6 Bulan Kepemimpinan Benny Utama sebagai Bupati Pasaman


Mengintip kegigihan Benny Utama

Oleh: Makmur Effendi

Energik, Dinamis, selektif dan berdedikasi tinggi tercermin dalam setiap aktifitasnya. Yakin dan optimis tak sekedar motto, tapi menjelma dalam spirit dan naluri yang memotori kegigihan. Dapat dikemukakan tentang sosok pemegang kemudi pasaman saat ini, H. Benny Utama, SH MM, terpadu tiga syarat prinsipil kepemimpinan, yaitu punya pengetahuan, kemauan dan kemampuan.

Menelusuri sepenggal perjalanan figur manajemen pemerintahan seorang Bupati H. Benny Utama membuat banyak kalangan mulai berdecak kagum dan secara spontan mengacungkan jempol sebagai rasa salutnya atas setumpuk berkas yang mencatat bukti keberhasilan yang dicapai sebagai buah dari kerja keras yang dilakukan sepenuh hati.

Mengajukan motto “Pasaman Untuk Semua” yang diusungnya ketika pencalonan dirinya sebagai kandidat Bupati pada pertengahan  tahun  lalu, sehingga pilihan rakyat pun pada tanggal 30 Juni 2010 menentukan kepercayaan untuk memimpin pasaman periode 2010 – 2015. Tekad yang sudah terucap untuk membangun Pasaman dapat kesempatan setelah dilantik pada tanggal 29 Agustus 2010.

Selanjutnya ditetapkanlah visi terwujudnya masyarakat kabupaten Pasaman yang Maju dan Berkeadilan sebagai tolok ukur kinerja aparatur yang tercatat sebagai PNS pada jajaran Pemerintah Kabupaten Pasaman. Tentu saja tercerminlah berjibun kesibukan yang meliputi keseluruhan bidang tugas kedinasan.

Ungkapan ini tidak berlebihan karena seorang Benny Utama tidak dapat dibantah dan memang sangat beralasan. Kerja keras tak kenal waktu, tak kenal lelah, menjadi bagian dari dirinya. Hal ini disandangnya bukanlah yang pertama kalinya dalam kepemimpinannya, karena berbagai jabatan penting dan bergengsi telah pernah dijalaninya. Mulai dari menjadi Ketua DPD Partai Golkar Pasaman, Wakil Bupati Pasaman, Ketua DPRD Pasaman  dan berbagai jabatan tingkat Provinsi dan bahkan di pentas Nasional diembannya dengan penuh kehati-hatian dan tanggung jawab penuh yang memang diakui oleh semua kalangan.

Bukan hanya kemampuan bekerja saja, olah pikirannya yang terucap pada berbagai pidatonya yang cukup panjang dan tanpa teks terlihat nyata penguasaan Benny Utama terhadap Pasaman di seluruh sektor pembangunan dan pemerintahan melebihi siapapun, menggambarkan kepiawaiannya dalam menguasai berbagai bidang pengetahuan, sehingga diakui pula seorang orator yang cerdas, berbakat dan kharismatik. Sementara kedekatannya pada semua orang dan dapat diakui oleh kawan dan lawan adalah potensi leadership yang  alami bagi dirinya. Begitulah komentar  yang terucap dari seorang pejabat yang sudah terbilang karatan mengabidkan diri  di daerah ini.

Kemampuan pemahaman yang dimiliki, menempatkan kualitas strateginya dalam memetakan persoalan kekinian, potensi, peluang dan solusi yang menjadi prioritas  dan dari mata rantai pembangunan yang memiliki saling keterpaduan itu mampu dikemasnya menjadi segmen yang penuh perhitungan, sehingga apa yang harus dikejar dan ditargetkan memang terukur dan terencana tanpa mengabaikan sisi lain yang mengelilinginya. Suka atau tidak atau mau tidak mau, segenap  jajaran yang terhimpun dalam Kabinet Pasaman untuk semua beserta aparatur  Pemkab Pasaman mesti terseret untuk ikut berlari kencang, mengimbangi langkah Bupati yang melesat bagi kilat itu.

Seorang ajudan pun ikut buka mulut, katanya: “Seumur-umur, baru kali ini saya melihat Bupati yang terkesan  “Gila Kerja”. Sepertinya, tiada waktu tanpa berpikir dan bekerja untuk Pasaman. Hampir tidak pernah Bapak pulang kantor sebelum jam 17.30 wib setiap harinya. Malahan, malam harinya, Bapak masih terlihat bekerja. Rata-rata setiap hari, 18 jam Bapak bekerja”, tuturnya ketika ditelusuri aktifitas Bupati yang selalu didampingi ajudan  yang jebolan STPDN itu.

Jika pernah terlontarkan anjurannya kepada segenap jajaran aparatur yang dipimpinnya supaya Berpikir Lebih, Bekerja Lebih dan Berdoa Lebih, adalah apa yang telah  lebih dulu ia jalani. Dan itupun tidak dibiarkan begitu saja dan tidak bisa ditawar, karena langsung dikontrol pada instansi yang berhubungan langsung dengan pelayanan publik, semisal Rumah Sakit Umum, Dinas  Catatan Sipil dan kependudukan dan sejumlah kantor perizinan lainnya, memang diplototinya dengan gencar di lapangan.

Oleh karena itu, munculnya keluhan masyarakat atas pelayanan yang arogan dan tidak benar  di instansi Pemkab Pasaman adalah hal yang memilukan dan memalukan bagi Benny Utama, sehingga akan langsung ditindaklanjuti. Sejatinya, pelayanan prima buat Rakyat Pasaman, bisa terlaksana.

Celah Ruang Gerak untuk berimprovisasi dan menyimpang dari jajarannya makin menciut lantaran terkunci oleh kepribadiannya yang tertuang dalam Corak Pemerintahannya yang transparan, jujur, berkeadilan, serius tapi enjoy cepat dan tepat, praktis dan sederhana. Didukung pula kecakapan Bupati Benny yang mumpuni dan aplikatif pada hampir semua bidang dan sektor pekerjaan di Pemkab Pasaman.

Pola kerja yang ditularkan kepada bawahannya berpadu dalam mekanisme yang terdata, terukur dan  terhitung yang berujung pada hasil yang optimal dan terkontrol secara strukural. Wujudnya dapat dilihat dengan keharusan aktifitas aparaturnya  dituangkan dalam Jurnal Harian PNS, sehingga apapun kesibukan yang mewarnai hari-hari PNS akan termonitor dari Jurnal tersebut, yang mendapat penilaian dan  pengawasan atasan PNS yang bersangkutan. Sehingga semuanya tidak luput dari hal ini. Mulai dari staf yang diawasi kepala seksi. Tugas Kasi dikendalikan oleh Kabid, Kabid mendapat penilaian dari Kadis, hingga asisten dan Sekdakab akan terlihat jelas kinerjanya melalui lembaran yang diisi secara rutin tersebut.

Selain itu pula, totalitas kinerja SKPD setiap bulannya selalu dievaluasi melalui agenda bulanan Coffee Morning pada setiap Senin sesudah tanggal 5 setiap bulannya, selepas Apel Gabunngan SKPD. Hal ini dilakukan sebagai konfirmasi atas laporan yang harus sampai ke tangannya paling lambat  tanggal 5 setiap bulannya yang berisikan data administrasi dan keuangan. Sehingga laporan bulanan tersebut akan menjadi materi capaian kinerja setiap unit pelaksana kegiatan masing-masing SKPD di Pemkab Pasaman. Melalui wadah itu pula, jembatan hati silaturrahim yang menciptakan kekompakan sebuah team work –nya dapat  dipupuk dipelihara.

Tidak cukup sampai disitu saja, keberpihakan pada rakyat menjadi luar biasa. Karena selain optimalisasi standar pelayanan masyarakat, Bupati Benny melakukan adjusment berani pada perimbangan alokasi Anggaran Belanja Daerah (ABD) pada  APBD Pasaman tahun 2011 ini, dimana pada tahun-tahun sebelumnya, sekitar 72% tersedot oleh penyediaan anggaran Belanja Aparatur/Pegawai, tinggallah 28% saja jatah belanja publik termasuk dana pembangunan.

Di kalangan pejabatnya, Kebijakan yang diambil,  dianggap tidak populer karena Benny Utama memangkas jatah kantong Pejabat Eselon II dan III atas  tunjangan kinerja pejabat. Dampak keuntungan pada Anggaran Belanja Publik (ABP) menjadi sangat berarti. Dengan rasio ABD turun menjadi 60% berbanding 40% APBD berhasil diperuntukkan pada ABP.

Argumen Benny Utama terhadap hal ini adalah perbandingannya dari 260.000 orang penduduk Kabupaten Pasaman, hanya 5.700 orang PNS, lalu kenapa mesti 72% ABD  terkuras untuk 5.700 orang? Sementara hanya tersisa 28% saja  alokasi ABP untuk lebih dari 250 ribu jiwa rakyat Pasaman.  Alangkah suatu perbandingan yang tak mungkin dan takkan pernah berimbang.

Selera untuk tampil lebih baik bukan pada sistem pemerintahan dan mekanisme kinerja aparatur saja. Sejumlah mega proyek segera diwujudkan dalam waktu dekat ini. Memulai pencairan APBD tri wulan  pertama tahun2011 ini, akan mengucur mendampingi APBN, APBD Provinsi, DAK dan DAU Kabupaten Pasaman bakal menyulap dandanan Kota Lubuk Sikaping yang masih terkesan  perkampungan menjadi layaknya sebuah Kota yang Representatif. Dengan target pengerjaan sampai tahun 2013 nanti, setidaknya dua konstruksi raksasa akan menjadi kebanggaan Kota Lubuk Sikaping, yaitu Jalan  Kota Dua Jalur dan Kanal Batang Sumpur jelas memberi tampilan elegan yang mempesonakan.

Ketekunan dan kegigihan untuk melakukan lobby dan strategi yang berkolaborasi membuat besarnya aliran dana pembangunan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi memang dilakukan dengan berjibaku. Kesabarannya untuk menunggu untuk dapat bertemu seorang pejabat eselon III di halaman kantor kementrian dan sampai empat jam  berdiri dan mondar mandir karena banyaknya antrian yang berkepentingan dan ada juga yang harus menunggu sampai dua hari, asalkan dapat bertemu “orang penting” yang diinginkan bahkan pernah diperlakukan cuek oleh salah seorang Satgas di salah satu dinas tingkat provinsi di Kota Padang tak sedikitpun membuat ciut nyali dan kendornya semangat untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan daerahnya. Belum lagi sikap kurang resposive yang diperlihatkan pejabat bersangkutan setelah bertemu muka.

Pada suatu kesempatan pernah diungkap Benny Utama: “Jika kita hanya mengandalkan  dana pembangunan melalui APBD kabupaten, maka diprediksi sejauh 30 tahun ke depan, Kabupaten Pasaman belum bisa Maju”. Begitulah ucapan yang mendorong gencarnya perjuangannya mencari alternatif dan peluang yang dapat mengatasi sesuatu yang tidak bisa diterimanya sebagai takdir.

Malahan untuk melakukan pekerjaan yang butuh ketabahan dan kerja keras ini, tidak selalu dilakukan dalam perjalanan Dinas yang didampingi ajudan. Sehingga hal ini terungkap dari Kepala Dinas PU, Ewilda, ST sebagai orang satu-satunya yang mendampingi di Jakarta dalam rangka memperjuangkan dana pusat untuk pembangunan saran air bersih, dirinya nyaris putus asa. Pasalnya, untuk menemui pejabat eselon III saja  ia mesti menunggu hingga 2 jam. Kono pula sikap kurang respon diperlihatkan setelah bertemu. Tapi Syukurlah membuahkan hasil. Dana yang seharusnya bukan jatah Pasaman itu, akhirnya didapatkan.

Tak cukup sampai disitu, Ewilda dan Bupati Benny bolak balik dari satu tempat ke tempat lain  dengan berjalan kaki di tengah teriknya panas, karena letak kantor yang dituju berjauhan dan ditambah lagi luasnya halaman kantor, sehingga perjalanan dari depan jalan raya ke depan tiap kantor yang menjadi tujuan cukup jauh. Dengan menarik troli sendiri naik turun taksi di tiap halte, kadang kehujanan kadang keringat mengucur bersangatan membasahi tubuhnya tidak dipedulikan, hingga sang Kadis minta beristirahat sejenak di sebuah halte atau di bawah sebatang pohon yang cukup rindang, karena menunggu taksi lewat yang tidak selalu ada di setiap waktu.

Sesampai di gedung tujuan, tak pula langsung dilayani petugasnya, semua orang terlihat tidak peduli saja, lalu dengan penuh lemah lembut cari tahu tempat pejabat yang ingin dijumpai, lalu disuruh menunggu dari siang  itu tanpa disuruh  duduk, hingga Ewilda mengaku capek mondar-mandir sampai lewat jam 17.wib barulah ada kesempatan untuk bertemu orang penting itu.

Pejabat lain yang pernah dibawa serta adalah M. Nasir, SH kepala BPBD dan Edi Zubir Kabid PSDA Dinas PU untuk memperjuangkan pembangunan daerahnya, menjadi saksi hidup dalam cerita pilu dan pahit getir yang dilalui demi tergenjotnya dana pembangunan daerah ini.

Memang di daerah ini tidak banyak yang bisa meniru keberhasilan hidup mandiri dan disiplin tinggi dari seorang yang berstatus sebagai putra bungsu dari keluarga yang cukup menjanjikan untuk menikmati pemanjaan diri, karena bapaknya seorang pekerja keras dalam bidang enterpreneurship dan ibunya seorang tenaga pengajar yang sukses di sebuah SLTA di daerah yang sama.

Sebagai orang yang turut menyimak perjalanan tugasnya, kita memang kasihan melihat keletihan atas keseriusan bekerja Bupati Pasaman  di atas rata-rata kemampuan biasa. Akan tetapi sangat dimaklumi, bahwa mendalamnya kemengertian, Benny Utama tidak bisa membiarkan keadaan yang tak pantas untuk Pasaman, utamanya bila menyentuh kehidupan dan kepentingan Rakyat Pasaman.

Semoga Rahmat dan Pertolongan dari Tuhan Yang Maha Kuasa selalu menyertai segenap keseharian Bapak Bupati, sehingga dalam Memimpin dan Bekerja Lebih untuk Pasaman ini menghantarkan pada impian Bapak untuk menjadikan Pasaman yang lebih maju berkeadilan dan sejahtera berbudaya segera terwujud sebagai negeri yang dirahmati dalam ridha Allah. Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafuur. Amiin. Ya Rabbal’alamin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: