Kemelut Panjang di Muara Tais


Mapat Tunggul, BRM

Kehadiran dua buah perusahaan investor, PT Pasaman Alam Lestari (PT PAL) dan PT Purta Rao Jaya (PT PRJ), di Nagari Muara Tais Kecamatan Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman beberapa tahun belakangan ini telah membawa kemelut berkepanjangan yang rumit dan sulit untuk diselesaikan dalam waktu singkat. Hal itu disebabkan buntut permasalahan yang timbul melibatkan banyak pihak dengan berbagai kepentingan. Sehingga selain berbagai prosedur dan teknis operasional yang mengundang berbagai indikasi, juga cara perolehan lahan tidak terlepas dari berbagai taktik yang memancing konflik kaum.

Berikut ini, BRM menyajikan kronologis kontroversi antara pemuka adat yang saling membuktikan kebenaran eksistensi kekuasaan ulayat (wilayah teritorial kaum) dan kontribusi bagi pihak yang menerima kehadiran dan keberadaan PT PAL dan PT PRJ serta Koperasi KJUB di Nagari Muara Tais. Penghulu Pemangku Ulayat Nagari Muara Tais Dan Tokoh Masyarakat Nagari Muara Tais melayangkan sepucuk surat kepada Bupati Pasaman melalui surat nomor 01/PPU-NMT-09-2008, Perihal Penolakan keberadaan PT PAL dan PT PRJ serta Koperasi KJUB di Nagari Muara Tais, tertanggal 2 September 2008 mengungkap adanya rencana pembukaan lahan perkebunan di Tanah Ulayat Nagari Muara Tais yang terletak di jorong Sibintayan, Jorong Kubu Baru dan Jorong Soma oleh PT Pasaman Alam Lestari (PT PAL) dan PT Purta Rao Jaya (PT PRJ), yang menurut kami, PT tersebut belum mengikuti Prosedur Adat Istiadat yang berlaku di Nagari Muara Tais antara lain dalam hal sebagai berikut; Pertama, penyerahan lahan perkebunan kepada PT PRJ yang setahu kami adalah lokasi Patongahan, Bukan Lahan Ulu Tibawa, apalagi lahan pemakaian masyarakat.

Namun kenyataannya yang digarap untuk lahan ternyata lahan pemakaian masyarakat, tempatnya di jorong Soma (Lokasi Kebun Karet). Kedua, PT PRJ menurut kami tidak memenuhi perjanjian semual, yaitu: “Membangun jalan Nagari sampai sirtu (pasir – batu,red), dan sampai saat ini tidak ada realisasi. Ketiga, pada saat ini telah terjadi penggusuran dan pembatasan lokasi lahan produksi masyarakat secara paksa oleh Rajo Barayun dan Koperasi Malenggang Indah (Kopermai) pada hari Kamis tanggal 18 September 2006 terhadap anak kemenakan kami di Jorong Soma tanpa sepengetahuan Penghulu Pemegang Ulayat Nagari Muara Tais.

Sedangkan, menurut Pituah adat Nagari Muara Tais, tidak ada hak dan wewenang Rajo Barayun untuk memberikan batas tanah ulayat Nagari Muara Tais adalah Penghulu Pemegang Ulayat Nagari Muara Tais. Demikian antara lain yang menjadi alasan Penghulu Pemegang Ulayat dan tokoh masyarakt Nagari Muara Tais menolak dan merasa keberatan dengan keberadaan PT PAL dan PT PRJ tersebut di Nagari Muara Tais, sebelum PT tersebut mengikuti prosedur yang berlaku menurut Adat Muara Tais. Disamping itu, tidak ada tanah Ulayat Suku ataupun Ulayat Jorong, melainkan Pemegang Ulayat adalah Penghulu. Kepada Bupati Pasaman diminta oleh pihak Penghulu Pemangku Ulayat Nagari Muara Tais Dan Tokoh Masyarakat Nagari Muara Tais untuk meninjau sejauh mungkin dan meluruskan jalannya PT PAL dan PT PRJ agar tidak tidak terjadi kerugian dan pertumpahan darah. Demikian isi surat Penolakan keberadaan PT PAL dan PT PRJ yang ditanda tangani oleh 5 orang Penghulu Pemegang Ulayat Nagari Muara Tais, yaitu, Manas St. Bangun, Jasmar Rajo Malenggang, Rusdi A Dt. Bonsu, Amril Nurman Bdr. Bosar dan M Nasir St. Bano.

Dengan tembusan disampaikan kepada Ketua DPRD Pasaman, Kadishut Pasaman, Kadisbun Pasaman, Camat Mapat Tunggul, Wali Nagari Muara Tais, Direktur PT PAL, Direktur PT PRJ, Ketua Koperasi KJUB, Ketua Bamus Nagari Muara Tais dan Kepala jorong se Nagari Muara Tais. Selain itu, dilampirkan pula nama, jabatan, alamat dan tanda tangan dari 49 orang tokoh masyarakat Nagari Muara Tais dari berbagai unsur. Keberadaan surat Penghulu Pemangku Ulayat Nagari Muara Tais Dan Tokoh Masyarakat Nagari Muara Tais itu ditanggapi oleh Pucuk Adat Nagari Muara Tais melalui surat nomor 12/PA – WN/X 2008 tertanggal 20 Oktober 2008 dan kembali ditujukan kepada Bupati Pasaman.

Sebanyak 6 poin penjelasan diberikan untuk menjawab pernyataan yang mengatasnamakan Penghulu Pemangku Ulayat Nagari Muara Tais Dan Tokoh Masyarakat Nagari Muara Tais secara terinci kepada Bupati Pasaman. Penjelasan tersebut adalah, pertama, penyerahan lahan untuk perkebunan sawit kepada PT PRJ oleh Pucuk Adat Penguasa Ulayat Nagari Muara Tais tahun 2004 seluas 3200 ha memang nama lokasinya terkenal dengan nama Patongahan, namun arealnya sudah mencakup dataran Tibawan dan yang memploting areal tersebut adalah Dinas Kehutanan kabupaten Pasaman. Kedua, penyerahan lahan untuk perkebunan kepada PT PRJ sudah sesuai dengan prosedur, baik adat yang berlaku di Nagari Muara Tais maupun menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku untuk itu. Ketiga, Kami mengakui bahwa PT PRJ belum melaksanakan semua perjanjian sebagaimana yang telah disepakati semula.

Namun setelah dikonfirmasikan, PT PRJ tetap akan melaksanakan perjanjian tersebut secara bertahap. Keempat, nagari Muara tais, ibarat rumah, ada lim ruangan, satu diantara lima ruang tersebut dihuni oleh Rajo Berayun dengan Kampungnya Kubu Baru dan Soma. Rajo Berayun menurut adat berwenang memberi batas/garis pemakaian tanah kepada suatu Sutan Saripada di Soma karena mereka Sutan Saripada itu hanya menumpang dalam ulayat bilik Rajo Berayun Kubu Baru. Kelima, dengan adanya surat Penghulu Pemangku Ulayat Nagari Muara Tais Dan Tokoh Masyarakat Nagari Muara Tais tersebut, kami Pucuk Adat Penguasa Ulayat dan Wali Nagari Nagari Muara Tais telah menghimbau kepada para penghulu tersebut ke rumah gadang Pucuk Adat di Benai untuk mengadakan musyawarah, namun penghulu yang bersangkutan tidak sanggup datang. Terkhir disebutkan, kami masyarakat Jorong Kubu Baru dan Sibintayan Nagari Muara Tais mohon sungguh kepada Bapak, agar supaya rencana pembangunan perkebunan tersebut tetap dilaksanakan, demi masa depan Jorong dan Nagari Muara Tais pada khususnya. Surat tanggapan tersebut di tanda tangani oleh Pucuk Adat Nagari Muara Tais, Jafrizal Hasan Sutan Malenggang dan mengetahui Wali Nagari Muara Tais, Dalmi Yasri, SH dilengkapi tembusan kepada Ketua DPRD Pasaman, Kapolres Pasaman, Kadishut Pasaman, Kadisbun Pasaman, Camat Mapat Tunggul, Ketua KAN Muara Tais, Jorong se Nagari Muara Tais, Dirut PT PRJ, Dirut PT PAL, Ketua KJUB.

Surat tersebut dibuat atas dasar hasil pertemuan Penghulu dan Ninik Mamak serta Pemerintah Nagari Muara Tais tanggal 20 oktober 2008 yang berjumlah sebanyak 35 orang. Sementara di lingkungan Pemkab Pasaman, pembahasan mengenai lahan yang dikelola oleh PT PAL dan PT PRJ sebelumnya, Cuma 1x mengadakan rapat di Gedung Pertemuan Bappeda Pasaman pada tanggal 29 Juli 2008 dengan peserta dari perutusan Dinas Perkebunan, BPN, KLH, Bappeda, Dinas Kehutanan, Dinas Perindagkop UKM, Asisten II, Dirut PT PAL, Ketua KJUB Ophir dan Ketua Kelompok Plasma I – V.

Dari data yang berhasil dihimpun BRM, diantaranya bukti penyerahan dana dari Ketua KJUB Pasaman Barat kepada Ninik Mamak Muara Tais pada tanggal 08 Agustus 2009 lalu, berupa setumpuk uang tunai sebanyak Rp. 3,5 milyar guna membayar silih jariah (ganti rugi-red) atas penyerahan lahan ulayat yang berada dalam kekuasaan Pucuk Adat Nagari Muara Tais, Jafrizal Hasan Sutan Malenggang, atas penyerahan lahan seluas 12.000Ha. Beberapa orang anggota KJUB Pasaman Barat mengungkap kepada BRM bahwa untuk pengelolaan kebin sawit tersebut dilakukan oleh sebuah perusahaan investor yang didatangkan dari Kota Medan – Sumut yang bernama PT Pasaman Alam Lestari (PT PAL) yang konon kabarnya digandeng oleh mantan Ketua DPRD Pasaman periode 2004 – 2009 lalu.

Kekuatan kebebasan PT PRJ juga mengakar pada pelibatan Pucuk Adat Nagari Muara Tais, Jafrizal Hasan Sutan Malenggang, dengan menyerahkan dana pembangunan Rumah Gadang (Rumah adat kebesaran kaum-red) Sutan Malenggang sebesar Rp. 900 juta. Dengan bukti penyerahan berupa kwitansi biasa yang diterima Pucuk Adat Nagari Muara Tais, Jafrizal Hasan Sutan Malenggang di Mapat Tunggul pada tanggal 5 Januari 2010 lalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: