Risalah Islam Indonesia


Muslim Indonesia punya sejarah luar biasa. Sahabat Rasulullah, pernah pula langsung berdakwah di Nusantara.

Melacak sejarah masuknya Islam ke Indonesia bukanlah urusan mudah. Tak banyak jejak yang bisa dilacak. Ada beberapa pertanyaan awal yang bisa diajukan untuk menelusuri kedatangan Islam di Indonesia. Beberapa pertanyaan itu adalah, darimana Islam datang? Siapa yang membawanya dan kapan kedatangannya?

Ada beberapa teori yang hingga kini masih sering dibahas, baik oleh sarjana-sarjana Barat maupun kalangan intelektual Islam sendiri.

Setidaknya ada tiga teori yang menjelaskan kedatangan Islam ke Timur Jauh termasuk ke Nusantara.

 

Teori pertama diusung oleh Snouck Hurgronje yang mengatakan Islam masuk ke Indonesia dari wilayah-wilayah di anak benua India.

Tempat-tempat seperti Gujarat, Bengali dan Malabar disebut sebagai asal masuknya Islam di Nusantara. Dalam L’arabie et les Indes Neerlandaises, Snouck mengatakan teori tersebut didasarkan pada pengamatan tidak terlihatnya peran dan nilai-nilai Arab yang ada dalam Islam pada masa-masa awal, yakni pada abad ke-12 atau 13. Snouck juga mengatakan, teorinya didukung dengan hubungan yang sudah terjalin lama antara wilayah Nusantara dengan daratan India.

Sebetulnya, teori ini dimunculkan pertama kali oleh Pijnappel, seorang sarjana dari Universitas Leiden. Namun, nama Snouck Hurgronje yang paling besar memasarkan teori Gujarat ini. Salah satu alasannya adalah, karena Snouck dipandang sebagai sosok yang mendalami Islam. Teori ini diikuti dan dikembangkan oleh banyak sarjana Barat lainnya.

Teori kedua, adalah Teori Persia.

Tanah Persia disebut-sebut sebagai tempat awal Islam datang di Nusantara. Teori ini berdasarkan kesamaan budaya yang dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat Islam dengan penduduk Persia. Misalnya saja tentang peringatan 10 Muharam yang dijadikan sebagai hari peringatan wafatnya Hasan dan Husein, cucu Rasulullah.

Selain itu, di beberapa tempat di Sumatera Barat ada pula tradisi Tabut, yang berarti keranda, juga untuk memperingati Hasan dan Husein. Ada pula pendukung lain dari teori ini yakni beberapa serapan bahasa yang diyakini datang dari Iran. Misalnya jabar dari zabar, jer dari ze-er dan beberapa yang lainnya.

 

Teori ini menyakini Islam masuk ke wilayah Nusantara pada abad ke-13. Dan wilayah pertama yang dijamah adalah Samudera Pasai.

 

Kedua teori di atas mendatang kritikan yang cukup signifikan dari teori ketiga, yakni Teori Arabia.

Dalam teori ini disebutkan, bahwa Islam yang masuk ke Indonesia datang langsung dari Makkah atau Madinah. Waktu kedatangannya pun bukan pada abad ke-12 atau 13, melainkan pada awal abad ke-7.

Artinya, menurut teori ini, Islam masuk ke Indonesia pada awal abad hijriah, bahkan pada masa khulafaur rasyidin memerintah. Islam sudah mulai ekspidesinya ke Nusantara ketika sahabat Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib memegang kendali sebagai amirul mukminin.

Bahkan sumber-sumber literatur Cina menyebutkan, menjelang seperempat abad ke-7, sudah berdiri perkampungan Arab Muslim di pesisir pantai Sumatera. Di perkampungan-perkampungan ini diberitakan, orang-orang Arab bermukim dan menikah dengan penduduk lokal dan membentuk komunitas-komunitas Muslim.

Dalam kitab sejarah Cina yang berjudul Chiu T’hang Shu disebutkan pernah mendapat kunjungan diplomatik dari orang-o-rang Ta Shih, sebutan untuk orang Arab, pada tahun tahun 651 Masehi atau 31 Hijirah. Empat tahun kemudian, dinasti yang sama kedatangan duta yang dikirim oleh Tan mi mo ni’. Tan mi mo ni’ adalah sebutan untuk Amirul Mukminin.

Dalam catatan tersebut, duta Tan mi mo ni’ menyebutkan bahwa mereka telah mendirikan Daulah Islamiyah dan sudah tiga kali berganti kepemimpinan. Artinya, duta Muslim tersebut datang pada masa kepemimpinan Utsman bin Affan.

Biasanya, para pengembara Arab ini tak hanya berlayar sampai di Cina saja, tapi juga terus menjelajah sampai di Timur Jauh, termasuk Indonesia. Jauh sebelum penjelajah dari Eropa punya kemampuan mengarungi dunia, terlebih dulu pelayar-pelayar dari Arab dan Timur Tengah sudah mampu melayari rute dunia dengan intensitas yang cukup padat. Ini adalah rute pelayaran paling panjang yang pernah ada sebelum abad 16.

Hal ini juga bisa dilacak dari catatan para peziarah Budha Cina yang kerap kali menumpang kapal-kapal ekspedisi milik orang-orang Arab sejak menjelang abad ke-7 untuk pergi ke India. Bahkan pada era yang lebih belakangan, pengembara Arab yang masyhur, Ibnu Bathutah mencatat perjalanannya ke beberapa wilayah Nusantara. Tapi sayangnya, tak dijelaskan dalam catatan Ibnu Bathutah daerah-daerah mana saja yang pernah ia kunjungi.

Kian tahun, kian bertambah duta-duta dari Timur Tengah yang datang ke wilayah Nusantara. Pada masa Dinasti Umayyah, ada sebanyak 17 duta Muslim yang datang ke Cina. Pada Dinasti Abbasiyah dikirim 18 duta ke negeri Cina. Bahkan pada pertengahan abad ke-7 sudah berdiri beberapa perkampungan Muslim di Kanfu atau Kanton.

Tentu saja, tak hanya ke negeri Cina perjalanan dilakukan. Beberapa catatan menyebutkan duta-duta Muslim juga mengunjungi Zabaj atau Sribuza atau yang lebih kita kenal dengan Kerajaan Sriwijaya. Hal ini sangat bisa diterima karena zaman itu adalah masa-masa keemasan Kerajaan Sriwijaya. Tidak ada satu ekspedisi yang akan menuju ke Cina tanpa melawat terlebih dulu ke Sriwijaya.

Sebuah literatur kuno Arab yang berjudul Aja’ib al Hind yang ditulis oleh Buzurg bin Shahriyar al Ramhurmuzi pada tahun 1000 memberikan gambaran bahwa ada perkampungan-perkampungan Muslim yang terbangun di wilayah Kerajaan Sriwijaya.

Hubungan Sriwijaya dengan kekhalifahan Islam di Timur Tengah terus berlanjut hingga di masa khalifah Umar bin Abdul Azis. Ibn Abd Al Rabbih dalam karyanya Al Iqd al Farid yang dikutip oleh Azyumardi Azra dalam bukunya Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII menyebutkan ada proses korespondensi yang berlangsung antara raja Sriwijaya kala itu Sri Indravarman dengan khalifah yang terkenal adil tersebut.

“Dari Raja di Raja [Malik al Amlak] yang adalah keturunan seribu raja; yang istrinya juga cucu seribu raja; yang di dalam kandang binatangnya terdapat seribu gajah; yang di wilayahnya terdapat dua sungai yang mengairi pohon gaharu, bumbu-bumbu wewangian, pala dan kapur barus yang semerbak wanginya hingga menjangkau jarak 12 mil; kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan lain dengan Tuhan. Saya telah mengirimkan kepada Anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekadar tanda persahabatan. Saya ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya dan menjelaskan kepada saya tentang hukum-hukumnya,” demikian antara lain bunyi surat Raja Sriwijaya Sri Indravarman kepada Khalifah Umar bin Abdul Azis. Diperkirakan hubungan diplomatik antara kedua pemimpin wilayah ini berlangsung pada tahun 100 hijriah atau 718 masehi.

 

Tak dapat diketahui apakah selanjutnya Sri Indravarman memeluk Islam atau tidak. Tapi hubungan antara Sriwijaya Dan pemerintahan Islam di Arab menjadi penanda babak baru Islam di Indonesia. Jika awalnya Islam masuk memainkan peranan hubungan ekonomi dan dagang, maka kini telah berkembang menjadi hubungan politik keagamaan. Dan pada kurun waktu ini pula Islam mengawali kiprahnya memasuki kehidupan raja-raja dan kekuasaan di wilayah-wilayah Nusantara.

Pada awal abad ke-12, Sriwijaya mengalami masalah serius yang berakibat pada kemunduran kerajaan. Kemunduran Sriwijaya ini pula yang berpengaruh pada perkembangan Islam di Nusantara. Kemerosotan ekonomi ini pula yang membuat Sriwijaya menaikkan upeti kepada kapal-kapal asing yang memasuki wilayahnya. Dan hal ini mengubah arus perdagangan yang telah berperan dalam penyebaran Islam.

Selain Sabaj atau Sribuza atau juga Sriwijaya disebut-sebut telah dijamah oleh dakwah Islam, daerah-daerah lain di Pulau Sumatera seperti Aceh dan Minangkabau menjadi lahan dakwah. Bahkan di Minangkabau ada tambo yang mengisahkan tentang alam Minangkabau yang tercipta dari Nur Muhammad. Ini adalah salah satu jejak Islam yang berakar sejak mula masuk ke Nusantara.

Di saat-saat itulah, Islam telah memainkan peran penting di ujung Pulau Sumatera. Kerajaan Samudera Pasai menjadi kerajaan Islam pertama yang dikenal dalam sejarah. Namun ada pendapat lain dari Prof. Ali Hasjmy dalam makalahnya pada Seminar Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Aceh yang digelar pada tahun 1978. Menurut Ali Hasjmy, kerajaan Islam pertama adalah Kerajaan Perlak.

Masih banyak perdebatan memang, tentang hal ini. Tapi apapun, pada periode inilah Islam telah memegang peranan yang signifikan dalam sebuah kekuasaan. Pada periode ini pula hubungan antara Aceh dan kilafah Islam di Arab kian erat.

Selain pada pedagang, sebetulnya Islam juga didakwahkan oleh para ulama yang memang berniat datang dan mengajarkan ajaran tauhid. Tidak saja para ulama dan pedagang yang datang ke Indonesia, tapi orang-orang Indonesia sendiri banyak pula yang hendak mendalami Islam dan datang langsung ke sumbernya, di Makkah atau Madinah. Kapal-kapal dan ekspedisi dari Aceh, terus berlayar menuju Timur Tengah pada awal abad ke-16. Bahkan pada tahun 974 hijriah atau 1566 masehi dilaporkan, ada lima kapal dari Kerajaan Asyi (Aceh) yang berlabuh di bandar pelabuhan Jeddah.

Ukhuwah yang erat antara Aceh dan kekhalifahan Islam itu pula yang membuat Aceh mendapat sebutan Serambi Makkah. Puncak hubungan baik antara Aceh dan pemerintahan Islam terjadi pada masa Khalifah Utsmaniyah. Tidak saja dalam hubungan dagang dan keagamaan, tapi juga hubungan politik dan militer telah dibangun pada masa ini.

Hubungan ini pula yang membuat angkatan perang Utsmani membantu mengusir Portugis dari pantai Pasai yang dikuasai sejak tahun 1521. Bahkan, pada tahun-tahun sebelumnya Portugis juga sempat digemparkan dengan kabar pemerintahan Utsmani yang akan mengirim angkatan perangnya untuk membebaskan Kerajaan Islam Malaka dari cengkeraman penjajah. Pemerintahan Utsmani juga pernah membantu mengusir Parangi (Portugis) dari perairan yang akan dilalui Muslim Aceh yang hendak menunaikan ibadah haji di tanah suci.

Selain di Pulau Sumatera, dakwah Islam juga dilakukan dalam waktu yang bersamaan di Pulau Jawa. Prof. Hamka dalam Sejarah Umat Islam mengungkapkan, pada tahun 674 sampai 675 masehi duta dari orang-orang Ta Shih (Arab) untuk Cina yang tak lain adalah sahabat Rasulullah sendiri Muawiyah bin Abu Sofyan, diam-diam meneruskan perjalanan hingga ke Pulau Jawa. Muawiyah yang juga pendiri Daulat Umayyah ini menyamar sebagai pedagang dan menyelidiki kondisi tanah Jawa kala itu. Ekspedisi ini mendatangi Kerajaan Kalingga dan melakukan pengamatan. Maka, bisa dibilang Islam merambah tanah Jawa pada abad awal perhitungan hijriah.

Jika demikian, maka tak heran pula jika tanah Jawa menjadi kekuatan Islam yang cukup besar dengan Kerajaan Giri, Demak, Pajang, Mataram, bahkan hingga Banten dan Cirebon. Proses dakwah yang panjang, yang salah satunya dilakukan oleh Wali Songo atau Sembilan Wali adalah rangkaian kerja sejak kegiatan observasi yang pernah dilakukan oleh sahabat Muawiyah bin Abu Sofyan.

Peranan Wali Songo dalam perjalanan Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa sangatlah tidak bisa dipisahkan. Jika boleh disebut, merekalah yang menyiapkan pondasi-pondasi yang kuat dimana akan dibangun pemerintahan Islam yang berbentuk kerajaan. Kerajaan Islam di tanah Jawa yang paling terkenal memang adalah Kerajaan Demak. Namun, keberadaan Giri tak bisa dilepaskan dari sejarah kekuasaan Islam tanah Jawa.

Sebelum Demak berdiri, Raden Paku yang berjuluk Sunan Giri atau yang nama aslinya Maulana Ainul Yaqin, telah membangun wilayah tersendiri di daerah Giri, Gresik, Jawa Timur. Wilayah ini dibangun menjadi sebuah kerajaan agama dan juga pusat pengkaderan dakwah. Dari wilayah Giri ini pula dihasilkan pendakwah-pendakwah yang kelah dikirim ke Nusatenggara dan wilayah Timur Indonesia lainnya.

Giri berkembang dan menjadi pusat keagamaan di wilayah Jawa Timur. Bahkan, Buya Hamka menyebutkan, saking besarnya pengaruh kekuatan agama yang dihasilkan Giri, Majapahit yang kala itu menguasai Jawa tak punya kuasa untuk menghapus kekuatan Giri. Dalam perjalanannya, setelah melemahnya Majapahit, berdirilah Kerajaan Demak. Lalu bersambung dengan Pajang, kemudian jatuh ke Mataram.

Meski kerajaan dan kekuatan baru Islam tumbuh, Giri tetap memainkan peranannya tersendiri. Sampai ketika Mataram dianggap sudah tak lagi menjalankan ajaran-ajaran Islam pada pemerintahan Sultan Agung, Giri pun mengambil sikap dan keputusan. Giri mendukung kekuatan Bupati Surabaya untuk melakukan pemberontakan pada Mataram.

Meski akhirnya kekuatan Islam melemah saat kedatangan dan mengguritanya kekuasaan penjajah Belanda, kerajaan dan tokoh-tokoh Islam tanah Jawa memberikan sumbangsih yang besar pada perjuangan. Ajaran Islam yang salah satunya mengupas makna dan semangat jihad telah menorehkan tinta emas dalam perjuangan Indonesia melawan penjajah. Tak hanya di Jawa dan Sumatera, tapi di seluruh wilayah Nusantara.

Muslim Indonesia mengantongi sejarah yang panjang dan besar. Sejarah itu pula yang mengantar kita saat ini menjadi sebuah negeri Muslim terbesar di dunia. Sebuah sejarah gemilang yang pernah diukir para pendahulu, tak selayaknya tenggelam begitu saja. Kembalikan izzah Muslim Indonesia sebagai Muslim pejuang. Tegakkan kembali kebanggaan Muslim Indonesia sebagai Muslim bijak, dalam dan sabar.

Kita adalah rangkaian mata rantai dari generasi-generasi tangguh dan tahan uji. Maka sekali lagi, tekanan dari luar, pengkhianatan dari dalam, dan kesepian dalam berjuang tak seharusnya membuat kita lemah. Karena kita adalah orang-orang dengan sejarah besar. Karena kita mempunyai tugas mengembalikan sejarah yang besar. Wallahu a’lam.n (Oleh Herry Nurdi/Sabili)

Fisika Kuantum Dan filsafatnya Dalam Kehidupan.


 

 

Kita semakin hari semakin menolak Allah dengan iman yang semakin tipis, misalnya lari dari hukum-hukum Allah misalnya memungkinkan arak dan perjudian dalam sebuah negara yang konon negara Islam, jika ditanya pada pemimpin-pemimpin, rata-rata menyatakan karena memperhatikan kaum lain, walaupun arak dan judi itu sendiri adalah salah satu penyebab utama penyakit sosial didalam kaum tersebut, akan tetapi karena arak dan judi itu adalah salah satu penyebab utama pendapatan negara melalui pajak dan juga mendorong wisatawan asing yang menginginkan hiburan, maka “bila aku memiliki arak dan judi, pendapatan untuk negara aku akan aman, itu sudah pasti dari perhitungan yang aku lakukan “, pendapatan dari suatu yang nyata lebih dipercaya sedangkan seharusnya pendapatan atau rezeki itu hanyalah dari Allah, dari suatu yang tidak nampak, dari suatu yang tidak dapat dibayangkan.

Seringkali saya mengaitkan fisika kuantum dalam artikel-artikel saya yang lalu, mungkin banyak dikalangan teman-teman yang pernah mendengar kata Fisika kuantum atau Quantum physic akan tetapi mungkin tidak banyak yang mengetahui apakah sebenarnya yang dikatakan fisika kuantum itu.

 

Pada awal abad ke 19, seorang ilmuwan German bernama Max Plank dalam kajiannya tentang struktur atom dan juga “black body radiation” menemukan energi (energy) secara alami adalah dalam bentuk gumpalan (lump) atau ketulan (chunk) dan bukanlah dalam bentuk gelombang radiasi berkelanjutan seperti yang dipahami sebelum itu, ia dinamakan “QUANTA” yaitu berarti kuantitas, dari situ wujudlah bidang fisika baru yang dinamakan Quantum Fisika atau Quantum Mekanik.

 

Quantum Fisika (QF) adalah fisika tentang atom, apa yang membentuk atom itu dan juga bagaimana perilaku “sub-Atomic particle” atau partikel yang membentuk atom itu sendiri. QF juga disebut fisika baru atau modern dan sangat berbeda dari fisika klasik (sebelum 1900) yang didirikan oleh Aristoteles sampai oleh Newton. Melalui quantum fisika juga, filsafat barat yang dikemukakan oleh filsuf Perancis pada abad ke 17 Rene Descarte yaitu jasad atau materi dan pikiran adalah dua unsur yang berbeda atau tidak berhubungan satu sama lain menjadi goyah oleh penemuan-penemuan baru oleh fisika modern ini. Dalam percobaan QF, terbukti pikiran mempengaruhi dunia materialistis yang manusia anggap selama ini diluar kontrol mereka.

 

Bagaimana sifat dan perilaku atom itu mempengaruhi manusia? Kita semua terbentuk dari jutaan sel yang bergabung membentuk jasad, dan sel-sel telepon dari molekul, dan molekul pula terbentuk dari atom, jadi jika kita ingin mempelajari kehidupan, bukankah penelitian mengenai atom itu sendiri yang merupakan dasar bangunan tubuh manusia itu amat penting ? Hampir semua alat elektronik penggunaan manusia modern masa kini terkait erat dengan QF, dari pemain CD, DVD, TV, ponsel, komputer, tenaga nuklir dan sebagainya, semua ini dibuat dengan prinsip QF itu sendiri. Meskipun rata-rata manusia menggunakan alat yang dibuat dengan bantuan fisik modern ini didalam kehidupan manusia sehari-hari, pemikiran manusia itu sendiri masih menggunakan prinsip klasik dalam hampir setiap detik kehidupan yang dilalui.

 

Disini saya akan mencoba untuk berbagi dengan teman-teman sekalian beberapa ide-ide baru dan filsafat dibalik QF yang mana pada pendapat saya sangat penting untuk menjalani kehidupan yang lebih berarti. Ada beberapa sudah kita gunakan atau alami sehari-harian akan tetapi tidak tahu mengapa ia demikian, misalnya bila kita tersedak konon ada orang menyebut-nyebut nama kita, bagaimana jika saya katakan eksperimen untuk menunjukkan kejadian itu memang bisa terjadi dan terbukti dalam percobaan yang dilakukan? , dan ini adalah satu konsep dalam QF yang disebut “entanglement” yang mana menyatakan partikel, objek maupun manusia didunia ini terkait dan berhubungan satu sama lain tanpa perantaraan yang jelas. Saya akan berbagi beberapa konsep dalam fisika kuantum dan mencoba mengaitkan dengan kehidupan kita sehari-harian.

 

1. Peringkat Partikel – Hanya Kemungkinan dan Probabilitas.

 

Atom yang kita belajar disekolah adalah seperti planet mengelilingi matahari dimana elektron berputar mengelilingi inti yang terdiri dari neutron dan proton. Walaupun konsep ini diadopsi untuk menjelaskan perilaku atom dan bagaimana ia dapat berinteraksi dengan atom lain untuk membentuk molekul dan seterusnya membentuk semua benda disekeliling termasuk tubuh manusia itu sendiri, hasil dari penelitian dan eksperimen terbaru atom tidak terbentuk sebegitu rupa, lebih ke abstrak , suatu yang tidak dapat dijelas atau digambarkan, malah untuk menentukan posisi dan perilaku partikel didalamnya atom itu sendiri hanyalah dapat dilakukan dengan bahasa metematik dan formula yang dalam perkiraannya juga hanyalah memberikan kemungkinan dan probabilitas saja dimana partikel itu berada. Antara dua formula yang masyur adalah “Wave Function equation” oleh Erwin Schrödinger dan “Matrices Mechanic” oleh Werner Heisenberg.

 

Pada tahun 1927, terjadi satu pertemuan fisikawan di Brussel (Solvay Conference) yang mana mereka mendiskusikan penjelasan tentang partikel dunia sub-atomik. Ada dua pihak yang bertelagah, yaitu satu pihak yang diwakili oleh Albert Einstein yang menyatakan tidak mungkin partikel ber “kemungkinan” saja berada disuatu tempat, Neils Bohr yang mewakili sebelah pihak lagi mengajukan pendapatnya bahwa secara matematiknya itulah sifat atau kelakuan partikel didalam atom. Satu ungkapan Einstein yang sangat populer dalam perdebatan mereka adalah “Tuhan tidak bermain dadu”, Bohr pula membalas “Einstein, berhenti memberitahu Tuhan apa yang harus dilakukan”.

 

Berbeda dengan filsafat fisika klasik yang mana semua kehidupan didunia ini adalah berlandaskan 3 hukum gerak Newton (Newton Law Of Motion) yang mana semua kejadian dapat diramalkan, ini tidak terjadi dalam dunia sub-atomik yang mana hanya kemungkinan dan probabilitas saja yang dapat dihitung. Jika kita kaitkan konsep ini dalam kehidupan sehari-harian, tidak apa yang pasti, semua hanyalah kemungkinan dan probabilitas saja yang ia dapat dan akan terjadi. Bahkan jika posisi partikel diketahui, kita tidak dapat menghitung momentum partikel tersebut, begitu juga sebaliknya.

 

Lihat kehidupan yang kita lalui ini, nampaknya seolah-olah ia juga sebegitu jika kita samakan itu dengan dunia sub-atomik, dunia seolah-olah tidak kepastian, hanya kemungkinan dan kemungkinan saja, jadi jika kepastian, dari mana pula datangnya takdir? Sebab itu Albert Einstein tidak dapat menerima kenyataan Neils Bohr karena baginya tuhan tidak menjadikan dunia ini seperti suatu perjudian. Saya juga setuju dengan Einstein, akan tetapi apa yang akan menjadikan dunia ini suatu kepastian atau takdir adalah dengan hukum kehidupan seperti yang Allah berikan dalam Al Quran. Akan saya jelaskan setelah ini.

 

2. Dua sifat Elektron – Partikel (Particle) Atau Gelombang?

 

Cahaya sangat berkaitan erat dengan atom, cahaya internal dari unit kecil yang disebut photon sedangkan atom diwakili oleh unsur sub-atomik lebih kecil yang disebut partikel apakah elektron, neutron atau proton. Atom dapat mengeluarkan energi darinya dalam bentuk photon. Sejarah awal penelitian tentang cahaya adalah oleh Christian Huygens pada abad ke 16, dia mengemukakan pendapat bahwa cahaya berfungsi sebagai gelombang, umpama gelombang saat batu dijatuhkan dalam kolam. Pada abad ke 17 pula Sir Isaac Newton meramalkan bahwa cahaya internal dari partikel kecil yang dinamakan “corpuscular”. Dalam abad ke 18 pula, Thomas Young melakukan percobaan yang amat mashyur dalam dunia fisika yaitu apa yang dinamakan “Double Slit Experiment” membuktikan bahwa cahaya berperilaku sebagai gelombang dan bukan partikel. Pada tahun 1905 pula, Albert Einstein yang pada waktu itu bekerja sebagai kerani di Zurich mengeluarkan kertas ilmiah tentang “Photoelectric Effect” yang mana menyatakan bahwa cahaya terdiri dari partikel kecil yang dinamakan photon dalam konsep bagaimana energi diserap dan disebarkan. Ini sejalan dengan penemuan Max Plank yang mana asal nama QF itu dimulai yaitu “QUANTA”. Pertanyaannya mana satu yang benar, apakah cahaya atau sub-Atomic bersifat gelombang atau partikel, atau mungkinkah keduanya?

 

Atom dan cahaya sangat penting dalam kehidupan manusia, tanpa atom tidak jasad atau benda yang terbentuk dan tanpa cahaya pula tidak apa yang dapat dilihat oleh manusia. Akan tetapi hasil dari penelitian fisika kuantum ini, fisikawan menyimpulkan bahwa hasil suatu percobaan yang menentukan hasilnya adalah gelombang atau partikel adalah berdasarkan untuk tujuan apa percobaan itu dilakukan, jika ia untuk mempelajari cahaya atau partikel sebagai gelombang, maka gelombang yang akan dilihat dan begitu juga sebaliknya. Ini apa yang disebut sebagai “Complimentary principle” sub-atomik yang mana ia dapat bersifat sebagai partikel atau gelombang tergantung pada niat dan tujuan sesuatu percobaan itu dilakukan.

Sulit untuk mempercayai suatu yang tidak terlihat dan tidak kepastian (ganjaran Allah), maka sebab itu manusia hari ini rata-rata hidup dengan kepastian yang ada didalam gengaman mereka, misalnya mengambil korupsi saat peluang ada, menaikkan harga atau mengubah kualitas / kuantitas barang yang dijual untuk keuntungan maksimum, minta gaji yang lebih besar hanya karena punya ijazah kelas 1 dan bukan kualitas kerja yang dimiliki dan sebagainya. Hidup sebenarnya penuh dengan kemungkinan dan probabilitas, dan gembira, duka, baik atau buruk kehidupan itu sebenarnya datang dari diri kita sendiri (dengan izin Allah), kita harus mencoba untuk mendapatkannya (nikmat dunia) akan tetapi disebabkan dasar bangunan alam ini yaitu atom penuh dengan ketidakpastian, kemungkinan dan probabilitas, nikmat dunia yang sebenarnya hanyalah dengan mengikuti landasan-landasan hukum yang diizinkan Allah.

Bagi saya sesuatu yang tidak nampak, yaitu iman (fisika kuantum) itu lebih utama dari ukuran sertifikat (fisika klasik) karena hidup ini penuh dengan kemungkinan dan probabilitas saja. Sedangkan ada kalanya perbedaan beratnya amal walau sebesar zarah itu pun sudah cukup untuk menentukan apakah kita kesyurga atau neraka. Ambil contoh perbedaan raksa atau merkuri dengan emas, keduanya adalah logam tetapi raksa dalam bentuk cairan, kurang bernilai malah beracun. Emas pula suatu yang keras dan sangat bernilai. Perbedaan antara keduanya hanyalah satu elektron saja (raksa 79 dan emas 80) akan tetapi keduanya memberikan perbedaan yang nyata umpama surga dan neraka.

 

Kebanyakan manusia beriman tetapi tidak percaya, tidak percaya yang Allah itu maha pemberi, sebab itu kita lebih pasti rezeki dengan menghambakan orang lain walaupun kononnya dengan niat untuk menolong (pembiayaan jual beli), tidak percaya Allah itu maha adil, sebab itu dengan selambanya menghabiskan duit rakyat untuk kepentingan sendiri dan kroni, korupsi dan sebagainya. Sebab itu dalam Alquran ketika Allah SW menyeru manusia Allah menyebutnya “O people who beleive”, yaitu wahai manusia yang percaya dan bukan manusia yang shalat, puasa dan sebagainya, karena percaya itu sendiri sangat penting. Lalu percaya dengan sepercayanya barulah rukun islam secara otomatis akan dilakukan oleh manusia dengan ikhlas dan bukan karena terpaksa.

 

Tetapi karena Allah itu tidak kelihatan, maka sangat sulit untuk manusia mempercayai Allah itu ada walaupun Allah SW itu lebih hampir dari urat leher mereka sendiri. Sebab itu kafirun membuat patung berhala, karena apa? karena bila melihat tuhan baru percaya, sedangkan fisika kuantum telah membuktikan bahwa sesuatu yang tidak terlihat itu (nukleus) punya daya yang teramat hebat, jadi jika kita mempercayai Allah dengan sepenuhnya maka menciptakan sesuatu yang hebat dan mendapat bantuan Allah itu adalah mudah. Sebab itu para Nabi mampu melakukan mukjizat karena percaya mereka seratus-persen dan sepanjang waktu dan bukan manusia akhir zaman ini yang percayanya adalah musiman saja.

 

nilah sebenarnya janji Allah, semakin kita percaya kepada Allah, semakin hebat sebenarnya kehidupan kita, ambil contoh zaman kegemilangan islam dahulu yang hebat baik dari segi ekonomi sampai peradaban ilmu, akan tetapi sedikit demi sedikit itu lenyap hingga umat islam hari ini seolah-olah diratah oleh kafirun.

Thawban meriwayatkan, Nabi (SAW) bersabda: Orang-orang kafir akan memanggil satu sama lain untuk menyerang kamu sebagaimana orang yang makan mengundang orang lain untuk berbagi hidangan. Seorang bertanya: Apakah itu karena jumlah kami yang kecil? Beliau menjawab: Tidak, jumlah kamu banyak umpama sampah2 yg dihanyutkan oleh arus banjir, akan tetapi telah Allah hilangkan rasa takut dari dada orang kafir keatas kamu dan meletakkan “wahn” didada kamu. Seorang bertanya: Apakah itu “wahn”. Beliau menjawab: Cintakan dunia dan takut mati. Abu Dawud Hadis 4284

 

Manusia cintakan dunia kerana apa? Kerana dunia inilah bagi mereka suatu yang nyata berbanding dengan syurga yang janji Allah yang tidak kelihatan. Maka dunia materialistik hari ini menjadi mantra kehidupan dan semuanya boleh dicapai dengan ekonomi berasaskan riba’, pinjam dan bayar bulan-bulan menjadi hamba kepada bank hinggalah sampai keliang lahat pun hutang tak habis dibayar. Dan apabila cintakan dunia, manusia semakin sibuk dan tidak punya masa lagi untuk mendekati Allah apatah lagi mempercayai dengan sepenuhnya keesaan Allah itu.

 

Fizik kuantum amat pelik dan sukar diterima oleh minda manusia yang sudah terbiasa dengan fizik klasik malah Albert Einstein sehingga dia meninggal dunia, beliau menganggap fizik kuantum tidak lengkap walaupun kajian dan ujikaji terbaru semakin mengesahkan kepelikannya. Banyak perkara kehidupan yang dapat dijelaskan dengan fizik kuantum, malah hukum tarikan yang menjadi corak pemikiran baru untuk memberi motivasi kepada manusia hari ini juga berasaskan kepada fizik kuantum, akan tetapi ianya juga mengesahkan beberapa hukum yang perlu diikuti. Fizik kuantum juga membuktikan bahawa minda dan pemikiran kita juga adalah suatu yang nyata dan mempengaruhi persekitaran, sebab itu menjaga minda itu amat penting didalam islam baik dengan solat yang khusyuk hinggalah kepada larangan mengambil sesuatu yang memabukkan.

Satu fakta terakhir disini yang saya ingin berbagi dengan teman-teman adalah struktur atom itu sendiri, selain posisi partikel tidak dapat ditentukan, kebanyakan ruang didalam atom adalah kosong, jika ukuran atom sebesar Stadium Merdeka, ukuran nukleus hanyalah sebesar seekor lalat ditengah-tengah padang stadion itu saja. Jika semua ruang kosong dari dalam atom tubuh manusia dikeluarkan, manusia itu sendiri lebih kecil dari sebutir garam. Dan jika semua manusia dalam dunia ini dikumpulkan dengan spasi atom didalam tubuh mereka dikeluarkan, kita semua hanyalah sebesar sebuah apel saja, inilah bukti bahwa kita semua seolah-olah berada didalam “genggaman” Allah SW. Mohon sedikit berbagi ilmu ini dapat membantu teman-teman agar dapat melihat dunia ini dari sudut yang berbeda, yaitu sudut dunia teramat halus akan tetapi punya daya yang luar biasa, insyaallah.

 

Kembali ke kisah perjumpaan fisikawan di Brussel, hasil dari diskusi mereka terhasilah interpretasi tentang fisika kuantum, apa yang disebut “Conpenhagen Interpetation of Quantum Mechanic”. Ia umumnya menyatakan kita tidak dapat mengukur atau memeriksa posisi sesuatu partikel itu sebelum kita melihat partikel itu sendiri, hanya kemungkinan dan probabilitas saja partikel itu berada di suatu lokasi sampai kita melihat atau mengukur. Hanya bila kita mengukur atau melihatnya, apa yang dinamakan “Collapse of Wave Function” terjadi menyebabkan partikel yang sebelumnya berada di semua lokasi (superposition) pada suatu waktu itu menjadi suatu yang nyata.

Dari penerangan video diatas, atom berada dalam keadaan “superposition” iaitu semuanya adalah hanya kebarangkalian dan kemungkinan sahaja. Hanya apabila kita membuat pengukuran atau melihat maka ia menjadi suatu yang nyata dan bukan sekadar gelombang (collapse of wave function). Ini yang dikatakan kita mencipta realiti kehidupan, melalui cara kita melihat dunia itu sendiri dari pemikiran. Ini juga rahsia disebalik hukum tarikan (Law of Attraction). Pada pendapat saya, disinilah kita sebagai manusia perlu menumpukan terhadap apa yang kita ingin kan dan sebagai seorang muslim kita sudah ada latihan untuk fokus dan tumpukan perhatian iaitu solat. Akan tetapi berapa ramai manusia yang mampu melakukannya?, maka untuk mencipta realiti hidup amat sukar dan rata-rata manusia akan hidup didalam ketakutan, risaukan perkara buruk akan berlaku kerana mereka adalah lemah dan hanya menjadi mangsa keadaan.

 

Paham baru ini juga sangat bertentangan dengan fisika klasik yang mana dunia ini sudah dijadikan oleh tuhan seolah-olah sebuah “Great Machine” dan kita adalah salah satu gear-gear yang berputar didalamnya dan apa yang terjadi pada diri kita adalah karena gear samping yang berputar, baik atau buruk yang terjadi dalam kehidupan, kita hanyalah sebagai korban dan tidak kena mengena langsung dengan sebab terjadinya sesuatu kejadian itu. Akan tetapi hasil dari penelitian QF ini menemukan dari pemikiran kita sendiri, yaitu bagaimana kita ingin melihat kehidupan itu sendiri akan mempengaruhi kehidupan sebenarnya yang akan kita alami.

 

Apakah bertentangan dengan Islam? Bagi saya tidak karena Allah itu Maha Pemurah dan apa saja yang kita inginkan pasti akan dikurniakannya.

Dan Tuhanmu berfirman:

وربكم يقول : أيها صلوا للصلاة، ثم انني سوف تسمح لك. (سورة غافر 40:60)

berdoalah kamu kepada niscaya Aku perkenankan doa kamu. (Surah Ghafir 40:60)

 

Akan tetapi mengapa hidup kita penuh dengan duka? Jika dari cara kita melihat atau mengukur dunia ini menentukan baik atau buruk “collapse of wave function” dalam kehidupan kita, mencoba selidik rata-rata manusia hari ini hidup dengan pemikiran yang lebih negatif dari positif, manusia selalu berada dalam kondisi ketakutan, lihatlah apa tampilan utama dalam berita, apa judul percakapan utama antara teman-teman, maka itu jugalah makin lama makin nampak dalam kehidupan. Sebab itu kita dianjurkan selalu shalat tanda bersyukur, jiwa yang tenang dan bersyukur akan memberikan pemikiran yang gembira lantas akan memberikan lebih kegembiraan dalam kehidupan.

 

Jika pemikiran kita mempengaruhi kehidupan dan Allah SW itu maha pemurah, mengapa apa yang kita pohon, kita pinta, kita menginginkan tak kunjung tiba?

وعندما عبادي الآية لي بعد ذلك (أخبرهم) : إني أنا (الله) دائما قريبة (لهم)، أسمح لتطبيق الناس الذين يصلون عندما يصلي لي. ثم اسمحوا لهم إجابة دعوتي (إطاعة الأوامر)، والسماح لهم يعتقدون أنهم قد تكون جيدة وحقيقية. سورة

(Albaqarah 2:186).

Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku maka (beritahu kepada mereka): Sesungguhnya Aku (Allah) senantiasa hampir (kepada mereka); Aku perkenankan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu. Maka hendaklah mereka menyahut seruanku (dengan mematuhi perintahku) dan hendaklah mereka beriman kepada supaya mereka menjadi baik serta benar. Surah (Albaqarah 2:186).

 

Karena kebanyakan kita hanya berdoa saat susah dan lupakan Allah dikala senang. Kita beriman kepada Allah tetapi tidak percaya Allah itu Maha Melihat dan Maha Mengetahui dan kita melakukan maksiat dan melanggar perintah Allah dengan mudahnya, kemudian merungut Allah tidak memperkenankan doa. Allah menginginkan “full time” muslim dan bukan “part time” muslim seperti maksud ayat surat AlBaqarah diatas.

 

Minda manusia memengaruhi kehidupan sebenarnya dan percobaan dari bidang fisika kuantum ini telah membuktikannya, kita bukanlah hanya sekedar “mesin ciptaan Allah” dan hidup atas takdir yang kita sendiri tidak tahu apakah itu benar-benar takdir Allah. Manusia yang selalu menyalahkan takdir adalah manusia yang tidak mau bertanggung jawab, apakah mau lalu tangan, hanya menyalahkan manusia lain atau tidak tahu bahwa apa yang terjadi sebenarnya adalah disebabkan baik dari pemikiran atau perbuatan yang mereka lakukan sendiri, apa yang saya panggil “takdir ciptaan sendiri” . Apa? Takdir yang kita sendiri ciptakan? Ya, kita hidup didunia ini bukanlah bebas, ada “certain feature of law” yaitu hukum yang harus diikuti dan itu termaktub dalam Alquran dan jika kita menyimpang darinya, akan ada “takdir” yang tidak diundang dari sebab menyimpangnya kita itu.

 

 

3. Bell Theoram – Aku, Engkau, Kita Dan Mereka

Adalah Terkait.

Salah satu fenomena pelik didalam QF adalah dimana prinsip fisika klasik yaitu “locality” menjadi goyah. “Locality” maksudnya sesuatu kejadian itu hanya dapat terjadi bila ada penyebab secara langsung dan dekat. Misalnya sesuatu kejadian itu tidak mungkin terjadi hanya karena orang lain yang letaknya ribuan kilometer melakukan sesuatu. Telah saya berikan contoh di dalam ayat yang kelima tentang gurauan kita terhadap fenomena tersedak, bagaimana pula dengan fenomena Si ibu yang merasa tak sedap hati atau resah gelisah bila sesuatu kejadian buruk terjadi terhadap anaknya dirumah sedangkan dia tidak diberitahu pun apa yang terjadi?

Pada tahun 1964, fisikawan Irish bernama John Bell membuktikan secara matematika bahwa teori kuantum hubungan “non-local” yang digelar “spooky action at a distance” yaitu suatu unsur dapat memberi kaitan ke sesuatu unsur yang lain walaupun tidak ada hubungan baik informasi atau kominikasi sesama mereka. Teori beliau dinamakan Bell Theorem yang mana dianggap penemuan paling berarti dalam abad ke 20 ini. Pada tahun 1972, dua fisikawan Amerika bernama Stuart Freedman dan John Clauser telah berhasil melakukan percobaan untuk membuktikan Bell Theoram dan pada tahun 1979 pula fisikawan Perancis bernama Alain Aspect berhasil melakukan percobaan yang diterima secara luas dalam pembuktian Bell Theoram, kaitan sesama unsur sub-atom bukanlah lagi hanya melalui matematika akan tetapi dengan bukti percobaan yang kokoh.

 

Jika kita lihat asal kejadian dunia ini dari teori big bang (Surah Al-Anbiya 21:30) sampai penciptaan Adam, dari penciptaan atom sampai penciptaan manusia, kita semua sebenarnya terkait satu sama lain, ada hubungan antara semua benda dan kehidupan ciptaan Allah ini dalam ruang energi yang tidaj terlihat. Masalah manusia hari terjadi karena kita dibesarkan dengan pendekatan yang salah terutama dengan pemikiran Darwinisme yang mementingkan perlunya menjadi yang terkuat, terhebat, terpandai, terkaya dan sebagainya untuk terus hidup, diri manusia itu menjadi semakin terasing. Kita tidak lagi melihat insan dan kehidupan lain sebagai bagian dari diri kita sendiri atau sebagai salah satu dari ciptaan Allah yang harus dijaga, dihormati, dididik, dikasihi dan sebagainya, sebaliknya manusia lebih mementingkan diri sendiri dan juga keluarga terdekat. Perpecahan dikalangan manusia makin jelas signifikan hari ini bila sianak dan orangtua ada yang turun naik pengadilan bertelagah.

Apa yang kita lakukan akan menyebabkan sesuatu yang sama juga akan terjadi ditempat lain dan akhirnya akan kembali ke diri kita kembali, inilah janji Allah seperti ayat berikut,

Jika kamu berbuat baik (berarti) kebaikan yang kamu lakukan adalah untuk diri kamu dan jika kamu berbuat kejahatan, maka (kesannya yang buruk) berbalik kepada diri kamu juga. Surah Al-Isra 17:7.

Pengasihnya Allah itu melarang manusia melakukan sesuatu kejahatan adalah karena ia akan berbalik kepada manusia itu sendiri. Inilah antara hukum kehidupan yang Allah telah tetapkan. Ambil contoh larangan riba ‘, didalam riba’ kita menghisap darah manusia lain dengan memaksa mereka membayar lebih dari apa yang dipinjam, jadi kita hanya goyang kaki tanpa perlu keringat menitik setetes pun menantikan keuntungan, kita menjadi perompak terhormat sebenarnya, dan bila kita merampok orang lain , dari konsep “non-locality” fisika kuantum, kita membentuk diri insan lain menjadi perompak juga yang mana suatu hari nanti mereka ini akan merampok diri kita pula.

 

 

Coba lihat area perumahan masa kini, mengapa pencurian pecah rumah sering terjadi hingga terpaksa menyewa pengawal untuk menjaga rumah? Mengapa setiap rumah harus dipasang grill? Manusia harus hidup didalam penjara buatan sendiri. Bisa dikatakan hampir 99.99% rumah yang dibeli adalah dengan pinjaman riba ‘baik riba’ ikut pintu depan (konvensional) maupun riba ‘ikut pintu belakang (islamik), maka sebab itulah perampokan pecah rumah dan sebagainya semakin menjadi-jadi. Karena kita merampok manusia lain tanpa sadar yaitu dengan mendorong inflasi (dalam lambakan uang pinjaman), menurunkan nilai uang dan menganiaya insan lain terutama yang miskin maka siapa harus dipersalahkan jika tidak diri sendiri? Manusia sendiri yang menciptakan perompak yang akhirnya merampok diri mereka sendiri.bukti percobaan yang kokoh.

4. Tiada Yang Gratis Didunia Ini.

 

Dunia partikel sub-atomik sebenarnya sangat sibuk, partikel tidak tetap dalam satu bentuk dan berubah menjadi unsur berbeda dan kemudian kembali ke keadaan asal. ada hampir seratus sub-partikel baru ditemukan hasil dari percobaan tentang dunia subatomik ini, fisikawan Kenneth Ford menggelar kondisi ini sebagai “particle zoo”. Elektron misalnya tidak hanya tetap sebagai elektron tetapi sepanjang waktu mengeluar dan menyerap photon. Keadaannya seperti ini, mulanya ada elektron, kemudian elektron dan photon, kemudian hanya elektron. Proton dapat berubah menjadi dua unsur yaitu proton dan netral Pion (salah satu unsur sub-atomik), dan kemudian kembali ke proton asal. Lihat photo disebelah yang menunjukkankan diagram untuk fenomena tersebut, diagram sebegini dinamakan Feynman diagram yang di kemukakan oleh fisikawan Richard Feynman untuk menggambarkan fenomena dunia subatomik ini.

 

Akan tetapi keberadaan partikel lain yang tidak permanen dan hanya ada dalam waktu yang teramat singkat. Situasi ini sangat bertentangan dengan hukum mempertahankan energi (Conservation Law Of Mass-Energy, ingat e = mc2?) yang menyatakan kita tidak bisa mendapatkan sesuatu dari tanpa penambahan energi atau massa (energy or mass), tetapi menurut teori kuantum ini, kita dapat mendapatkan sesuatu dari tanpa penambahan energi atau massa, akan tetapi ia hanyalah untuk jangka waktu yang teramat singkat yaitu sekitar satu per triliun saat.

 

Bila saya membaca pernyataan ini, terfikir akan saya pada mereka yang mengambil hak orang lain seperti makan riba ‘, mencuri, makan korupsi dan sebagainya dan menyangka bahwa mereka mendapatkan itu secara gratis dan tidak ada apa yang akan terjadi kepada diri mereka. Apa yang diambil itu tadi hanya ada dalam waktu singkat berdasarkan cerita “particle zoo” itu tadi, hukum mempertahankan energi itu juga menyatakan tidak yang datang secara gratis, harus ada suntikan energi E atau M untuk mendapatkan sesuatu dan jika tersedia pun hanya akan tetap dalam waktu yang singkat. Jadi ambil contoh mereka yang makan harta riba ‘, mereka yang mencuri, makan korupsi dan sebagainya, jika apa yang mereka ambil itu tidak hilang sebagai uang dalam bentuk pencurian, akan ada cara lain bekerja hilang apakah hilang kegembiraan, hilang kesehatan dan sebagainya. Karena apa? Karena Allah itu maha adil dan inilah dia salah satu hukum kehidupan tersedia dari awal dunia diciptakan hingga kehari kiamat. Apa yang dinikmati dengan gratis akan kembali ke keadaan aslinya.

 

Bergembiralah mereka yang ditimpa musibah karena dalam hidup kita hari ini yang penuh dengan riba ‘baik dari petunjuk uang kertas yang tidak punya nilai didalamnya sampai rumah dan mobil yang kita beli dengan riba’ karena Allah ingin mengembalikan kembali energi yang bukan hak kita itu. Akan tetapi buat mereka yang mencari perlindungan selain dari Allah, dengan memiliki pengawal pribadi keliling pinggang, punya kroni dan pengikut yang memastikan mereka senantiasa di tangga atas menggunakan pangkat dan jabatan untuk menindas, balasan Allah diakhirat nanti amat pedih dan tidak mampu terbayang oleh pandangan mata dan jiwa.

 

Buktinya sudah ada, lihat beda bom kimia dan bom nuklir, bom kimia adalah dari manipulasi kimia dan atom, bom nuklir adalah manipulasi nukleus yang jutaan kali lebih kecil dari atom itu sendiri akan tetapi energi yang dikeluarkan sangat hebat. Bayangkanlah jika ada sebezar partikel sekalipun dosa yang akan dibalas oleh Allah diakhirat, harap gambaran bom nuklir sudah cukup untuk memberi kabar buruk bagi mereka yang tidak mempercayai Allah dan meninggalkan segala larangannya itu.

————————————————– ——————————

 

Lihat kembali ke sifat atom, walaupun dasar kehidupan dan benda didunia itu bersifat penuh ketidakpastian, manusia tidak mengambil pandangan sebegitu didalam kehidupan. Ambil contoh cara kita mendidik generasi sekarang terutama anak-anak, kita terlalu taksub dengan pencapaian anak kita disekolah dengan catatan nilai berdasarkan apa yang dapat dilihat didalam sertifikat, karena apa? karena dari berapa banyak A didalam sertifikat itulah nanti seolah-olah menentukan baik atau tidak kehidupan mereka dimasa akan datang. Kita semakin hilang pertimbangan untuk menilai sasuatu yang tidak nampak yaitu “ukuran iman” anak kita sendiri. Akan tetapi bagaimana perkiraan iman itu akan dipertimbangkan jika kita sendiri beriman hanya menurut waktu, apakah pada hari jumaat saja atau pada waktu nak nikah kahwin atau cerai, malah lebih parah lagi hanya bila nak mati.

 

Kita semakin hari semakin menolak Allah dengan iman yang semakin tipis, misalnya lari dari hukum-hukum Allah misalnya memungkinkan arak dan perjudian dalam sebuah negara yang konon negara Islam, jika ditanya pada pemimpin-pemimpin, rata-rata menyatakan karena memperhatikan kaum lain, walaupun arak dan judi itu sendiri adalah salah satu penyebab utama penyakit sosial didalam kaum tersebut, akan tetapi karena arak dan judi itu adalah salah satu penyebab utama pendapatan negara melalui pajak dan juga mendorong wisatawan asing yang menginginkan hiburan, maka “bila aku memiliki arak dan judi, pendapatan untuk negara aku akan aman, itu sudah pasti dari perhitungan yang aku lakukan “, pendapatan dari suatu yang nyata lebih dipercaya sedangkan seharusnya pendapatan atau rezeki itu hanyalah dari Allah, dari suatu yang tidak nampak, dari suatu yang tidak dapat dibayangkan.

 

Sulit untuk mempercayai suatu yang tidak terlihat dan tidak kepastian (ganjaran Allah), maka sebab itu manusia hari ini rata-rata hidup dengan kepastian yang ada didalam gengaman mereka, misalnya mengambil korupsi saat peluang ada, menaikkan harga atau mengubah kualitas / kuantitas barang yang dijual untuk keuntungan maksimum, minta gaji yang lebih besar hanya karena punya ijazah kelas 1 dan bukan kualitas kerja yang dimiliki dan sebagainya. Hidup sebenarnya penuh dengan kemungkinan dan probabilitas, dan gembira, duka, baik atau buruk kehidupan itu sebenarnya datang dari diri kita sendiri (dengan izin Allah), kita harus mencoba untuk mendapatkannya (nikmat dunia) akan tetapi disebabkan dasar bangunan alam ini yaitu atom penuh dengan ketidakpastian, kemungkinan dan probabilitas, nikmat dunia yang sebenarnya hanyalah dengan mengikuti landasan-landasan hukum yang diizinkan Allah.

 

Bagi saya sesuatu yang tidak nampak, yaitu iman (fisika kuantum) itu lebih utama dari ukuran sertifikat (fisika klasik) karena hidup ini penuh dengan kemungkinan dan probabilitas saja. Sedangkan ada kalanya perbedaan beratnya amal walau sebesar zarah itu pun sudah cukup untuk menentukan apakah kita kesyurga atau neraka. Ambil contoh perbedaan raksa atau merkuri dengan emas, keduanya adalah logam tetapi raksa dalam bentuk cairan, kurang bernilai malah beracun. Emas pula suatu yang keras dan sangat bernilai. Perbedaan antara keduanya hanyalah satu elektron saja (raksa 79 dan emas 80) akan tetapi keduanya memberikan perbedaan yang nyata umpama surga dan neraka.

 

Kebanyakan manusia beriman tetapi tidak percaya, tidak percaya yang Allah itu maha pemberi, sebab itu kita lebih pasti rezeki dengan menghambakan orang lain walaupun kononnya dengan niat untuk menolong (pembiayaan jual beli), tidak percaya Allah itu maha adil, sebab itu dengan selambanya menghabiskan duit rakyat untuk kepentingan sendiri dan kroni, korupsi dan sebagainya. Sebab itu dalam Alquran ketika Allah SW menyeru manusia Allah menyebutnya “O people who beleive”, yaitu wahai manusia yang percaya dan bukan manusia yang shalat, puasa dan sebagainya, karena percaya itu sendiri sangat penting. Lalu percaya dengan sepercayanya barulah rukun islam secara otomatis akan dilakukan oleh manusia dengan ikhlas dan bukan karena terpaksa.

 

Tetapi karena Allah itu tidak kelihatan, maka sangat sulit untuk manusia mempercayai Allah itu ada walaupun Allah SW itu lebih hampir dari urat leher mereka sendiri. Sebab itu kafirun membuat patung berhala, karena apa? karena bila melihat tuhan baru percaya, sedangkan fisika kuantum telah membuktikan bahwa sesuatu yang tidak terlihat itu (nukleus) punya daya yang teramat hebat, jadi jika kita mempercayai Allah dengan sepenuhnya maka menciptakan sesuatu yang hebat dan mendapat bantuan Allah itu adalah mudah. Sebab itu para Nabi mampu melakukan mukjizat karena percaya mereka seratus-persen dan sepanjang waktu dan bukan manusia akhir zaman ini yang percayanya adalah musiman saja.

 

Inilah sebenarnya janji Allah, semakin kita percaya kepada Allah, semakin hebat sebenarnya kehidupan kita, ambil contoh zaman kegemilangan islam dahulu yang hebat baik dari segi ekonomi sampai peradaban ilmu, akan tetapi sedikit demi sedikit itu lenyap hingga umat islam hari ini seolah-olah diratah oleh kafirun.

قال النبي (ص) وروى ثوبان : إن الذين كفروا ستستدعي بعضها البعض للهجوم عليك من الناس الذين يأكلون لدعوة الآخرين للمشاركة في الطبق. وتساءل أحد : هل كان ذلك بسبب أعدادنا صغيرة؟ فأجاب : لا ، وسوف تكون مثيل حاليا العديد من  جرفتها تيارات الفيضانات، ولكن الله إزالة الخوف من الكفار وفوق صدرك ووضع  صدرك. سؤال : ما هي . فأجاب : العالم  والخوف من الموت. أبو داود الحديث 4284

Thawban meriwayatkan, Nabi (SAW) bersabda: Orang-orang kafir akan memanggil satu sama lain untuk menyerang kamu sebagaimana orang yang makan mengundang orang lain untuk berbagi hidangan. Seorang bertanya: Apakah itu karena jumlah kami yang kecil? Beliau menjawab: Tidak, jumlah kamu banyak umpama sampah2 yg dihanyutkan oleh arus banjir, akan tetapi telah Allah hilangkan rasa takut dari dada orang kafir keatas kamu dan meletakkan “wahn” didada kamu. Seorang bertanya: Apakah itu “wahn”. Beliau menjawab: Cintakan dunia dan takut mati. Abu Dawud Hadis 4284

Manusia cintakan dunia karena apa? Karena dunia inilah untuk mereka suatu yang nyata dibandingkan dengan surga yang janji Allah yang tidak kelihatan. Maka materialisme hari ini menjadi mantra kehidupan dan semuanya dapat dicapai dengan ekonomi berbasis riba ‘, pinjam dan bayar bulan-bulan menjadi hamba kepada bank sampai sampai keliang lahat pun hutang tak dilunasi. Dan bila cinta dunia, manusia semakin sibuk dan tidak punya waktu lagi untuk mendekati Allah apalagi percaya dengan sepenuhnya keesaan Allah itu.

 

Fisika kuantum sangat pelik dan sulit diterima oleh pikiran manusia yang sudah terbiasa dengan fisika klasik malah Albert Einstein sehingga dia meninggal dunia, beliau menganggap fisika kuantum tidak lengkap meskipun penelitian dan percobaan terbaru semakin mengkonfirmasi kepelikannya. Banyak hal kehidupan yang dapat dijelaskan dengan fisika kuantum, malah hukum atraksi yang menjadi corak pemikiran baru untuk memberi motivasi kepada manusia hari ini juga didasarkan pada fisika kuantum, akan tetapi juga mendorong beberapa hukum yang harus diikuti. Fisika kuantum juga membuktikan bahwa pikiran dan pemikiran kita juga adalah suatu yang nyata dan mempengaruhi lingkungan, sebab itu menjaga pikiran itu sangat penting didalam islam baik dengan shalat yang khusyuk sampai larangan mengambil sesuatu yang memabukkan.

 

Satu fakta terakhir disini yang saya ingin berbagi dengan teman-teman adalah struktur atom itu sendiri, selain posisi partikel tidak dapat ditentukan, kebanyakan ruang didalam atom adalah kosong, jika ukuran atom sebesar Stadium Merdeka, ukuran nukleus hanyalah sebesar seekor lalat ditengah-tengah padang stadion itu saja. Jika semua ruang kosong dari dalam atom tubuh manusia dikeluarkan, manusia itu sendiri lebih kecil dari sebutir garam. Dan jika semua manusia dalam dunia ini dikumpulkan dengan spasi atom didalam tubuh mereka dikeluarkan, kita semua hanyalah sebesar sebuah apel saja, inilah bukti bahwa kita semua seolah-olah berada didalam “genggaman” Allah SW. Mohon sedikit berbagi ilmu ini dapat membantu teman-teman agar dapat melihat dunia ini dari sudut yang berbeda, yaitu sudut dunia teramat halus akan tetapi punya daya yang luar biasa, insyaallah.

 

Referensi;
1. Zukav, Gary. (1979) The Dancing Wu Li Masters: Sebuah Tinjauan Of The Fisika Baru. New York, HarperOne
2. Al-Khalili, Jim. (2003) Quantum; Sebuah Panduan Untuk Bingung. Inggris, Weidenfield & Nicholson.
3. Radin, Dean. (2006) Mind terjerat: Pengalaman ekstrasensor Dalam Sebuah Realitas Quantum. New York, Paraview Book Pocket.
4. William Arntz, Chasse Betsy, Mark Vicente (2006). Apa itu Bleep: Down The Rabbit Hole. USA: Lord Of The Wind Film.

Mengapa harus shalat / Shalat?


Mengapa harus shalat / Shalat?

Bunyinya seperti satu pertanyaan yang bodoh, tetapi mengapa banyak dikalangan masyarakat kita mengambil mudah akan hal shalat. Tidak Allah jadikan sesuatu itu tanpa kebaikannya, seperti puasa yang sebelum adanya penelitian ilmiah tentang manfaatnya puasa dari sudut kesehatan, mayoritas menganggap itu adalah perintah Allah dan kita harus melakukannya. Dengan adanya laporan penelitian manfaat puasa, yang taat berpuasa semakin beriman kepada dan yang sebelumnya liat untuk berpuasa mungkin tergerak akan hatinya untuk melakukannya.

 

Bagaimana pula dengan shalat yang juga rukun islam, banyak yang berpuasa tetapi tidak shalat, mungkin bagi kaum tersebut, puasa lebih kepada tradisi untuk berhari raya karena tanpa puasa, hari raya tidak lah berarti, mereka ini sadar yang puasa tanpa shalat sia-sia saja tetapi masih tidak terbuka hati untuk shalat. Mungkin dengan adanya laporan penelitian ilmiah akan manfaat shalat barangkali akan berubah hati mereka untuk shalat?

Tidak perlu penelitian ilmiah manfaat shalat bagi yang beriman karena itu perintah Allah, tetapi salat yang diterima hanyalah yang khusyuk, jadi apakah sia-sia shalat mereka yang tidak khusyuk? Apakah mereka juga sama dengan golongan yang tidak shalat? Shalat yang diterima yaitu yang khusyuk atau fokus dapat mencegah manusia dari kemungkaran, tetapi bagaimana kekhusyukan itu mengubah sikap manusia dari kemungkaran? Apakah proses didalam diri manusia itu sendiri dari sudut sains? Saya menemukan penelitian tentang otak oleh Dr. Daniel Amen, pakar brain scan dr USA. Didalam websitenya ada beberapa photo pemindaian otak dari berbagai individu dengan berbagai masalah didalam otak yang mencorak pikiran mereka.

 

Perhatikan pemindaian otak mereka yang bersyukur dan mereka yang tidak? Mereka yang selalu bersyukur otaknya aktif hampir secara menyeluruh dibandingkan dengan yang tidak (biru mewakili area yang aktif sedangkan yang merah adalah kurang aktif). Otak yang aktif keseluruhan, cara individu itu berpikir sudah semestinya lebih berbeda dibandingkan otak yang kurang aktif. Kepandaian, moralitas, daya ingat, tingkat creativiti, prestasi akademik, kepekaan, moralitas, kebugaran, stabilitas dan kontrol emosi yang baik, kematangan dan sebagainya adalah hasil dari otak yang berfungsi secara keseluruhan. Jika kita kaitkan dengan shalat, bukankah shalat itu cara kita mengucapkan syukur kita kepada Allah? Hampir seluruh bacaan dalam salat itu lebih ke puji kepada. Buktinya juga dapat dilihat dari mayoritas individu yang cemerlang dalam ujian adalah mereka yang menjaga shalatnya.

Apa bedanya mereka yang khusyuk dengan yang tidak. Selain dari mendekatkan diri kita dengan Allah, khusyuk dan fokus itu membantu kita mencapai apa saja impian hidup kita didunia ini. Banyak yang tahu tentang Law of Attraction yang kita dapat capai apa saja hajat didalam hidup kita jika kita fokus dalam pikiran kita apa yang kita inginkan, jadi jika kita bisa fokus ke Allah didalam shalat, sangat mudah untuk lebih fokus ke apa yang kita hajati dari segi harta, kasih sayang, kesehatan dan sebagainya.

 

Dengan taatnya kita kepada Allah, dalam salat dan selalu bersyukur kepada, bukankah untuk menciptakan realitas yang kita inginkan sangat mudah. Percaya akan keesaanNya, pemurahNya, pengasihNya, apa yang kita hajati sudah ada digenggaman kita, beriman kepadanya. Apa itu beriman? Percaya kepada sesuatu yang tidak bolah dibuktikan jadi jika kita percaya kepada Allah, apa yang kita hajati tidak mustahil. Itu yang dinamakan menciptakan realitas kita sendiri, dengan keredhaanNya.

Ini pula gambar pemindaian otak yang dinamakan surface scan. Perhatikan otak mereka yang ganas dibandingkan mereka yang normal? Perhatikan bagian depan otak (prefrontal cortex) yang tidak sempurna. Prefrontal cortex ini adalah CEO bagi manusia itu sendiri, secara rasional menjadi filter ke segala tindakan primitif ganas (pemikiran hewan). Bagian depan otak yang kosong itu bukan berarti ia kosong secara fisik tetapi tidak aktif karena tidak darah yang pergi kebahagian tersebut. Prefrontal cortex hewan tidak sempurna, kecil atau tidak, sebab itu mentalitas mereka fight or flight, lawan atau lari. Manusia yang ganas, kaki panas baran misalnya besar kemungkian frontal cortex mereka tidak berfungsi, sebab itu mereka selalu membuat keputusan yang tidak bijak. Penjahat berat tidak belas ikhsan terhadap manusia, seperti dalam dunia hewan, sebab itu harimau bisa makan manusia karena tidak sifat kebaikan. Bagaimana dengan manusia yang sanggup membunuh sesama sendiri?

 

Apa yang menyebabkan “kosong” nya frontal cortex kita? Stress adalah penyebab utama, hampir semua aktivitas dizaman modern meningkatkan stress. Ketika stress, pemikiran primitif mengambil alih, ini memindahkan aliran darah ke prefrontal cortex dan efek dari stress yang berkelanjutan, makin tidak aktif lah prefrontal cortex manusia tersebut. Keduanya karena kita semakin tidak menggunakan otak kita, misalnya dulu untuk perhitungan kita cepat mencongak, sekarang kalkulator pasti akan dicapai sebelumnya untuk membuat perhitungan, kemodenan itu tidak salah, tidak sadar efek kemodenan ke pikiran itu yang bahaya.

Bagaimana sembahyang yang khusyuk mencegah dari kemungkaran? Bila kita khusyuk, minda kita menjadi lebih tenang, kita berhubung dengan zat-zat Allah yang tenang dan aman, ini menghilangkan ketegangan dan bila kita fokus kepadaNya, prefrontal cortex kita akan diperbaiki dan dengan proses yang berulang2 (sembahyang yang khusuk), otak kita akan menjadi lebih sempurna dan boleh berfikir dengan lebih waras. Bayi didalam kandungan tenang dan aman, selepas lahir jika cukup makan dan tidurnya, aman tenteram tidur dengan nyenyak, itu lumrah alam.

 

Bagaimana pula dengan sujud? Apakah kesannya? Bukan kah ketika sujud bahagian yang paling rendah adalah prefrontal cortex iaitu ketika dahi mencecah bumi? Dengan kedudukan jantung yang lebih tinggi bukankah itu memaksa darah kebahagian tersebut lantas membaiki, mengaktifkan bahagian tersebut? Hasilnya kita boleh membuat keputusan yang lebih bijak, boleh berfikir mana yang baik dan buruk, boleh mencegah dari kemungkaran.

Otak umpama tim orkestra yang mana sebelum konduktor muncul semua musisi membuat hal masing-masing, tetapi bila konduktor muncul dan memimpin mereka, musik yang dihasilkan sangat indah. Otak umpama tim orkestra dan konduktor adalah prefrontal cortex otak kita. Lebih fokus kita dalam salat / meditasi, lebih sempurna frontal cortex kita seperti didalam brain scan tersebut.

 

Meditasi dikatakan mampu memulihkan fungsi otak menjadi lebih sempurna, meditasi membutuhkan fokus pada sesuatu dalam suatu waktu. Transcendental meditation seperti yang di kaji dan didorong oleh Universitas Maharishi menghubungkan diri dengan sumber kehidupan dunia ini yang mereka gelar “Unified field”. Karena jahilnya mereka, tidak mereka sadari “Unified field” tersebut sebenarnya adalah zat-zat Allah yang mana darinya muncul lah semua kehidupan didunia ini. Gambar di bawah ini adalah efek pada otak hasil dari proses meditasi tersebut.

Shalat juga adalah satu bentuk meditasi, banyak menyalah anggap yang meditasi itu meniru agama lain, meditasi adalah satu cara memfokuskan pada sesuatu dan tenangkan pikiran, fokus pada sesuatu baik bacaan, musik, pernafasan, imajinasi dan sebagainya. Didalam Islam, shalat melakukan beberapa gerakan tetapi pikiran kita harus khusyuk / fokus ke Allah dan zat-zatNya, tidak berbeda dengan meditasi, prinsipnya tetap sama.

Jadi ada perbedaan mereka yang salat dan tidak dan ada bedanya mereka yang khusyuk dan tidak, jadi shalatlah kamu sebelum kamu disembahyangkan dan khusyuklah kamu agar kamu mendapat keridhaan Allah dan menjadi manusia yang lebih bijak pemikirannya.

Sumber dari Dr Amen Clinics & Dr John Hagelin.

 

CARA MENASEHATI SAUDARA KITA


Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhâb al-‘Aqîl

Pertanyaan :

Ahsanallôhu ilaykum (Semoga Alloh menjadikan Anda lebih baik), Syaikh kami –semoga Alloh Ta’âlâ menjaga Anda- Saya mengharapkan Anda sudi menjelaskan kepada kami bagaimana cara (thorîqoh) yang syar’i di dalam memberikan nasehat secara benar, terutama apabila yang dinasehati tersebut adalah seorang sunni yang bermanhaj salafi yang melakukan satu atau lebih kekeliruan?

Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhâb al-‘Aqîl hafizhahullâhu menjawab :

Nasehat itu (wahai saudara) semoga Alloh menjaga kalian semua, merupakan perkara yang agung.

Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

الدّين النّصيحة ، ثلاثا ، قُلنا لمن يا رسول اللّه؟ قال: للّه ولكتابه ولرسوله ولأئمّة المسلمين وعامّتهم

“Agama itu adalah nasehat” sebanyak tiga kali. Kami (para sahabat) bertanya : “untuk siapa wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab : “Untuk Alloh, Kitab-Nya, Rasul-Nya dan pemimpin kaum muslimin beserta seluruh kaum muslimin”

Jadi, menasehati saudara-saudara kita, (adalah dengan) menyeru mereka kepada yang ma’rûf, melarang dari yang munkar, mengajak mereka kepada kebaikan.

Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

وأن تأتي النّاس بمثل ما تُحبّ أن يأتوك به

“Perlakukan seseorang sebagaimana Anda ingin diperlakukan”

Kaidah ini –semoga Alloh menjaga Anda-, “Perlakukan seseorang sebagaimana Anda ingin diperlakukan”. Bagaimana Anda menginginkan orang lain menasehati Anda? Bagaimana Anda menginginkannya? Bagaimana Anda ingin dinasehati orang lain? Apakah Anda ingin dinasehati orang lain dengan kekerasan? Dengan celaan? Dengan pukulan? Ataukah dengan cara yang baik?

ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ

“Tolaklah (kejahatan) itu dengan cara yang baik, maka tiba-tiba orang yang memiliki permusuhan diantaramu dengan dirinya…”

Tidak diragukan lagi –semoga Alloh menjaga Anda- bahwa kita masih banyak sekali memiliki kekurangan dalam hal ini. Kita masih memiliki kekurangan di dalam interaksi (mu’amalah) kita dengan bapak dan ibu kita. Kekurangan yang besar!

Demi Alloh! Sesungguhnya ada sebagian bapak dan ibu yang mengeluhkan anak-anak mereka. Mereka mengatakan : “aduhai sekiranya dia tidak menjadi anak yang multazim (komitmen terhadap syariat), karena ketika dia belum multazim, dia berlaku sangat baik kepadaku daripada sekarang.” Demi Alloh, seperti inilah yang kita dengar dari sebagian bapak dan ibu.

Demikian pula dengan interaksi kita terhadap ikhwân kita, saudara-saudara kandung kita, bapak dan ibu kita. Interaksi kita dengan tetangga kita. Interaksi kita dengan isteri kita, suami kita… Bahkan sampai-sampai, ada salah seorang diantara mereka mengatakan : “Jangan menikahi wanita shalihah. Tidakkah kalian lihat bahwa dia telah menyebabkan rambutku beruban?” Na’ûdzubillâh! Na’ûdzubillâh! (Kami memohon perlindungan kepada Alloh)!

Dia telah menyelisihi sabda Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam :

إظفر بذات الدّين تربت يداك

“Pilihlah karena faktor agamanya niscaya engkau beruntung”

Hal ini lebih disebabkan karena, wanita shalihah tersebut memang memiliki agama yang bagus, namun ia tidak mengetahui caranya. Ia tidak mengetahui bagaimana mendakwahi suaminya. Demikian pula dengan para suami. Kami memohon kepada Alloh keselamatan.

Maksudku, seakan-akan mereka menjauh dari orang yang bagus agamanya, padahal orang yang bagus agamanya secara hakiki, pastilah ia mencintai isterinya dan sekalipun ia tidak mencintainya, ia tidak akan menzhaliminya.

Jangan menikah kecuali dengan orang yang bagus agamanya, karena dia pasti akan mencintai isterinya dan memuliakannya. Sekiranya ia tidak mencintai isterinya, ia pun tidak akan sekali-kali menzhaliminya. Karena orang yang bagus agamanya ini takut kepada Alloh Azza wa Jalla. Ia benar-benar takut kepada Alloh Azza wa Jalla. Namun, kita tidak luput dari kekurangan.

Diantaranya pula –semoga Alloh menjaga Anda- adalah nasehat dan interaksi (mu’amalah) diantara kita. Terkadang kita memiliki sikap kasar dan suka membesar-besarkan suatu kesalahan. Kita punya sifat seperti ini. Oleh karena itulah –semoga Alloh menjaga Anda- ada baiknya merujuk kepada petunjuk Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam ketika beliau menyikapi seorang Yahudi.

Datang seorang Yahudi dan dia mengucapkan : “As-Sâmu ‘alaika Ya Muhammad” (Semoga kebinasaan menimpamu wahai Muhammad). Dia adalah seorang Yahudi jahat, di sini, Madinah. Dia mengucapkan : “As-Sâmu ‘alaika Ya Muhammad” (Semoga kebinasaan menimpamu wahai Muhammad). Nabi menjawabnya : “wa ‘alaik” (dan atasmu).

Lihatlah, bagaimana akhlak beliau ini?! Demi Alloh, sekalipun rambut kita mulai memutih, usia kita mulai menua, pelupuk mata kita mulai redup, kita mungkin tidak mampu melakukan hal seperti ini. Semoga Alloh melimpahkan shalawat dan salam-Nya kepada beliau. Allôhu Akbar! Allôhu Akbar! Beliau hanya menjawab “wa ‘alaika”.

Ibunda kita (‘Aisyah) Radhiyallâhu ‘anhâ menjawab, “ ‘alaika as-Sâm wal La’nah” (Semoga kebinasaan dan laknat menimpamu). Apa yang menimpamu (wahai Yahudi)? Kebinasaan dan laknat! Nabi mengatakan : “Tenanglah wahai ‘Aisyah”. ‘Aisyah menjawab : “Tidakkah Anda mendengarkan apa yang dia ucapkan?”. Nabi pun menjawab : “Dan dirimu, tidakkah engkau mendengar apa yang aku katakan? Aku katakan padanya “wa ‘alaika”. Dan Alloh pasti akan mengabulkan doaku terhadapnya sedangkan do’anya terhadapku tidak akan dikabulkan-Nya”

Jadi, kebinasaan dan laknat menimpa dirinya dikarenakan Nabi mendoakan keburukan atasnya.

Kemudian beliau melanjutkan ucapannya :

إنّ الرّفق ما كان في شيء إلّا زانه وما نُزع من شيء إلّا شانه

“Sesungguhnya, kelemahlembutan itu apabila ada pada sesuatu, ia akan menghiasinya namun apabila tercabut dari sesuatu, ia akan memburukkannya”

Agama kita adalah agama kelemahlembutan –semoga Alloh menjaga Anda-. Maka berlemahlembutlah terhadap saudara-saudara kalian, bersabarlah atas mereka, tautlah hati mereka dan berilah hadiah kepada mereka. Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam pernah memberi hadiah ratusan ekor unta, beliau pernah memberi hadiah kepada seorang Arab Badui sekumpulan kawanan domba. Sekumpulan kawanan domba! Semoga Alloh melimpahkan shalawat dan salam-Nya kepada beliau.

Di dalam masalah aqidah –semoga Alloh menjaga Anda-, di kota Madinah ini, salah seorang saudara kita dari luar Kerajaan pernah saya berikan nasehat tentang masalah yang berkaitan dengan tauhid. Dia berkata kepadaku, “perlahan-lahan lah kepada diriku. Saya sekarang berusia 53 tahun. Sepanjang ingatanku, dahulu ibuku sering membawaku setiap pagi ke sebuah makam sehingga aku mencium nisan kuburan tersebut. Apakah Anda ingin agar Saya meninggalkan keyakinan Saya selama 50 tahun ini hanya dengan beberapa patah kata. Perlahanlah! Sedikit demi sedikit.”

Apa yang dia katakan adalah benar. Selama 13 tahun Nabi menghendaki agar mereka (kaum Quraisy) meninggalkan al-Lâta wal Uzza. Tidak hanya dalam sehari semalam kemudian Alloh menurunkan adzab kepada mereka. (Lihatlah) ketika Nabi Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam diusir dan malaikat penjaga gunung pun datang kepada beliau dan menawarkan, “jika Anda mau, akan kuhantam mereka diantara dua gunung.” Nabi menjawab,

لا ، أتأنّى بهم،لعلّ اللّه أن يخرج من أصلابهم من يعبداللّه

“Tidak, Saya akan tetap bersabar terhadap mereka, moga-moga saja Alloh mengeluarkan dari anak keturunan mereka kaum yang menyembah Alloh.”

Padahal mereka berada pada kekafiran, beliau mau bersikap sabar terhadap mereka. Lantas bagaimana kiranya dengan saudara Anda seorang salafî yang memiliki beberapa kekeliruan? Seharusnya Anda juga bersabar padanya dan mengecup keningnya. Katakan padanya, “Wahai saudaraku, sesungguhnya aku mencintaimu.” “Wahai Mu’adz, sesungguhnya aku mencintaimu”. Benar tidak demikian ini? “Wahai akhî, aku mencintaimu”.

Bukannya malah Anda berkata kepadanya, “Anda dan guru Anda tidak faham… kalian ini keras kepala, kalian…” Tentu saja dia akan menjawab hal yang sama, “Anda dan guru Anda juga tidak faham.” Demi Alloh, Alloh! (bersikap baiklah) terhadap saudaramu, semoga Alloh menjaga kalian.

Berlemahlembutlah terhadap mereka, karena zaman ini adalah zaman ghurbah (keterasingan). Hari ini adalah zaman ghurbah. Apabila Anda melihat ada orang yang harumnya harum salafiyah, maka kecuplah keningnya, karena wanginya semerbak. Kecuplah keningnya dan katakan padanya, “saya mencintaimu”.

Transkrip Asli :

أحسن الله اليكم : شيخنا حفظكم الله تعالى أرجوا أن تبينوا لنا الطريقة الشرعية لكيفية آداء النصيحة على الوجه الصحيح. وبخاصة اذا كان المنصوح سني سلفي المنهج وصدر منه خطأ أو خطئين؟

الجواب: النّصيحة حفظكم اللّه ، شأنُها شأن عظيم ،والنّبيّ صلّى اللّه عليه وسلّم يقول :

(الدّين النّصيحة ،

ثلاثا ،

قُلنا لمن يا رسول اللّه؟

قال:

للّه

ولكتابه

ولرسوله

ولأئمّة المسلمين وعامّتهم)

فنصيحة الإخوان وأمرهم بالمعروف ونهيهم عن المنكر ودعوتهم إلى الخير

يقول النّبيّ صلّى اللّه عليه وسلّم

(…وأن تأتي النّاس بمثل ما تُحبّ أن يأتوك به)

هذه القاعدة حفظك اللّه:

أن تأتي النّاس بمثل ما تُحبّ أن يأتوك به

كيف تُحبّ ينصحك النّاس؟كيف تُحبّ؟كيف تُحبّ ينصحك النّاس؟هل تُحب أن ينصحك النّاس بالقُوّة؟

بالشّتم؟

بالضّرب؟

وإلّا بالحُسنى؟

{…ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ … }

لا شك حفظكم اللّه أن عندنا خلل كبير جدّا في كثير من الأمر

عندنا خلل في تعاملنا مع آبائنا وأمّهاتنا

خلل كبير

واللّه إنّ بعض الآباء والأمّهات يشتكون أبناءهم يقولون يا ليته ما إلتزم لمّا كان […] غير ملتزم كان أبرّ بي من الآن

إي واللّه،

هكذا واللّه سمعناه من بعض الآباء والأمّهات، ويعني أيضا معاملاتنا مع إخواننا أشقّاءنا ولأبينا وأمّهاتنا،

معاملاتنا مع جيراننا،

معاملاتنا مع زوجاتنا، معاملاتنا مع أزواجنا،

حتّى أنّ أحدهم يقول لا تتزوّجون إمرأة صالحة

تروها شيّبت عيوني

نعوذ باللّه

نعوذ باللّه

يُخالف قول النّبيّ صلّى اللّه عليه وسلّم (إظفر بذات الدّين تربت يداك)

لأنّها تديّنت لكن ما عرفت الطّريق

ما عرفت كيف تدعوا زوجها

كذلك بعض الأزواج

نسأل اللّه العافية

يعني كأن صار ينفرون من صاحب الدّين مع أنّ صاحب الدّين في الحقيقة يعني إمّا أحبّها وإلّا لا يظلمها

لا تزوّج إلّا صاحب دين لأنّو إمّا أن يحبّها فيكرمها

وإلّا لا يظلمها أبدا ،

لأنّه يخاف اللّه عزّ وجلّ

يخاف اللّه عزّ وجلّ كثير،

لكن عندنا خلل،

من ذلك حفظكم اللّه أيضا النّصيحة فيما بيننا والتّعامل فيما بيننا ، عندنا يعني شويّا جفا

وتكبير للأخطاء شويّا يعني

عندنا

ولذلك حفظكم اللّه يعني إرجوا إلى هدي النّبي صلّى اللّه عليه وسلّم

كيف كان يُعامل اليهود

جاء ذاك اليهودي وقال السّامّ عليك يا محمّد يهودي مجرم، هنا في المدينة، السّامّ عليك يا محمّد،

فقال : وعليك،

بأبي هو وأمّي

صلّى اللّه عليه وسلّم

إيش هذه الأخلاق؟!

واللّه تشيب عيوننا وسنوننا وجفوننا ولا نأتي بمعشارها

صلّى اللّه عليه وسلّم

اللّه أكبر

اللّه أكبر

قال:وعليك

قالت أمّنا رضي اللّه عنها:عليك السّامّ واللّعنة

عليك إيش؟

السّامّ واللّعنة

فقال:مه يا عائشة؟!قالت :ما سمعتَ ما قال؟!

قال:وأنتِ، ما سمعتِ ما قُلتُ؟!

قلت له وعليك،واللّه يستجيب دعائي فيه ولا يستجيب دعاءه فيّ

الآن عليه السّامّ واللّعنة لأنّ النّبيّ دعا عليه ثمّ قال (إنّ الرّفق ما كان في شيء إلّا زانه وما نُزع من شيء إلّا شانه)

فديننا دين الرّفق حفظكم اللّه؛إرفقوا بإخوانكم؛وإصبروا عليهم؛ويعني ألّفوا قلوبهم؛واهدوهم؛كان النّبيّ يُهدي المئات من الإبل . واهدى أعرابيّا قطيعا من الغنم؛قطيعا من الغنم؛صلّى اللّه عليه وسلّم ، فالإعتقاد حفظكم اللّه ، هنا في المدينة، أحد إخواننا من غير المملكة يعني منت أنصحه أنا في بعض […] التّوحيد ، يقول على مهلك عليّ، على مهلك ؛أنا عمري الآن خمسين ، ستّين سنة ؛منذ عرفت نفسي وأمّي تأخذني كلّ صباح للقبر حتّى أبوس العتبةتريدني أترك إعتقاد خمسين سنة بكلمتين؟

على مهلك، شويّ شويّ،فعلا،هو صادق، 13 سنة، والنّبي يريد أن يتركوا اللّات والعزّى، […] ، ليس يوم وليلة ثمّ نزل عليهم العذاب لمّا أُخرج صلّى اللّه عليه وسلّم ،وجاءه ملك الجبال ، إن شئت أن أطبق عليهم الأخشبين قال لا ، أتأنّى بهم،لعلّ اللّه أن يخرج من أصلابهم من يعبداللّه،وهم كفرة،يتأنّى بهم،كيف أخوك السّلفي اللي عندو بعض الأخطاء؟ تأنّى به وقبّل رأسه؛وقل يا أخي إنّي أحبّك آه، يا معاذ ، إنّي أحبّك، صح ولّا لا؟يا أخي واللّه إنّي أحبّك مو تأتي تقول أنتم وشيخكم ما تفهمون ، وأنتم تعاندون ،وأنتم…[سـ]يقول طبعا وأنتم [و] شيخك ما بتفهم[…]فاللّه اللّه في إخوانكم حفظكم اللّه ، إرفقوا بهم، فالزّمان زمان غربة، اليوم زمان غربة، إذا رأيت الذي فيه ريحة سلفية قبّل رأسه ،ريحة كده ،ريحه أه؟قبّل رأسه وقل واللّه إنّي أحبّك

Abu Thalib dalam renungan


 

Awal muncul saling Kafir-pengkafiran terhadap sesama umat Islam , yaitu ketika pada jaman kekuasaan dinasti Mu’awayah bin Abi Sufyan r.a, berlanjut terus sampai terjadi pembantaian terhadap cucu Rasulullah saw. Pengkafiran terhadap Sahabat , terhadap keluarga Rasul Muhammad saw , terhadap umat Islam ( yang politiknya tidak sefaham ).

Ayahnya dikafirkan , anaknya juga dikafirkan, cucu dan keturunannya pun dibantai. ( sampai ada Ulama Besar WAHABI menyatakan : bahwa keturunan Rasulullah saw sudah musnah(pen… ).

Walaupun kekuasaan dinasti Mu’awiyah bin Abu Sufyan r.a , sudah berahir, pengkafiran berlanjut terus walau tidak sederas pendahulunya .

Pada jaman itulah . Umat Islam digoyang oleh fitnah, dan tidak sedikit pembuat Hadits Palsu menyebar luaskan hasil karyanya , untuk melanggengkan kekuasaan atau meraih jabatan . Bersamaan dengan itu, maka didengungkanlah kasidah “ Wa maa jaraa bainas-shahabaati-naskutu “ ( kita diamkan apa yang terjadi di antara para sahabat-Nabi ).

Beberapa Sya’ir Abu Thalib,yang sempat di abadikan di dalam beberapa Kitab yang menunjukan pembelaan dan keimanannya terhadap Rasulullah saw.

Ibnu Abdil Hadid dalam ” Syarh Nahjil Balaghah “ banyak mengetengahkan Sya’ir-sya’ir klasik Pusaka Abu Thalib yang menunjukan dukungan, pembelaan dan keimanannya kepada Rasulullah saw .

Dalam ” Syarh Najhil Balaghah Jilid – XIV , halaman 71- ” Abu Thalib dengan Sya’irnya mengatakan :

Pokok dari maknanya sebagai berikut :

Mereka (kaum musyrikin quraisy), berencana jahat terhadap kami, namun mereka tak akan dapat mencapainya tanpa melalui peperangan dan perlawanan.

Mereka ingin kami membiarkan Muhammad (saw) dibunuh dan kami tidak mengayun pedang kami berdarah….Tidak , demi Allah (swt), kalian membual.

Niat kalian tak akan tercapai sebelum banyak Tengkorak berserakan di Rukn Hathim dan di sekitar Zamzam…..sebelum putus semua tali kekerabatan…sebelum kekasih melupakan kesayangan…….dan sebelum larangan demi larangan tak diindahkan orang.

Itulah akibat dari kebencian, kedurhakaan dan dosa dari kesalahan kalian…..
Akibat kelaliman kalian terhadap seorang Nabi yang datang menunjukan jalan lurus dan membawa perintah Tuhan penguasa ‘Arsy.

Janganlah kalian menyangka kami akan menyerahkan Muhammad (saw). Orang seperti dia , dimanapun tak akan diserahkan oleh kaum kerabatnya..!!..

Pada halaman ,72 buku tersebut , Abu Thalib dengan Sya’irnya berkata menantang pemboikotan kaum Musyrikin Quraisy , sebagai berikut :

Pokok dari maknanya sebagai berikut :

Tidak kalian tahu bahwa kami memandang Muhammad (saw) seperti Nabi Musa (as), yang sudah disuratkan dalam kitab-kitab terdahulu..??..yang telah ditakdirkan menjadi kesayangan ummat Manusia..?? ..tidak diragukan lagi bahwa Allah (swt)menganugerahkan kasih sayang yang istimewa kepadanya.

Sadarlah, sadarlah sebelum banyak ilmu digali orang , hingga yang tidak bersalah senasib dengan yang bersalah..!!..janganlah kalian mengikuti perintah orang-orang jahat serta memutuskan tali persaudaraan dan kekerabatan.

Janganlah kalian mengobarkan peperangan yang mengerikan, yang akibat nya dirasa lebih pahit oleh mereka yang menjadi korban..!!.

Demi Allah (swt) kami tidak akan menyerahkan Muhammad(saw ) untuk memuaskan orang-orang yang akan ditelan dan dilanda bencana.

Bukankah orang tua kami, Hasyim, mewasiatkan anak-anak keturunannya supaya gigih berperang..??..Kami tak akan jemu berperang sebelum peperangan menjemukan kami, dan kami pun tak akan mengeluh menghadapai malapetaka..!!..

Pada halaman betikutnya,( yakni halaman , 73 ). buku tersebut, Abu Thalib dengan Sya’irnya yang masih berkata tentang pemboikotan, sebagai berikut :

Pokok dari maknanya sebagai berikut :

Janganlah kalian menuruti perintah jahat orang-orang kalap ..!!..Kalau Kalian berharap akan dapat membunuh Muhammad (saw)..!!.. Sungguh, harapan kalian itu tidak lebih dari hanya impian belaka.

Demi Allah(swt), kalian tak akan dapat mebinasakannya sebelum kalian menyaksikan kepala-kepala kami jatuh bergelimpangan.

Kalian menyangka kami akan menyerahkan Muhammad(saw)dan kalian mengira kami tak sanggup membelanya..!!..dialah manusia terpercaya yang dicintai oleh umat manusia dan dianugerahi cap kenabian olehTuhan yang maha Jaya.

Semua orang menyaksikan tanda-tanda kenabian dan kewibawaannya. Namun, orang pandir dikalangan kaumnya tentu tak sama dengan orang yang cerdik dan pandai. Ia seorang Nabi penerima wahyu dari Tuhannya. Akan menyesallah orang yang berkata ..“ TIDAK “..

Ketika Abu Thalib mendengar kegagalan Abu Jahal yang hendak menghantam kan batu besar ke kepala Rasulullah saw, dikala beliau sedang bersujud , ia berkata dalam Sya’irnya ( lihat – Syarh Nahjil Balaghah jilid XIV, halaman 74 ).

Pokok dari maknanya sebagai berikut :

Sadarlah wahai Anak-anak pamanku,..!..Hentikanlah kesalahan sikap kalian . Hentikanlah tuduhan dan ucapan seperti itu..!..bila tidak , aku khawatir kalian akan ditimpa bencana seperti yang dahulu menimpa kaum ‘Aad dan Tsamud..!. Adakah diantara mereka yang masih tinggal ( selain kepunahan ).

Sebuah riwayat yang terkenal luas memberitakan bahwa ‘Abdullah bin Ma’mun memastikan keislaman Abu Thalib , karena ia berkata dalam Sya’irnya

Yang pokok maknanya sebagai berikut :

Kubela seorang Rasul utusan Maharaja , Penguasa segala raja , dengan pedang putih berkilau laksana kilat . Kulindungi dan kubela utusan Tuhan dengan perlindungan sepenuh kasih sayang.

Sya’ir berikut , ditujukan kepada Hamzah bin ‘Abdul Mutthalib ra ( saudaranya ), Abu Talib , berkata : ( lihat Syarh Nahjil Balaghah XIV halaman , 76 ).

Pokok dari maknanya sebagai berikut :

Hai …Abu Ya’la ( nama panggilan yang khas untuk Hamzah ). Tabahlah berpegang kepada Agama Muhammad (saw) , dan jadilah engkau pembela yang gigih. Kawallah orang yang datang membawa kebenaran dari Tuhannya dengan jujur dan sungguh-sungguh..!!..

Hai Hamzah janganlah sekali-kali engkau mengingkarinya..!!.Betapa senang hatiku mendengar engkau sudah beriman . Hendaklah engkau tetap membela utusan Allah (swt).

Hadapilah orang-orang Quraisy secara terang-terangan dengan keimananmu , dan katakanlah : Muhammad (saw) bukan tukang sihir..!!..

Abu Thalib dengan Sya’ir-sya’irnya mengakui kenabian Muhammad (saw), antara lain berkata : (lihat dalam Syarh Nahjil Balaghah,halaman,76 )

DELAPAN

Pokok dari maknanya sebagai berikut :

Muhammad , engkau adalah seorang Nabi, dimana masa mudamu , engkau lebih dihormati dan dimulyakan oleh kaum kerabatmu. Bahagialah mereka yang menghormatimu dan bahagialah kelahiranmu di dunia.

Aku menjadi saksi bahwa apa yang engkau katakan adalah benar , tidak berlebih-lebihan , sejak usia kanak-kanak hingga kapanpun , engkau tetap berkata benar..!!..

Abu Thalib memberikan dorongan kepada Rasulullah saw, supaya menyampaikan Da’wah Risalahnya secara terang-terangan kepada semua orang. Mengenai hal itu, Abu Thalib berkata dengan Sya’irnya ( lihat Syarh Nahjil Balaghah , halaman , 77 ).

SEMBILAN

Pokok dari maknanya sebagai berikut :

Tangan-tangan jahat dan gangguan suara tak akan mampu menghalangi kebenaran tugasmu. Dalam menghadapi cobaan dan musibah tanganmu adalah tangankudan jiwamu adalah jiwaku.
Abu Thalib dalam memperlihatkan kepercayaannya kepada Rasulullah saw, dengan Sya’ir-sya’irnya , ia berkata kepada kaum Musyrikin, ( lihat Syarh Nahjil Balaghah , halaman , 79 ).

SEPULUH

Pokok dari maknanya sebagai berikut :

Tidakkah kalian tahu bahwa anakku ini tidak didustakan dikalangan kaum kerabatku , karena ia tidakpernah mengatakan hal-hal yang bathil..??..

DEMI ALLAH (swt), aku merasa wajib menjaga dan mencintai Muhammad (saw)dengan sepenuh jiwaku , Ia harus kulindungi dan kubela dengan segenap kekuatanku.

Dunia ini akan senantiasa indah bagi mereka yang membela Muhammad (saw) , dan akan selalu buruk bagi mereka yang memusuhnya.
Tuhan penguasa Manusia akan tetap memperkuat serta menolongnya dan memenangkan kebenaran AgamaNya yang mengandung kebatilan apapun juga.

Pendapat Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan :

Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan, beliau adalah seoran Ulama terkemuka di MAKKAH, dalam penjelasannya mengenai keimanan Abu Thalib , yang sempat dituangkan dalam sebuah kitab Syarhnya , yang berjudul – Asnal Mathalib Fi Najati Abi Thalib , antara lain ia mengatakan sebagai berikut :

Abu Thalib secara Dzahir tidak mengikuti pimpinan Nabi Muhammad saw, karena ia menghawatirkan keselamatan putra saudaranya (yakni – Nabi Muhammad saw. ) Abu Thalib lah orang yang selama itu melindungi , menolong dan membela Nabi Muhammad saw.

Menurut kenyataan kaum Musyrikin Quraisy mengurangi gangguan mereka terhadap Rasulullah saw. Berkat pengawasan dan perlindungan yang diberikan oleh Abu Thalib.

Sebagai pemimpin Masyarakat Quraisy perintah Abu Thalib dipatuhi oleh Masyarakat Quraisy. Dan perlindungan yang diberikannya kepada Nabi Muhammad sw tidak dapat diabaikan begitu saja, sebab mereka yakin bahwa Abu Thalib itu masih tetap satu kepercayaan dengan mereka , kalau saja mereka tahu telah memeluk Islam dan mengikuti Agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw, mereka tentu tidak akan lagi mengindahkan lagi perlindungan kepada keponakannya.yaitu Nabi Muhammad saw.

Mereka tentu akan terus menerus mengganggu dan memerangi beliau , bahkan Abu Thalib sendiri .Mereka akan melancarkan perlawana yang dahsyat dari pada perlawanan yang mereka lancarkan terhadap Nabi Muhammad saw. Tidak diragukan lagi semuanya itu merupakan alasan yang kuat bagi Abu Thalib untuk tidak memperlihatkan secara terang-terangan sikapnya yang membenarkan dan mendukung kenabian Muhammad saw.

Kaum Musyrikin Quraisy, memandang Abu Thalib sama dengan mereka. Perlindungan , dukungan dan pembelaan Abu Thalib kepada Rasulullah saw dipandang hanya sebagai kewajiban Tradisional Masyarakat Arab Jahiliyah yang mengharuskan setiap kabilah melindungi dan membela anggautanya dari gangguan dan serangan fihak lain.

Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan, kemudian mengetengahkan wasiat Abu Thalib yang di ucapkannya beberapa saat sebelum wafat, yaitu :

“…Kuwasiatkan kepada kalian supaya bersikap baik-baik terhadap Muhammad (saw) . Ia tepercaya dikalangan Quraisy. Orang yang selalu berakata benar dikalangan Masyarakat Arab, dan pada dirinya tercakup semua yang kuwasiatkan kepada kalian , Ia datang membawa persoalan yang dapat diterima oleh hati Nurani , tetapi diingkari dengan lidah hanya karena takut orang menghadapi kebencian fihak lain….”

….”…Hay Orang-orang Quraisy, jadilah kalian Orang-orang yang setia kepadanyadan Orang-orang yang melindungi kaumnya Demi Allah (swt) siapa yang mengikuti jalannya ia pasti beroleh petunjuk, dan barang siapa mengikuti Hidayahnya, ia pasti beroleh kebahagiaan . Bila aku masih mempunyai kesempatan dan ajalku dapat ditangguhkan , ia pasti akan tetap kulindungi dari semua gangguan dan kuselamatkan dari mara bahaya ….”.

Wasiat Abu Thalib tersebut oleh Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan dikaitkan dengan dengan beberapa bait Sya’ir yang pernah diucapkan oleh paman Rasulullah saw , itu sebagai berikut :

“ …Telah kuketahui Agama Muhammad (saw), Agama terbaik untuk Manusia..!!.. Tidakkah kalian tahu , kami mendapati Muhammad (saw)sebagai Nabi seperti Musa (as), dibenarkan oleh semua Kitab Suci…” ( Taurat – Injil )

Sayyid Ahmad Zaini bin Zaini Dahlan , berkomentar lebih dalam lagi :

“…Kami sependapat dengan para Ulama yang menfatwakan , bahwa meng kafir-kafirkan Abu Thalib adalah perbuatan yang menyinggung dan menyakiti Rasulullah saw .

Walaupun kami tidak berpendapat bahwa pernyataan seperti itu ( sudah dapat dijadikan dasar Hukum Syara’ untuk menetapkan kekufuran seseorang ,). namun kami berani mengatakan , mengkafir-kafirkan Abu Thalib tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, apabila dibandingkan dengan perjuangan Abu Thalib , yang telah andil dalam perjuangan melindungi , membantu dan membela Nabi Muhammad Rasulullah saw , dan Agama Islam, barangkali , perjuangan kita dalam membela dan berjuang untuk Agama Islam , belum mencapai seperseratusnya dari perjuangan Abu Thalib.

Dan alangkah mulyanya , apabila kita berpegang saja pada saran yang dikemukakan oleh : Syeikh Muhammadbin Salamah al-Qudha’iy-yaitu :

…. “ Dalam menyebut Abu Thalib, hendaknya Orang membatasi diri hanya pad soal-soal perlindungan , Pertolongan dan Pembelaanyang telah diberikan olehnya kepada Rasulullah saw, dengan berpegang pada kenyataan Sejarah yang Obyektif itu, ia akan selamat , tidak akan tergelincir ke dalam hal-halyang sukar dipertanggungjawabkan “.

Siratul Mushthafa Saw

Mudah-mudahan sumbangsih dari – H.M.H. AL-HAMID AL-HUSAINI , akan menambah pengenalan ummat Islam Indonesia kepada Nabi dan Junjungannya , Muhammad Rasulullah saw

Terakhir : Wamaa Taufiiqii illa billah , ‘alaihi tawakltu wa ilaihi uniib .

(Syarah Hadits) Utusan Yang Meminta Penjelasan Dari Nabi Muhammad SAW


 

حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ بُكَيْرٍ النَّاقِدُ حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ
نُهِينَا أَنْ نَسْأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ شَيْءٍ فَكَانَ يُعْجِبُنَا أَنْ يَجِيءَ الرَّجُلُ مِنْ أَهْلِ الْبَادِيَةِ الْعَاقِلُ فَيَسْأَلَهُ وَنَحْنُ نَسْمَعُ فَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْبَادِيَةِ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ أَتَانَا رَسُولُكَ فَزَعَمَ لَنَا أَنَّكَ تَزْعُمُ أَنَّ اللَّهَ أَرْسَلَكَ قَالَ صَدَقَ قَالَ فَمَنْ خَلَقَ السَّمَاءَ قَالَ اللَّهُ قَالَ فَمَنْ خَلَقَ الْأَرْضَ قَالَ اللَّهُ قَالَ فَمَنْ نَصَبَ هَذِهِ الْجِبَالَ وَجَعَلَ فِيهَا مَا جَعَلَ قَالَ اللَّهُ قَالَ فَبِالَّذِي خَلَقَ السَّمَاءَ وَخَلَقَ الْأَرْضَ وَنَصَبَ هَذِهِ الْجِبَالَ آللَّهُ أَرْسَلَكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ وَزَعَمَ رَسُولُكَ أَنَّ عَلَيْنَا خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي يَوْمِنَا وَلَيْلَتِنَا قَالَ صَدَقَ قَالَ فَبِالَّذِي أَرْسَلَكَ آللَّهُ أَمَرَكَ بِهَذَا قَالَ نَعَمْ قَالَ وَزَعَمَ رَسُولُكَ أَنَّ عَلَيْنَا زَكَاةً فِي أَمْوَالِنَا قَالَ صَدَقَ قَالَ فَبِالَّذِي أَرْسَلَكَ آللَّهُ أَمَرَكَ بِهَذَا قَالَ نَعَمْ قَالَ وَزَعَمَ رَسُولُكَ أَنَّ عَلَيْنَا صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ فِي سَنَتِنَا قَالَ صَدَقَ قَالَ فَبِالَّذِي أَرْسَلَكَ آللَّهُ أَمَرَكَ بِهَذَا قَالَ نَعَمْ قَالَ وَزَعَمَ رَسُولُكَ أَنَّ عَلَيْنَا حَجَّ الْبَيْتِ مَنْ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا قَالَ صَدَقَ قَالَ ثُمَّ وَلَّى قَالَ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ لَا أَزِيدُ عَلَيْهِنَّ وَلَا أَنْقُصُ مِنْهُنَّ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَئِنْ صَدَقَ لَيَدْخُلَنَّ الْجَنَّ

Telah menceritakan kepada kami Amru bin Muhammad bin Bukair an-Naqid telah menceritakan kepada kami Hasyim bin al-Qasim Abu an-Nadlr telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin al-Mughirah dari Tsabit dari Anas bin Malik dia berkata:

 

“Kami terhalangi untuk bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang sesuatu, yaitu kekaguman kami terhadap kedatangan seorang laki-laki dari penduduk gurun yang berakal (cerdas), lalu dia bertanya, sedangkan kami mendengarnya, lalu seorang laki-laki dari penduduk gurun datang seraya berkata, ‘Wahai Muhammad, utusanmu mendatangi kami, lalu mengklaim untuk kami bahwa kamu mengklaim bahwa Allah mengutusmu.’

 

Rasulullah menjawab: ‘Benar’.

Dia bertanya, ‘Siapakah yang menciptakan langit? ‘

Rasulullah menjawab: ‘Allah.’

Dia bertanya, ‘Siapakah yang menciptakan bumi? ‘

Rasulullah menjawab: ‘Allah.’

Dia bertanya, ‘Siapakah yang memancangkan gunung-gunung ini dan menjadikan isinya segala sesuatu yang Dia ciptakan? ‘

Beliau menjawab: ‘Allah.’

Dia bertanya, ‘Maka demi Dzat yang menciptakan langit, menciptakan bumi, dan memancangkan gunung-gunung ini, apakah Allah yang mengutusmu? ‘

Beliau menjawab: ‘Ya.’

Dia bertanya, ‘Utusanmu mengklaim bahwa kami wajib melakukan shalat lima waktu sehari semalam, (apakah ini benar)? ‘

Beliau menjawab: ‘Benar’.

Dia bertanya, ‘Demi Dzat yang mengutusmu, apakah Allah menyuruhmu untuk melakukan ini? ‘

Beliau menjawab: ‘Ya’.

Dia bertanya, ‘Utusanmu mengklaim bahwa kitab wajib melakukan puasa Ramadlan pada setiap tahun kita, (apakah ini benar)? ‘

Beliau menjawab: ‘Ya’.

Dia bertanya, ‘Demi Dzat yang mengutusmu, apakah Allah menyuruhmu untuk melakukan ini? ‘

Beliau menjawab: ‘Ya’.

Dia bertanya, ‘Utusanmu mengklaim bahwa kami wajib melakukan haji bagi siapa di antara kami yang mampu menempuh jalan-Nya, (apakah ini benar)? ‘

Beliau menjawab, ‘Ya benar’.

Kemudian dia berpaling dan berkata, ‘Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak akan menambah atas kewajiban tersebut dan tidak akan mengurangi darinya’.

Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika benar (yang dikatakannya), sungguh dia akan masuk surga’.” [HR Muslim]

SANAD HADITS:

Amru bin Muhammad bin Bukair An Naaqid abu Utsman Al Baghdadi, tsiqah hafidz, 232H.

Hasyim bin Al Qasim bin Muslim abu Nadlr Al Baghdadi Qaishar, tsiqah tsabt, 207H.Sulaiman bin Al Mughirah Abu Sa’I’d Al Bashri, tsiqah tsiqah, 165H.

Tsabit bin Aslam Al Bunani Abu Muhamad Al Bashri, tsiqah ‘aabid, wafat thn 120H lebih.

Anas bin Malik bin Nadlr, shahabat mulia yang didoakan agar banyak anak dan hartanya dan dipanjangkan umurnya. 92H.

Fawaid hadits:

Para shahabat dilarang oleh Nabi untuk banyak bertanya, ini dalam rangka saddu dzari’ah artinya menutup pintu yg dapat menjerumuskan kepada kesalahan, karena banyak bertanya membuka pintu setan untuk bertanya yang dilarang.

Hadits ahad adalah hujjah, karena nabi mengutus para utusan ke kabilah-kabilah dan para raja seorang diri.

Ketawadlu’an Rasulullah yang tidak menghalangi dirinya dari para shahabatnya dan orang-orang badui yg ingin bertanya kepadanya.

Nabi tidak berpakaian yang berbeda dengan shahabatnya, karena karena org arab ini masuk ke masjid, ia bertanya: siapa diantara kalian yg bernama Muhammad? dan apa yg dilakukan orang tasawuf yg mengkhususkan pakaian kiyainya dgn pakaian yg berbeda dari muridnya bertentangan dengan petunjuk Nabi.

Sucinya kotoran unta, karena orang arab badui ini masuk dengan untanya ke masjid dan mengikatnya di tiang masjid.

Bolehnya mencukupkan diri dengan amal-amal yang wajib saja, namun tentunya bagi para penuntut ilmu aib jika selalu meninggalkan amalan sunnah.

Sunnahnya rihlah dalam menuntut ilmu, dan ini menjadi sunnah para ahli hadits dalam mencari hadits, mereka rihlah ke negeri-negeri yang jauh.

Hadits ini dijadikan dalil oleh imam Bukhari bolehnya membacakan hadits kepada syaikh, dan ini salah satu dari tata cara talaqqi dalam periwayatan hadits.

Dicuplik dari Kajian Ustadz Badru Salam, Lc.
Di Forum BBM Pengusaha Muslim 2
Diposting dengan Smartphone HTC Snap

Sejarah Mandailing


Saya yakin, kalo kita orang asli mandailing sudah pernah membaca asal usul Mandailing, tidak akan pernah setuju jika Mandiling dikatakan sub suku Batak. Tidak ada sejarahnya yang mengatakan Mandailing pecahan dari suku Batak. Kecuali tulisan iseng dan ingin ingin menjadi tuannya Mandailing.

Berikut saya lampirkan beberapa tulisan yang dikutip dari beberapa buku Sejarah Mandailing dan juga tulisan yang pernah dimuat beberapa situs seperti http://rahimtahir.tripod.com/id9.html yang juga membahas sejarah Mandailing.

SEJARAH MANDAILING

(Petikan dari Buku Cenderamata Lembaga Adat Mandailing Malaysia).

Orang Mandailing diriwayatkan berasal dari Munda yaitu sebuah daerah di India Tengah. Mereka telah berpindah-pindah pada abad-ke 6, karena terpukul dengan serangan bangsa Arayan dari Irak yang meluaskan pengaruh mereka. Setelah melintasi Gunung Himalaya mereka menetap sebentar di Mandalay, yaitu ibu negara Burma purba. Besar kemungkinan nama Mandalay itu sendiri datangnya dari perkataan Mandailing yang mengikuti logat Burma.

Sekali lagi mereka terpaksa bepindah karena pergolakan suku kaum di Burma yang sering berperang. Pada waktu itu mereka melintasi Selat Malaka , yang pada masa itu bukan merupakan suatu lautan yang besar, sangat dimaklumi bahwa pada masa itu dibagian tertentu Semenanjung Tanah Melayu dan Sumatera hanya di pisahkan oleh selat kecil saja.

Kaum Munda telah berjaya menyeberangi laut kecil tersebut dan mendirikan sebuah kerajaan di Batang Pane, Portibi, diduga peristiwa ini terjadi di akhir abad ke – 6.

Kerajaan Munda Holing di Portibi ini telah menjadi mashur dan meluaskan wilayah taklukannya hingga kesebahagian besar pantai Sumatera dan Tanah Melayu. Keadaan ini menimbulkan kemarahan kepada Maharaja Rajenderacola lalu beliau menyerang kerajaan Munda Holing dan negara pantai lainnyadi abad ke-9. Tenteara kerajaan Munda Holing yang di pimpin oleh Raja Odap-Odap telah ditewaskan oleh Rajenderacola dan berkuasa di seluruh daerah Batang Pane. Tunangannya Borudeakparujar telah melintasi Dolok Maela (sempena Himalaya yang didaki oleh nenek moyangnya) dengan menggenggam segumpal tanah di Portibi untuk menempah satu kerajaan baru (Menempah banua).

Kerajaan kedua di Sumatera di didirikan di Pidoli Dolok di kenali sebagai kerajaan Mandala Holing artinya kawasan orang-orang Keling. Pada masa itu mereka masih beragama Hindu memuja Dewa Siva. Di abad ke 13, Kerajaan Majapahit telah menyerang ke Lamuri, Padang Pariaman dan Mandailing. Sekali lagi kerajaan Mandala Holing ini telah di bumi hangus dan hancur. Penduduk yang tidak dapat di tawan telah lari kehutan dan bercampur-gaul dengan penduduk asli. Lalu terbentuklah Marga Pulungan artinya yang di kutip-kutip. Di abad ke-14 dan ke 15, Marga Pulungan telah mendirikan tiga buah Bagas Godang di atas tiga puncak Bukit namun kerajaan tersebut bukan lagi sebuah kerajaan yang besar, hanya merupakan kerajaan kampung.

Di pertengah abad ke-14, terdapat legenda tiga anak Yang Dipertuan Pagar Ruyung yang bernama Betara Sinomba, Putri Langgoni dan yang bungsunya Betara Gorga Pinanyungan yang mendirikan dua buah kerajaan baru.Betara Sinomba telah di usir oleh Yang Dipertuan dari Pagar Ruyung karena kesalahan bermula dengan adiknya Putri Langgoni. Kedua beradik tersebut berserta pengikutnya telah merantau dan mendirikan kerajaan di Kota Pinang. Yang di Pertuan Kota Pinang inilah yang menurunkan raja-raja ke Kota Raja, Bilah, Kampung Raja dan Jambi.

Adiknya Betara Gorga Pinanyungan di dapati bersalah belaku adil dengan sepupu sebelah ibunya yaitu Putri Rumandang Bulan. Oleh kerana tidak ada lagi pewaris takhta makanya putri tersebut ditunangkan dengan Raja Gayo.

Sewaktu Putri Rumandang Bulan di bawa pergi ke Gayo beliau telah membawa satu tandan pinang masak lalu ditanamnya sebiji pinang tersebut pada setiap kali rombongan tersebut behenti hinggalah sampai di tebing sebatang sungai. Di tebing sungei itu baginda telah melahirkan seorang anak laki-laki yang gagah dan perkasa. Ketika rombongan tersebut ingin meneruskan perjalanannya ke Gayo maka datanglah petir dan guntur yang amat dasyat hingga kemah mereka tidak dapat di buka. Begitulah keadaannya sehingga tujuh kali percobaan. Akhirnya seorang Datu telah memberitahu bahawa anak tersebut hendaklah ditinggalkan di atas batu di bawah pohon sena tempat ia dilahirkan kerana putera tersebut akan menjadi seorang raja yang besar di situ.

Putri Rumandang Bulan enggan puteranya ditinggalkan karena dia ingin mati bersama anaknya, apabila Raja Gayo kelak mendapati bahwa dia bukan lagi perawan. Di dalam keadaan tersebut tepancarlah pelangi maka menitilah tujuh orang bunian di ikuti oleh Dewa Mangala Bulan dari Kayangan. Puteri tersebut di simpan kedalam sungai berdekatan lalu bermandikan dengan bunga-bunga sena yang sedang berkembang. Apabila keluar dari sungai tersebut di dapati perut-perut yang menandakan baginda telah melahirkan tidak lagi kelihatan. Maka nama sungai tersebut di kenali sebagai “Aek Batang Gadis” artinya, air sungai yang memulihkan gadis/perawan.

Anak yang ditinggalkan di bawah pohon sena tersebut telah di temui oleh rombongan Sultan Pulungan yang sedang memburu, lalu dipunggutnya. Anak yang dibesarkan di dalam kandang di bawah rumah tersebut akhirnya telah berhasil melarikan diri dan mendirikan sebuah kerajaan dan kemudiannya mengalahkan Sultan Pulungan. Anak tersebut yang di kenali sebagai Sibaroar yaitu kandang di bawah rumah akhirnya menjadi raja besar di Penyabungan. Oleh karena raja di Penyabungan yang tersembunyi diketahui orang akan ibunya maka dipanggilah kerajaannya sebagai kerajaan “MANDE NAN HILANG”, pendeknya Mandailing atau pun Mandehilang. Beliau juga adalah pengasas/penegak Marga Nasution., artinya orang sakti.

Ketika cerita kebesaran Sibaroar yang di gelar Sutan Diaru tersebar jauh ke Pagar Ruyung maka Yang Dipertuan Pagar Ruyung pun terkenang akan Putri Rumandang Bulan yang hamil di bawa ke Gayo. Baginda dan pengiringnya pun berangkatlah mengikuti pohon-pohon pinang yang telah di tanam oleh bekas kekasihnya itu hingga sampailah di tepi sungei yang di namakan “Aek Batang Gadis” lalu di bawa mengadap kepada Sutan Diaru di penyabungan.

Setelah panjang lebar bercerita lalu pengasuh yang bernama Sisauwa telah menunjukkan kain sutera kuning pinang masak yang membalut Sutan Diaru sewaktu baginda dijumpai di bawah pohon sena di Aik Batang Gadis berserta aguk yang dikalungkan oleh ibunya Putri Rumandang Bulan. Maka ketahuanlah akan Yang Di Pertuan Pagar Ruyung, bahwa Raja Sutan Penyabungan tersebut adalah anaknya. Seluruh isi negeri bersukaria dan Sutan Diaru pun di tabalkan secara rasmi sebagai Raja Penyabungan.

Pada masa yang sama juga utusan dari Kota Pinang telah datang ke Penyabungan untuk mengundang Yang Dipertuan Pagar Ruyung kesana untuk bertemu kekandanya yang telah lama tidak berjumpa. Lalu kata Yang Dipertuan, “Beta tetap akan mengunjungi kekanda beta di Kota Pinang.” Maka itu pada hari ini Kota Pinang di kenali sebagai Tanah Abang, dan Penyabungan di kenali sebagai Tanah Adik, sempena peristiwa Betara Sinomba mengundang adiknya Betara Gorga Pinanyungan di Penyabungan supaya baginda datang ke Kota Pinang walaupun adiknya mempunyai kerajaan yang lebih besar di Pagar Ruyung.

Kerajaan Sibaroar @ Sutan Diaru di Penuyabungan akhirnya bekembang luas menguasai seluruh Mandailing Godang yang sangat subur tanahnya.

Diabad ke-19 yaitu sekitar 1916, Tentera Paderi di bawah pimpinan Tuanku Imam Bonjol telah mengutuskan Raja Gadumbang Porang atau lebih di kenali sebagai Tuanku Mandailing untuk mengislamkan Tanah Mandailing. Tentera Paderi telah masuk ke Mandailing melalui Muara Sipongi dan menakluki Penyambungan pada awal 1816. Kemudiannya Belanda pula memasuki Mandailing sekitar 1835, ini telah mengakibatkan banyak dari raja-raja Mandailing yang menentang dan terpaksa mundur dan menyeberangi Selat Melaka dan terus menetap di Tanah Melayu.

Orang-orang Mandailing bekas panglima tentera paderi telah memainkan peranan penting di dalam perjalanan sejarah di Tanah Melayu iaitu Tanah Pelarian. Nama seperti Tuanku Tambusai, Raja Asal, Raja Laut dan Sutan Naposo tercatat di dalam sejarah pergolakan perang saudara di Pahang dan Selangor.

Perpindahan orang Mandailing bermula sejak lama, diantaranya adalah disebabkan perselisihan faham keluarga, menjae atau merajuk, kalah perang atau pelarian atau buruan kerana berbagai kesalahan adat atau hukum.

Kejatuhan Penyabungan ketangan Tentera Paderi 1816 dan gerakan mengislamkan Tanah Mandailing berikutnya. Ada diantaranya di hantar ke Semenanjung. Namun perpindahan yang paling ketara bermula sejak beramai-ramai sebagai budak/abdi dan ada di antaranya melarikan diri bersama keluarga mereka untuk mencari tempat tinggal yang lebih aman.

Serangan Raja Gadumbang Porang atau Tuanku Mandailing dengan tentera paderi tidaklah begitu menekan tetapi apabila Tuanku Lelo bertubi-tubi menyerang Penyabungan dan memburu yang Dipertuan Huta Siantar bersama pengikutnya; pembunuhan beramai-ramai telah memaksa sebahagian besar penduduk Mandailing melarikan diri ke Tanah Melayu, sekitar tahun 1816 – 1832.

Ada pula di antara raja-raja Mandailing yang mengikut tentera Paderi seperti Patuan Maga, Baginda Sidursat dan lain-lainnya telah menentang Tuanku Lelo. Di bawah pimpinan Tuanku Mandailing beberapa orang panglima perang paderi akhirnya menyerang Kubu Tuanku Lelo di Padang Sidempuan dan menewaskannya.

Salah seorang anak raja Mandailing bernama Jahurlang yang bergelar Tuanku Bosi yaitu anak kepada Patuan Maga telah menyertai Tuanku Imam Bonjol sebelum jatuhnya benteng Padang Sidempuan. Beliau diamanahkan oleh Tuanku Imam Bonjol untuk menjaga Bentang Bonjol pada tahun 1837 – sewaktu beliau berunding dengan Belanda.

Jahurlang atau Tuanku Bosi diberikan pedang Al-malik kepunyaan Tuanku Rao yang terkurban di Air Bagis sebagai tanda mengambil alih pimpinan di Bonjol. Malang sekali Bentang Bonjol tidak dapat dipertahankan kerana kekuatan tentera Belanda, akhirnya Tuanku Bosi dengan pengikutnya tepaksa mundur ke Benteng Dalu Dalu.

Melihat pedang Al-Malik di tangan Tuanku Bosi, maka Tuanku Tambusai telah merencanakan pengunduran beliau bersama pengikutnya dan Benteng Dalu Dalu diserahkan kepada Tuanku Bosi. Tuanku Tambusai dengan diiringi oleh Tuanku Raja Asal, Abdullah Zawawi (anak kepada Tuanku Bosi) yang kemudiannya di kenali sebagai Raja Laut berundur bersama pengikut mereka ke Tanah Melayu. Benteng Dalu-Dalu jatuh ketangan Belanda pada 1838. Tuanku Bosi turut terkurban setelah mendapat luka-luka parah di dalam pertempuran tersebut.

Tuanku Tambusai, Raja Asal dan Raja Laut mendarat di Melaka dan pergi ke Lukut mencari tempat tinggal. Tidak lama kemudian Raja Laut diperintahkan kembali ke Sumatera untuk mencari saki baki tentera paderi bagi mengatur serangan balas terhadap Belanda. Raja Asal meninggalkan Lukut kerana terdapat sedikit kekecuhan di sana, beliau pergi ke Kelang membuka Lombong Bijih Timah sekitar tahun 1843. Tuanku Tambusai mencari tempat tinggal yang terpencil di Negeri Sembilan dan menetap di sana. Raja laut berulang alik antara Sumatera dan Tanah Melayu sambil menyerang kapal-kapal dagang Belanda, Inggeris, Cina dan India yang melintasi Selat melaka. Maka itu beliau di sebut Raja Laut.

Sekitar tahun 1850, Raja Asal telah meinggalkan Kelang dan berjijrah ke Pahang bersama-sama pengikutnya. Di Pahang Raja Asal telah melibatkan diri di dalam perusahaan melombong bijih timah dan berjual beli bijih timah. Raja Asal telah dapat menembusi istana Bendahara Tun Ali dan bersahabat baik dengan keluarga pembesar di Pahang. Beliau bersahabat baik dengan Tun Mutahir anak Tun Ali. Tun Ali mangkat pada tahun 1857. Raja Asal telah berkahwin dengan Wan Putih atau dalam bahasa Mandailing di panggil Siputeh.

Perang saudara di Pahang belaku pada tahun 1857 – 1863, Raja Asal terlibat di dalam perang tersebut kerana berkahwin dengan keluarga Tun Mutahir yang menjadi Bendahara Pahang yang baru. Perang saudara tersebut di menangi oleh Wan Ahmad iaitu adik kepada Tun Mutahir. Sewaktu luka parah Tun Mutahir telah berundur bersama anak-anaknya Wa Da dan Wan Aman serta Raja Asal kesempadan Negeri Selangor. Wan Putih telah di jemput oleh hamba Raja Asal bernama ‘Sipuntung’, lalu di bawa ke Selangor.

Di Selangor Raja Asal kembali menjalankan usaha membeli dan menjual bijih timah. Dana Paderi yang diamanahkan kepadanya dilaburkan sekali lagi untuk membiayai saki-baki tentera Paderi yang menjadi pengikutnya. Oleh itu beliau sentiasa berhubung dengan Raja Laut yang diutuskan untuk mengumpulkan saki-baki tentera Paderi di Sumatera. Tuanku Tambusai yang sudah uzur tidak lagi memainkan peranan penting untuk memulihkan semula kekuatan Paderi di Sumatera.

Apabila Tuanku Raja Asal mengambil keputusan untuk menyokong Raja Mahadi di dalam Perang Kelang untuk menentang Raja Abdullah (dalam tahun 1866) maka beliau telah menghubungi Raja Laut untuk mendapat bantuan bekas tentera Paderi di dalam peperangan tersebut. Sewaktu Kelang jatuh dan kemudiannya Kuala Lumpur turut jatuh kerangan orang-orang Mandailing, Raja Asal telah memerintahkan hambanya Sipuntung untuk membunuh Dato’ Bandar Yassih yang berketurunan Bugis kerana banyak menindas dan menyeksa orang-oranag Mandailing.

Campurtangan Tengku Kudin sebagai wakil Sultan Abdul Samad yang memerintah Selangor mulai 26hb. June, 1868, telah mengubahkan suasana politik di Selangor. Tengku Kudin mendapat bantuan dan sokongan dari nggeris. Walaupun pada mulanya Raja Asal, Sutan Na Poso dan kapitan Yap Ah Loy bersahabat baik tetapi pada tahun 1871 mereka berselisih faham dengan Yap Ah Loy atas urusan perniagaan bijih timah.

Pada bulan Mei 1872, Raja Asal bersama Raja Laut telah membawa angkatan perang mereka untuk menyerang Kuala Lumpur. Mereka telah berkubu di Petaling Batu, iaitu di Jalan Cheras sekarang, bersama lebih kurang 2,000 orang bekas tentera Paderi dari Sumatera. Satu pertempuran telah berlaku diantara pasukan Raja Asal/Raja Laut dengan pasukan Kapitan Yap ah Loy yang di bantu oleh Kapten Van Hagen dan Kapten Cavalier yang akhirnya mengalami kekalahan teruk di mana seramai 730 tentera mereka telah terkurban. Kejayaan Raja Asal dan Raja Laut merebut Kuala Lumpur dari Kapitan Yap Ah Loy dan sekutunya telah mendesak Tengku Kudin meminta bantuan tentera dari Pahang dan Pulau Pinang.

Pada pertengahan tahun 1872 Pahang telah bersubahat dengan Tengku Kudin untuk mengalahkan Raja Asal yang di sokong oleh orang-orang Mandailing, Rawa (Rao), Batubara dan orang Minangkabau yang merupakan saki-baki tentera Paderi, Raja Asal tersebut bergelar Tuanku Raja Asal – bukanlah bererti beliau itu Raja yang memerintah tanah Mandailing, gelaran Tuanku itu adalah gelaran Panglima Tetera Paderi. Raja di Tanah Mandailing dipanggil Baginda, bukannya Tuanku.

Pada akhir 1872, tentera Pahang telah menyerang kubu Raja Asal di Ulu Kelang. Tentera Pahang yang di pimpin oleh Imam Perang Raja Rosu (Tok Gajah) telah ditewaskan oleh tentera Raja Asal yang di pimpin oleh Panglima dari Mandailing bernama Jabarumun, yang berkubu di Ulu Kelang. Isteri Raja Asal yang benama Wan Putih (Siputih), bersama orang-orang Telu gigih pula mempertahankan satu lagi kubu Raja Asal yang kini tempatnya dikenali sebagai Siputeh, sempena nama beliau yang dikagumi oleh orang-orang Mandailing.

Pada bulan Mac, 1873, sekali lagi Raja Rosu bersama tentera dari Pahang menyerang Ulu Kelang dengan kelengkapan yang lebih hebat, oleh kerana bantuan yang dinantikan dari Raja Laut tidak dapat mendarat di Kelang maka mereka telah mendarat di Teluk Mak Intan, maka kubu Raja Asal pun jatuhlan ketangan orang Pahang. Raja Laut bersama lebih kurang 1,000 orang Batak yang baru di Islamkan telah mendarat di satu kawasan yang kini di kenali sebagai Batak Rabit kerana telinga dan hidung mereka menggunakan subang yang besar hingga terjuntai lubang telinga dan hidung mereka.

Raja Laut telah melintasi sebatang sungai yang mengalir di tengah-tengah lalu di panggil mereka Aik Batang Padang ataupun di kenali sebagai Sungei Batang Padang, sedangkan batang dalam bahasa Mandailing itu adalah sungei. Didalam perjalanan mereka ke Ulu Selangor, mereka telah menerima berita kekalahan Raja Asal di Bukit Nenas lalu mereka bekemah di Ulu Bernam/Slim menanti Raja Asal yang sedang menuju ke Negeri Perak. Sebelum bertemu dengan Raja Asal di Slim/Ulu Bernam maka satu persetujuan telah diadakan supaya Jabarumun/Raja Barumun di hantar mendapatkan Sutan Na poso (Sutan Puasa) yang bekubu di Ulu Langat bagi mengatur satu serangan balas ke atas Tengku Kudin dan Raja Bosu. Berikutnya Sutan N Poso tidak begitu yakin keraja Raja Asal tidak menyertai pasukan perang yang hanya di pimpin oleh Jabarumun/Raja Barumun. Pasukan perang tersebut telah pulang tetapi di tengah jalan mereka sempat juga menyerang orang-orang Cina di Pudu dan juga Ulu Kelang. Kedai mereka di bakar dan pembunuhan pun berlaku di kedua-dua kawasan tersebut.

Raja Laut dan pengikutnya tidak mengikut Raja Asal ke Changkat Piatu, mereka telah berkampung di Air Kuning dan Banir di negeri Perak. Raja Laut meninggalkan anaknya yang sulung benama Basir Nasution atau pun lebih di kenali sebagai Syeh Basir guru agama di Air Kuning. Raja Laut telah kembali kepada cara hidup lamanya berulang alik di Selat Melaka sehinggalah beliau terkorban di dalam salah satu perempuran laut dengan angkatan perang Belanda di Labuahan Bilik. Anaknya Syeh Basir Nasution telah kembali ke Sumatera untuk mengumpulkan semula kaum keluarganya tetapi beliau tidak lagi kembali menetap di Air Kuning. Anaknya yang tua benama Ja Akob atau di kenali sebagai Jakub tinggal di Banir dan Air Kuning.

Raja Asal telah di terima mengadap Raja Idris iaitu putera Mahrum Teja yang berkuasa di kawasan Teja, lalu diberikan satu kawasan melombong yang luas di Changkat Piatu. Raja Asal juga telah diberikan kuasa mengutip cukai bijih timah di muara pertemuan Sungai Pinji dan Sungai Kinta. Sebuah Pengkalan mengutip cukai yang teguh telah di bina oleh Raja Asal.

Oleh kerana ia sebuah pengkalan yang teguh akhirnya mengikut “telor” orang Perak lalu disebut Pengkalan Pegoh. Raja Asal juga telah membina sebuah perkampungan orang-orang Mandailing di Changkat Piatu, lalu berkumpullah sebahagian besar orang Mandailing di Changkat Piatu. Orang-orang Rawa pula di tempatkan di Gopeng di bawah pimpinan Panglima Jabarumun atau lebih di kenali sebagai Imam Perang Jabarumun.

Isteri Raja Asal yang mengikutinya setelah tinggal di Bukit Nenas di tawan oleh tentera Pahang telah berjalan kaki mencari suaminya hingga sampai kesuatu tempat berhampiran Pusing, di sana beliau bersama pengikutnya telah berkampung sementara menanti utusan Raja Asal menjemput mereka . Kampung tersebut sehingga hari ini di kenali sebagai Siputeh. Itulah sebabnya terdapat dua tempat yang dinamakan Siputeh, masing-masing di Selangor dan di Perak.

Adalah diberitakan bahawa dalam tahun 1874, apabila perjanjian Pangkor termeteri maka banyaklah pembesa-pembesar Negeri Perak yang tidak puashati. Memandangkan Raja Asal ini seorang yang gagah berani dan banyak pengalamannya di dalam peperangan maka datanglah beberapa orang di antara mereka meminta campurtangan beliau (Raja Asal) untuk mengusir Inggeris dari negeri Perak.

Raja Asal menolak permintaan mereka untuk campurtangan dalam pergolakan di Perak kerana beliau telah uzur dan letih untuk berperang sepanjang usia remaja dan dewasanya. Paktan untuk membunuh J.W.W Birch tidaklah disertainya tetapi Raja Asal telah meminjamkan hambanya Sipuntung yang sangat dipercayai sebagai tanda penyertaannya untuk membersihkan bumi ini dari campurtangan orang-orang kafir yang ditentangnya sejak beliau memeluk agama Islam.

Raja Asal tidak pernah menjadi Penghulu di Mukim Belanja, Penghulu Belanja yang pertama adalah Raja Bilah, iaitu anak saudara kepada Raja Asal. Sewaktu J.W.W Birch di bunuh pada tahun 1875 Mukim Belanja belum lagi diujudkan. Sila lihat perlantikan Raja Bilah sebagai penghulu Belanja yang pertama. Semasa J.W.W . Birch di bunuh Raja Asal sudah mula gering dan tidak mampu lagi mengendalikan urusan melombong ataupun mengutip cukai bagi pihak Raja Idris (Sultan Perak). Akibatnya beliau terhutang $3,000.00 kepada pihak yang berkuasa.

Sepanjang keadaannya gering itu Raja Bilahlah yang menguruskan semua urusan Raja Asal. Akhirnya Raja Bilah telah meminta Raja Asal menyerahkan kuasa sepenuhnya kepadanya supaya dapat beliau membayar semua hutang tersebut. Setelah enam bulan kuasa diserahkan kepada Raja Bilah barulah segala hutang piutang tersebut dapat diselesaikan.

Raja Asal dalam usia yang agak lanjut dan kesan dari kekalahan serta kegagalannya tidak lagi merupakan seorang yang aktif di dalam urusan maka itu semua urusan dikendalikan oleh Raja Bilah. Tuanku Raja Asal telah meninggal dunia pada 1878 dan di semadikan di Changkat Piatu di antara pertemuan Sungai Pinji dengan Sungei Kinta. Sehingga hari ini makam beliau masih tertegak megah di atas tanah perkuburn Changkat Piatu.

disarikan dari; http://duakoto.wordpress.com/

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: