Mengapa harus shalat / Shalat?


Mengapa harus shalat / Shalat?

Bunyinya seperti satu pertanyaan yang bodoh, tetapi mengapa banyak dikalangan masyarakat kita mengambil mudah akan hal shalat. Tidak Allah jadikan sesuatu itu tanpa kebaikannya, seperti puasa yang sebelum adanya penelitian ilmiah tentang manfaatnya puasa dari sudut kesehatan, mayoritas menganggap itu adalah perintah Allah dan kita harus melakukannya. Dengan adanya laporan penelitian manfaat puasa, yang taat berpuasa semakin beriman kepada dan yang sebelumnya liat untuk berpuasa mungkin tergerak akan hatinya untuk melakukannya.

 

Bagaimana pula dengan shalat yang juga rukun islam, banyak yang berpuasa tetapi tidak shalat, mungkin bagi kaum tersebut, puasa lebih kepada tradisi untuk berhari raya karena tanpa puasa, hari raya tidak lah berarti, mereka ini sadar yang puasa tanpa shalat sia-sia saja tetapi masih tidak terbuka hati untuk shalat. Mungkin dengan adanya laporan penelitian ilmiah akan manfaat shalat barangkali akan berubah hati mereka untuk shalat?

Tidak perlu penelitian ilmiah manfaat shalat bagi yang beriman karena itu perintah Allah, tetapi salat yang diterima hanyalah yang khusyuk, jadi apakah sia-sia shalat mereka yang tidak khusyuk? Apakah mereka juga sama dengan golongan yang tidak shalat? Shalat yang diterima yaitu yang khusyuk atau fokus dapat mencegah manusia dari kemungkaran, tetapi bagaimana kekhusyukan itu mengubah sikap manusia dari kemungkaran? Apakah proses didalam diri manusia itu sendiri dari sudut sains? Saya menemukan penelitian tentang otak oleh Dr. Daniel Amen, pakar brain scan dr USA. Didalam websitenya ada beberapa photo pemindaian otak dari berbagai individu dengan berbagai masalah didalam otak yang mencorak pikiran mereka.

 

Perhatikan pemindaian otak mereka yang bersyukur dan mereka yang tidak? Mereka yang selalu bersyukur otaknya aktif hampir secara menyeluruh dibandingkan dengan yang tidak (biru mewakili area yang aktif sedangkan yang merah adalah kurang aktif). Otak yang aktif keseluruhan, cara individu itu berpikir sudah semestinya lebih berbeda dibandingkan otak yang kurang aktif. Kepandaian, moralitas, daya ingat, tingkat creativiti, prestasi akademik, kepekaan, moralitas, kebugaran, stabilitas dan kontrol emosi yang baik, kematangan dan sebagainya adalah hasil dari otak yang berfungsi secara keseluruhan. Jika kita kaitkan dengan shalat, bukankah shalat itu cara kita mengucapkan syukur kita kepada Allah? Hampir seluruh bacaan dalam salat itu lebih ke puji kepada. Buktinya juga dapat dilihat dari mayoritas individu yang cemerlang dalam ujian adalah mereka yang menjaga shalatnya.

Apa bedanya mereka yang khusyuk dengan yang tidak. Selain dari mendekatkan diri kita dengan Allah, khusyuk dan fokus itu membantu kita mencapai apa saja impian hidup kita didunia ini. Banyak yang tahu tentang Law of Attraction yang kita dapat capai apa saja hajat didalam hidup kita jika kita fokus dalam pikiran kita apa yang kita inginkan, jadi jika kita bisa fokus ke Allah didalam shalat, sangat mudah untuk lebih fokus ke apa yang kita hajati dari segi harta, kasih sayang, kesehatan dan sebagainya.

 

Dengan taatnya kita kepada Allah, dalam salat dan selalu bersyukur kepada, bukankah untuk menciptakan realitas yang kita inginkan sangat mudah. Percaya akan keesaanNya, pemurahNya, pengasihNya, apa yang kita hajati sudah ada digenggaman kita, beriman kepadanya. Apa itu beriman? Percaya kepada sesuatu yang tidak bolah dibuktikan jadi jika kita percaya kepada Allah, apa yang kita hajati tidak mustahil. Itu yang dinamakan menciptakan realitas kita sendiri, dengan keredhaanNya.

Ini pula gambar pemindaian otak yang dinamakan surface scan. Perhatikan otak mereka yang ganas dibandingkan mereka yang normal? Perhatikan bagian depan otak (prefrontal cortex) yang tidak sempurna. Prefrontal cortex ini adalah CEO bagi manusia itu sendiri, secara rasional menjadi filter ke segala tindakan primitif ganas (pemikiran hewan). Bagian depan otak yang kosong itu bukan berarti ia kosong secara fisik tetapi tidak aktif karena tidak darah yang pergi kebahagian tersebut. Prefrontal cortex hewan tidak sempurna, kecil atau tidak, sebab itu mentalitas mereka fight or flight, lawan atau lari. Manusia yang ganas, kaki panas baran misalnya besar kemungkian frontal cortex mereka tidak berfungsi, sebab itu mereka selalu membuat keputusan yang tidak bijak. Penjahat berat tidak belas ikhsan terhadap manusia, seperti dalam dunia hewan, sebab itu harimau bisa makan manusia karena tidak sifat kebaikan. Bagaimana dengan manusia yang sanggup membunuh sesama sendiri?

 

Apa yang menyebabkan “kosong” nya frontal cortex kita? Stress adalah penyebab utama, hampir semua aktivitas dizaman modern meningkatkan stress. Ketika stress, pemikiran primitif mengambil alih, ini memindahkan aliran darah ke prefrontal cortex dan efek dari stress yang berkelanjutan, makin tidak aktif lah prefrontal cortex manusia tersebut. Keduanya karena kita semakin tidak menggunakan otak kita, misalnya dulu untuk perhitungan kita cepat mencongak, sekarang kalkulator pasti akan dicapai sebelumnya untuk membuat perhitungan, kemodenan itu tidak salah, tidak sadar efek kemodenan ke pikiran itu yang bahaya.

Bagaimana sembahyang yang khusyuk mencegah dari kemungkaran? Bila kita khusyuk, minda kita menjadi lebih tenang, kita berhubung dengan zat-zat Allah yang tenang dan aman, ini menghilangkan ketegangan dan bila kita fokus kepadaNya, prefrontal cortex kita akan diperbaiki dan dengan proses yang berulang2 (sembahyang yang khusuk), otak kita akan menjadi lebih sempurna dan boleh berfikir dengan lebih waras. Bayi didalam kandungan tenang dan aman, selepas lahir jika cukup makan dan tidurnya, aman tenteram tidur dengan nyenyak, itu lumrah alam.

 

Bagaimana pula dengan sujud? Apakah kesannya? Bukan kah ketika sujud bahagian yang paling rendah adalah prefrontal cortex iaitu ketika dahi mencecah bumi? Dengan kedudukan jantung yang lebih tinggi bukankah itu memaksa darah kebahagian tersebut lantas membaiki, mengaktifkan bahagian tersebut? Hasilnya kita boleh membuat keputusan yang lebih bijak, boleh berfikir mana yang baik dan buruk, boleh mencegah dari kemungkaran.

Otak umpama tim orkestra yang mana sebelum konduktor muncul semua musisi membuat hal masing-masing, tetapi bila konduktor muncul dan memimpin mereka, musik yang dihasilkan sangat indah. Otak umpama tim orkestra dan konduktor adalah prefrontal cortex otak kita. Lebih fokus kita dalam salat / meditasi, lebih sempurna frontal cortex kita seperti didalam brain scan tersebut.

 

Meditasi dikatakan mampu memulihkan fungsi otak menjadi lebih sempurna, meditasi membutuhkan fokus pada sesuatu dalam suatu waktu. Transcendental meditation seperti yang di kaji dan didorong oleh Universitas Maharishi menghubungkan diri dengan sumber kehidupan dunia ini yang mereka gelar “Unified field”. Karena jahilnya mereka, tidak mereka sadari “Unified field” tersebut sebenarnya adalah zat-zat Allah yang mana darinya muncul lah semua kehidupan didunia ini. Gambar di bawah ini adalah efek pada otak hasil dari proses meditasi tersebut.

Shalat juga adalah satu bentuk meditasi, banyak menyalah anggap yang meditasi itu meniru agama lain, meditasi adalah satu cara memfokuskan pada sesuatu dan tenangkan pikiran, fokus pada sesuatu baik bacaan, musik, pernafasan, imajinasi dan sebagainya. Didalam Islam, shalat melakukan beberapa gerakan tetapi pikiran kita harus khusyuk / fokus ke Allah dan zat-zatNya, tidak berbeda dengan meditasi, prinsipnya tetap sama.

Jadi ada perbedaan mereka yang salat dan tidak dan ada bedanya mereka yang khusyuk dan tidak, jadi shalatlah kamu sebelum kamu disembahyangkan dan khusyuklah kamu agar kamu mendapat keridhaan Allah dan menjadi manusia yang lebih bijak pemikirannya.

Sumber dari Dr Amen Clinics & Dr John Hagelin.

 

About these ads

2 Tanggapan

  1. Assalamu’alaikum…
    Sangat bermanfaat wacanan anda…
    Silahkan kunjungi blog saya
    http://abdurrahmanshaleh.wordpress.com/
    kasih komentar dan saran ya…
    Terimakasih…
    Wassalamu’alaikum

    • salut dan kagum atas kreatifitas dan seni olah pikir dan olah imajinasi anda….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: