidah Akhlak, Mu'amalah, Tuntunan Islam | Ditandai: Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 20 Januari 2011 by Makmur Effendi
Yang Seharusnya Jadi Idola Keluarga Muslim … Salah satu watak bawaan manusia sejak diciptakan Allah Ta’ala adalah kecenderungan untuk selalu meniru dan mengikuti orang lain yang dikaguminya, baik dalam kebaikan maupun keburukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “الأرواح جنود مجندة، فما تعارف منها ائتلف وما تناكر اختلف” “Ruh-ruh manusia adalah kelompok yang selalu bersama, [...]
Filed under: Aqidah Akhlak, Mu'amalah, Tuntunan Islam | Ditandai: Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 19 Januari 2011 by Makmur Effendi
khasiat jeruk bali Jeruk bali bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan pektinnya lebih banyak dibandingkan dengan jeruk jenis lain. Pektin inilah yang dipercaya mampu menurunkan kolesterol sekaligus mengurangi risiko sakit jantung. Hampir semua orang kenal jeruk bali. Rasa dan bentuknya khas. Kulitnya sering dimanfaatkan anak-anak di pedesaan sebagai bahan baku mobil-mobilan. Daging buahnya yang segar dan banyak [...]
Filed under: Sehat Alamiah | 1 Komentar »
Posted on 17 Januari 2011 by Makmur Effendi
Posted on 15 Januari 2011 by Makmur Effendi
Kapado dunsanak nan masih awam jo Budaya Minangkabau, cukuik mambantu untuk mangenal labiah dalam… Rumah Gadang Rumah Gadang Minangkabau merupakan rumah tradisional hasil kebudayaan suatu suku bangsa yang hidup di daerah Bukit Barisan di sepanjang pantai barat Pulau Sumatera bagian tengah. Sebagaimana halnya rumah di daerah katulistiwa, rumah gadang dibangun di atas tiang (panggung), mempunyai [...]
Filed under: Aqidah Akhlak | 9 Komentar »
Posted on 14 Januari 2011 by Makmur Effendi
Rumah Gadang Minangkabau merupakan rumah tradisional hasil kebudayaan suatu suku bangsa yang hidup di daerah Bukit Barisan di sepanjang pantai barat Pulau Sumatera bagian tengah. Sebagaimana halnya rumah di daerah katulistiwa, rumah gadang dibangun di atas tiang (panggung), mempunyai kolong yang tinggi. Atapnya yang lancip merupakan arsitektur yang khas yang membedakannya dengan bangunan suku bangsa lain di daerah garis katulistiwa itu.
Rumah gadang merupakan rumah adat Minangkabau. Rumah gadang ini mempunyai ciri-ciri yang sangat khas. Bentuk dasarnya adalah balok segi empat yang mengembang ke atas. Garis melintangnya melengkung tajam dan landai dengan bagian tengah lebih rendah. Lengkung atap rumahnya sangat tajam seperti tanduk kerbau, sedangkan lengkung badan dan rumah landai seperti badan kapal. Atap rumahnya terbuat dari ijuk. Bentuk atap yang melengkung dan runcing ke atas itu disebut gonjong. Karena atapnya membentuk gonjong, maka rumah gadang disebut juga rumah bagonjong.
Filed under: Lintasan Sejarah Minangkabau | Ditandai: Adat Minangkabau, Indonesia, Minangkabau, Rumah Adat Minangkabau, Sumatra | 1 Komentar »
Posted on 13 Januari 2011 by Makmur Effendi
Allah ta’ala berfirman mengenai kegembiraan penduduk surga,
وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ
“Mereka mengatakan; ‘Segala puji hanya bagi Allah yang telah menunjukkan kepada kami ke surga ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak memberikan petunjuk kepada kami. Sesungguhnya rasul-rasul Rabb kami telah datang dengan membawa kebenaran.’.” (QS. al-A’raaf: 43)
Filed under: Aqidah Akhlak, Mu'amalah, Tuntunan Islam | Ditandai: Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 13 Januari 2011 by Makmur Effendi
Sembilan Faedah Surat al-Fatihah (1) Surat al-Fatihah menyimpan banyak pelajaran berharga. Surat yang hanya terdiri dari tujuh ayat ini telah merangkum berbagai prinsip dan pedoman dalam ajaran Islam. Sebuah surat yang harus dibaca setiap kali mengerjakan sholat. Di dalam surat ini, Allah ta’ala memperkenalkan diri-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Di dalamnya, Allah mengajarkan kepada mereka tugas hidup [...]
Filed under: Aqidah Akhlak, Mu'amalah, Pembukaan | Ditandai: Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 12 Januari 2011 by Makmur Effendi
Makna dan syarat La Ilaha Illallah La ilaaha illallah adalah kunci Surga akan tetapi tidak ada satu kuncipun melainkan ia mempunyai gerigi. Jika anda datang membawa kunci yang ada geriginya maka akan terbuka bagi anda. Namun jika tidak ada geriginya maka tidak terbuka bagi anda. Sedangkan gerigi kunci ini adalah syarat-syarat La Ilaaha Illallah berikut [...]
Filed under: Aqidah Akhlak, Mu'amalah, Tuntunan Islam | Ditandai: Tarbiyah Islamiyah | 2 Komentar »
Posted on 10 Januari 2011 by Makmur Effendi
C.1. Pengertian Adat Dalam membicarakan pengertian adat ada beberapa hal yang perlu dikemukakan, diantaranya adalah asal kata adat, pengertian adat secara umum dan pengertian adat dalam Minangkabau. 1. Asal Kata Adat Dalam kehidupan sehari-hari orang Minangkabau banyak mempergunakan kata adat terutama yang berkaitan dengan pandangan hidup maupun norma-norma yang berkaitan dengan hidup dan kehidupan masyarakatnya. [...]
Filed under: Lintasan Sejarah Minangkabau | Ditandai: Adat Minangkabau | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 10 Januari 2011 by Makmur Effendi
B.1. Pengertian Alam Pengertian “alam” bila diperhatikan kamus umum bahasa Indonesia yang disusun oleh W. J. S. Poerwadarminta, mengemukakan alam:1. Dunia, misalnya : alam semesta, syah alam. 2. Kerajaan : daerah, nagari, misalnya : Alam Minangkabau Dari keterangan ini dapat diambil pengertian, bahwa alam yang dimaksud oleh orang Minangkabau adalah daerah Minangkabau. Untuk menentukan mana [...]
Filed under: Lintasan Sejarah Minangkabau | Ditandai: Adat Minangkabau | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 10 Januari 2011 by Makmur Effendi
Pengantar Sejarah Alam Minangkabau Untuk menelusuri kapan gerangan nenek moyang orang Minangkabau itu datang ke Minangkabau, rasanya perlu dibicarakan mengenai peninggalan lama seperti megalit yang terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota dan tempat-tempat lain di Minangkabau yang telah berusia ribuan tahun. A. LINTASAN SEJARAH MINANGKABAU A.1. Pengantar Untuk menelusuri kapan gerangan nenek moyang orang Minangkabau [...]
Filed under: Lintasan Sejarah Minangkabau | Ditandai: Adat Minangkabau | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 10 Januari 2011 by Makmur Effendi
K.1. Elok Nagari Dek Penghulu Penghulu telah didirikan semenjak dari nagari asal Pariangan Padang Panjang. Dalam pemerintahan Kerajaan Pasumayam Koto Batu yang dipimpin oleh Sri Maharaja Diraja, telah didirikan dua orang penghulu pertama di Pariangan Padang Panjang, beliau itu adalah : Datuk Bandaro Kayo di Pariangan dan Datuk. Maharajo Basa di Padang Panjang.Begitulah selanjutnya sampai [...]
Filed under: Lintasan Sejarah Minangkabau | Ditandai: Adat Minangkabau | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 10 Januari 2011 by Makmur Effendi
J.1. Nilai – Nilai Dasar Adat Minangkabau Dalam pembicaraan sehari-hari sering kita dengar kata-kata perubahan nilai, pergeseran nilai, krisis nilai dan lain-lain. Namun bila kita ditanya apa yang dimaksud dengan nilai, maka kita sukar untuk mengidentifikasikannya. Hal ini mungkin disebabkan nilai tersebut merupakan bagian yang abstrak dari kebudayaan. Sebuah nilai adalah sebuah konsepsi, explisit atau [...]
Filed under: Lintasan Sejarah Minangkabau | Ditandai: Adat Minangkabau | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 10 Januari 2011 by Makmur Effendi
G.1. Harta Di Minangkabau bila orang menyebut harta, maka sering tertuju penafsirannya kepada harta yang berupa material saja. Harta yang berupa material ini seperti sawah ladang, rumah gadang, emas perak dan lain-lain. Sebenarnya disamping harta yang berupa material ini, ada pula harta yang berupa moril seperti gelar pusaka yang diwarisi secara turun temurun. Orang yang [...]
Filed under: Lintasan Sejarah Minangkabau | Ditandai: Adat Minangkabau | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 10 Januari 2011 by Makmur Effendi
F.1. Pengantar Sistem kekerabatan pada masyarakat hukum adat Minangkabau oleh para ahli hukum lazim disimpulkan dalam kata-kata rumusan matrilineal, genologis dan tertorial. Pada sistem kekerabatan matrilineal ini garis keturunan ibu dan wanita : dan anak-anaknya hanya mengenal ibu dan saudara-saudara ibunya, ayah dan keluarganya tidak masuk clan anaknya karena ayah termasuk clan ibunya pula. Para [...]
Filed under: Lintasan Sejarah Minangkabau | Ditandai: Adat Minangkabau | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 10 Januari 2011 by Makmur Effendi
E.1. Undang – Undang Tujuan adat Minangkabau bermuara kepada cita-cita untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur, sebagaimana dikatakan : bumi sanang padi manjadi, padi masak jaguang maupiah, taranak bakambang biak, antimun mangarang bungo, nagari aman santoso (bumi senang padi menjadi, padi masak jagung meupih ternak berkembang biak, antimun mengarang bunga, nagari aman sentosa).Cita-cita tersebut tidak [...]
Filed under: Lintasan Sejarah Minangkabau | Ditandai: Adat Minangkabau | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 10 Januari 2011 by Makmur Effendi
D.1. Asal Kata Nagari Sebagai poin pertama akan dikemukakan asal kata nagari. Sebuah pendapat mengatakan, bahwa nagari bukanlah kata asli Minangkabau. Kata nagari berasal dari bahasa sansekerta yaitu “nagara”, yang dibawa oleh bangsa Hindu yang menetap di tengah-tengah masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat tengah pada masa Hindu . Kemungkinan bangsa Hindu (bangsa asing) tersebutlah yang [...]
Filed under: Lintasan Sejarah Minangkabau | Ditandai: Adat Minangkabau | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 10 Januari 2011 by Makmur Effendi
C.1. Pengertian Adat Dalam membicarakan pengertian adat ada beberapa hal yang perlu dikemukakan, diantaranya adalah asal kata adat, pengertian adat secara umum dan pengertian adat dalam Minangkabau.1. Asal Kata Adat Dalam kehidupan sehari-hari orang Minangkabau banyak mempergunakan kata adat terutama yang berkaitan dengan pandangan hidup maupun norma-norma yang berkaitan dengan hidup dan kehidupan masyarakatnya. Kesemuan [...]
Filed under: Lintasan Sejarah Minangkabau | Ditandai: Adat Minangkabau | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 9 Januari 2011 by Makmur Effendi
Perkakas ‹ makmureffendi — WordPress.
Filed under: Aqidah Akhlak | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 9 Januari 2011 by Makmur Effendi
Meninggalkan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar, Sebab Datangnya Adzab (Oleh : Ustadz Nur Kholis bin Kurdian, Lc.) “Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang zhalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksanya”. (Qs al-Anfâl/8:25) Penjelasan Ayat Adzab Allah Ta’ala itu sangat pedih. Jika adzab itu diturunkan pada [...]
Filed under: Aqidah Akhlak, Mu'amalah, Tuntunan Islam | Ditandai: Tarbiyah Islamiyah | 1 Komentar »
Posted on 9 Januari 2011 by Makmur Effendi
Sikap Seorang Muslim Terhadap Ayat dan Hadist Tentang Asma dan Sifat Allah Sungguh Alloh subhanahu wa ta’ala telah mengabarkan kepada kita bahwasanya Dia mempunyai ilmu yang sempurna, mengetahui apa yang yang ada pada diri-Nya dan apa yang ada pada selain-Nya, sebagaimana firman Alloh subhanahu wa ta’ala أَم تَقولونَ إِنَّ إِبرٰهۦمَ وَإِسمٰعيلَ وَإِسحٰقَ وَيَعقوبَ وَالأَسباطَ كانوا [...]
Filed under: Aqidah Akhlak, Mu'amalah, Tuntunan Islam | Ditandai: Tarbiyah Islamiyah | 1 Komentar »
Posted on 9 Januari 2011 by Makmur Effendi
Agama Adalah Nasihat عَنْ أَبِيْ رُقَيَّةَ تَمِيْمِ بْنِ أَوْسٍ الدَّارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، قَالُوْا : لِمَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالأَ : لِلَّهِ، وَلِكِتَابِهِ، وَلِرَسُوْلِهِ، وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ أَوْ لِلمُؤْمِنِيْنَ، وَعَامَّتِهِمْ Dari Abi Ruqayyah, Tamim bin Aus ad-Dâri radhiyallâhu’anhu, [...]
Filed under: Aqidah Akhlak, Mu'amalah, Tuntunan Islam | Ditandai: Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 9 Januari 2011 by Makmur Effendi
Janganlah Berburuk Sangka Kepada Allah Para pembaca yang budiman, perlu untuk kita ketahui bersama bahwa Alloh adalah Dzat yang maha sempurna, baik dari Nama, Sifat maupun perbuatan-Nya. Tidak ada satupun aib atau cela yang terdapat pada Alloh. Sebagai bentuk realisasi tauhid, kita dilarang mengingkari nama dan sifat yang telah ditetapkankan oleh Alloh Ta’ala. Kita wajib [...]
Filed under: Aqidah Akhlak | Ditandai: Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 9 Januari 2011 by Makmur Effendi
Tips Menghadapi Ujian Allah Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan [...]
Filed under: Aqidah Akhlak, Mu'amalah, Tuntunan Islam | Ditandai: Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 9 Januari 2011 by Makmur Effendi
سُوۡرَةُ الفَاتِحَة بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (١) ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ (٢) ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (٣) مَـٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ (٤) إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ (٥) ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٲطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ (٦) صِرَٲطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ (٧) PEMBUKAAN Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (1) Dengan menyebut nama Allah [...]
Filed under: Aqidah Akhlak, Mu'amalah, Pembukaan, Tuntunan Islam | Ditandai: Alfatihah, Allah, Islam | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 9 Januari 2011 by Makmur Effendi
7 Terapi Hasad Seorang muslim yang hanif tentulah sadar bahwa penyakit hasad adalah penyakit yang harus diatasi mengingat bahaya yang ditimbulkannya teramat besar. Artikel ini secara singkat berusaha memberikan beberapa kiat untuk mengatasi penyakit hasad tersebut. Semoga bermanfaat Obat yang paling pertama adalah mengakui bahwa hasad itu merupakan sebuah penyakit akut yang harus dihilangkan. Tanpa [...]
Filed under: Aqidah Akhlak, Mu'amalah, Sehat Alamiah, Tuntunan Islam | Ditandai: Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on 9 Januari 2011 by Makmur Effendi
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
Filed under: Aqidah Akhlak | 1 Komentar »